Berita

Rekan Senegara Stefer Rahardian Beri Dukungan Jelang ONE: DREAMS OF GOLD

2 Agustus 2019

Gelaran ONE: DREAMS OF GOLD akan menampilkan seniman bela diri campuran kebanggaan Indonesia, Stefer “The Lion” Rahardian, yang akan kembali memasuki Circle untuk menghadapi mantan Juara Dunia ONE Strawweight asal Brazil, Alex “Little Rock” Silva.

Di atas kertas, Alex memang lawan terberat bagi Stefer di sepanjang karirnya.

Selain menjadi mantan Juara Dunia ONE Strawweight, atlet Evolve MMA ini memiliki teknik kuncian yang sangat efision sebagai seorang Juara Dunia Brazilian Jiu-Jitsu Copa de Mundo.

Menjelang pertarungan ini, “The Lion” dan “Little Rock” mengalami tiga kekalahan beruntun. Stefer harus menerima kekalahan angka dari Xue We Pen, serta dua bersaudara Rene dan Robin Catalan dari Filipina.

Disisi lain, Alex harus menyerahkan gelar Juara Dunia miliknya kepada Yoshitaka “Nobita” Naito, yang disusul dengan sebuah keputusan mutlak bagi Yosuke “The Ninja” Saruta sebelum ia kembali kalah angka dari “Nobita” dalam ajang ONE: ENTER THE DRAGON Mei lalu.

Oleh karena itu, laga di Impact Arena, Bangkok, tanggal 16 Agustus mendatang, akan menjadi laga yang spektakuler dimana keduanya akan tampil maksimal untuk kembali ke jalur kemenangan.

Melihat besarnya antusiasme dalam laga ini, dua atlet ONE Championship asal Indonesia, Angelo “The Unicorn King” Bimoadji dan Rudy “The Golden Boy” Agustian pun angkat bicara demi memberi semangat kepada rekan senegaranya untuk meraih kemenangan pada laga mendatang.

Angelo, yang mengidolakan Stefer, mengakui bahwa dirinya adalah salah satu seniman BJJ terbaik di Indonesia. Ia mengatakan bahwa dalam menghadapi atlet sekaliber Alex Silva, atlet asal Jakarta ini harus memaksimalkan teknik grappling yang dimilikinya dengan mempertahankan ground control, serta tidak terburu-buru untuk mencoba sebuah teknik kuncian.

“Mudah-mudahan dalam pertandingan ini, Stefer, salah satu orang yang saya kagumi di dunia BJJ Indonesia, dapat melakukan yang terbaik,” kata Angelo.

“Menurut saya, ia harus lebih bersemangat dibanding lawannya dalam laga ini, harus grind dan jangan terburu-buru untuk melakukan kuncian. Lebih penting untuk melakukan positioning dan menjaga ground control-nya.”

“Selain itu, Stefer juga perlu menggabungkan teknik pukulan sebelum melakukan takedown. Harus ada sebuah game plan agar ia dapat sukses mengimplementasikan teknik ground dan gulatnya.”

Berbeda dengan “Unicorn King”, Rudy memberi sebuah pandangan berbeda.

Menurutnya, dengan menghadapi submission artist seperti Alex Silva, Stefer perlu mengajak “Little Rock” untuk berduel striking.

“Kalau saya menjadi pelatih [Stefer], saya fokuskan di striking karena kemampuan BJJ Alex Silva sangat baik dibandingkan kemampuan striking-nya. Jadi, menurut saya, fokus di striking dan jangan sampai terbawa takedown,” ungkap atlet berusia 33 tahun ini.

“Bermain dengan gerakan tinju serta lemparkan tendangan ke betis, karena kalau ke daerah paha, nantinya akan lebih mudah di counter, [ini] berbahaya, dan middle kick juga mudah ditangkap.”

“Jadi menurut saya, lebih baik berduel dengan gerakan tinju dan low kick, cari poin disitu.”

Walaupun keduanya memberikan masukan tentang cara bertanding yang berbeda, baik “The Unicorn King” maupun “The Golden Boy” tetap memberikan semangat yang sama kepada rekan senegaranya ini demi memperoleh kemenangan di Bangkok pada tanggal 16 Agustus.

“Good luck, dan semoga menang dengan hasil yang di inginkan. Lakukan yang terbaik, menang atau kalah saya akan support dia,” ungkap Angelo, yang disambut oleh “The Golden Boy.”

“Semangat terus, jangan kendor. Kita semua mendukung dia,” tutup Rudy.