Berita

Petchmorakot Ungguli Kenta Yamada Di ONE: REIGN OF VALOR

Sang legenda Muay Thai Petchmorakot Petchyindee Academy telah terbukti menjadi salah satu atlet terbaik dalam olahraga favoritnya itu, namun pada hari Jumat, 8 Maret, pria berusia 25 tahun ini menunjukkan bahwa ia dapat mengadaptasikan kemampuannya ke dalam disiplin kickboxing dan meraih kesuksesan yang sama.

Warga asli Bangkok ini mencetak debut kickboxing yang sukses dalam gelaran ONE: REIGN OF VALOR, saat ia mengalahkan atlet Jepang Kenta Yamada melalui keputusan mutlak dalam laga divisi featherweight di depan penonton yang memadati Thuwunna Indoor Stadium di Yangon, Myanmar.

Thai phenom Petchmorakot puts on a striking clinic to score a unanimous decision victory over Kenta Yamada!

Thai phenom Petchmorakot puts on a striking clinic to score a unanimous decision victory over Kenta Yamada!Watch the full event on the ONE Super App ???? http://bit.ly/ONESuperApp | TV: Check local listings for global broadcast

Posted by ONE Championship on Friday, March 8, 2019

Petchmorakot, yang adalah Juara Dunia dua divisi Lumpinee Stadium dan WMC Muay Thai, segera maju menyerang pada awal ronde pembuka. Ia mendaratkan rangkaian tendangan tinggi dari kaki kirinya di awal, serta rangkaian pukulan cepat dari tangan kiri ke arah tengah tubuh lawannya itu.

Striker Jepang berusia 31 tahun ini mencoba sebaik mungkin untuk bertahan melawan hujan serangan itu, namun ia selalu tertinggal. Ia terbukti menjadi pria yang lebih berhati-hati, dimana ia memilih untuk lebih bertahan dan menyerang balik pada ronde pertama.

Walau perwakilan Petchyindee Academy ini mendaratkan sepasang serangan lutut keras ke arah tubuh rivalnya pada awal stanza kedua, Yamada nampak akan kembali bangkit.

Setelah menerima saran berharga dari tim pojoknya, ia nampak lebih agresif pada ronde kedua dan meningkatkan tekanan. Warga Tokyo ini kemudian menyarangkan rangkaian tendangan rendah dan sebuah benjolan mulai nampak di sisi luar kaki kanan Petchmorakot.

Dalam laga ketiga dan terakhir di pertandingan ini, atlet Thailand itu kembali menyerang dengan keras.

Ia menempatkan beberapa kombinasi serangan keras yang terkadang nampak menjadikan Yamada kewalahan menerima serangannya itu.

Keduanya memiliki momen mereka tersendiri di tengah Circle ONE, namun Petchmorakot nampak memiliki keunggulan selama mayoritas pertukaran serangan itu.

Saat bel terakhir berbunyi, superstar Thailand ini mengangkat tangannya, seakan yakin memenangkan laga. Ketiga juri nampak setuju dengan gestur itu, yang terbukti dengan sebuah kemenangan mutlak.

Kini, Petchmorakot melihat sebuah kesempatan memasuki beberapa laga keras dalam turnamen ONE Super Series Featherweight World Grand Prix, yang akan dimulai pada bulan Mei.