Berita

Perwakilan Tim ‘The Terminator’ Ungkap Strategi Hadapi Kwon Won Il

12 Okt 2019

Jelang perhelatan bersejarah ke-100 dari ONE Championship di Tokyo, Jepang, hari Minggu, 13, Oktober ini, “The Terminator” Sunoto menjadi satu-satunya atlet yang mewakili Indonesia.

Perwakilan IndoGym/Team Phantom MMA ini didampingi oleh Adri Kumara, seorang manajer yang merangkap menjadi cornerman, atau tim sudut ring, saat ia tampil dalam laga pembuka ajang ONE: CENTURY PART I menghadapi atlet asal Korea Selatan, Kwon “Pretty Boy” Won IL.

Dua hari jelang pertandingan yang akan digelar di Ryogoku Kokugikan, Adri berbagi tentang sisi lain dari laga yang akan berlangsung, kunjungan Sunoto untuk pertama kalinya di Jepang, serta strategi dan kondisi “The Terminator” setelah mempersiapkan diri menghadapi “Pretty Boy.”

ONE Championship: Sebagai perwakilan IndoGym, apa perasaan anda tentang tampilnya Sunoto dalam ajang terbesar dalam sejarah ONE Championship?

Adri Kumara: Pastinya bangga [dengan penampilan Sunoto]. Walaupun dibalik kebanggaan tersebut, ia memang sudah pantas. Sunoto adalah atlet paling lama dan paling aktif [berlaga bersama ONE] di Indonesia. Dalam divisi bantamweight, Sunoto memiliki jumlah kemenangan terbanyak setelah Bibiano Fernandes. Kebanggaan ini bukan hanya karena terpilih [untuk tampil], namun karena ia memang pantas berada disini.

ONE: Dalam konferensi press kemarin, Sunoto tampil dengan batik khas Indonesia. Apakah penampilan tersebut memang sudah dipersiapkan sebelumnya?

AK: Sebelumnya Sunoto sudah memberi tahu saya bahwa ia dibuatkan baju batik khusus, dengan julukannya “The Terminator.” Dengan kemeja tersebut, Sunoto cukup menonjol karena [para atlet] lainnya kebanyakan mengenakan setelan jas. Sunoto tampil “lebih Indonesia.”

ONE: Bagaimana kondisi psikologis Sunoto jelang laga ini?

AK: Secara fisik, Sunoto berada dalam kondisi yang prima. Jadi untuk laga ini, kita [Indogym] meminta sebuah pertandingan catchweight – 68 kg. Hal ini dikarenakan setelah laga terakhirnya di ONE:DAWN OF HEROES, Sunoto sempat pulang ke kampung halamannya dan kembali dengan berat badan lebih dari biasanya.

Tadi siang [tanggal 11 Oktober] kita melakukan penimbangan badan untuk pertama kalinya [dalam minggu pertandingan], dan ia sudah berada di berat 68 kg.

Sunoto orangnya sangat perfeksionis dalam minggu pertandingan. Ia rutin berlari selama 30 menit serta melakukan beberapa macam latihan, seperti calisthenics, push-up, sit-up serta padding.

ONE: Bagaimana strategi untuk menghadapi Kwon Won IL pada hari Minggu esok?

AK: Kita sudah mempelajari cara bertandingnya. Kita mengetahui bahwa dirinya memiliki kekuatan besar di tangan kanannya. Won Il sudah menjatuhkan dua orang, yaitu Anthony “The Archangel” Engelen dan Eric Kelly, namun “Pretty Boy” sangat disorot pada laga terakhirnya melawan Koyomi Matsushima, dengan teknik bantingannya.

Kita berharap untuk secepatnya membawa dirinya ke pertarungan ground, karena tidak ingin mengambil resiko dengan kekuatan tangan kanan tersebut, serta mengaplikasikan kendali penuh di bawah. Di dalam laga terakhirnya melawan Koyomi, ia sempat menerima bantingan dan tidak dapat melawan. Kita berharap agar dia dapat dibawa ke bawah dengan cepat.

Baca Lagi: ‘The Terminator’ Sunoto Janji Bangkit Setelah Laga Di Manila

Tokyo | CENTURY | Gelaran Ke-100 ONE Championship | Tiket: Dapatkan disini

  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Indonesia, tanggal 13 Oktober pukul 7:00 WIB – serta BAGIAN II, tanggal 13 Oktober pukul 15:00 WIB
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Amerika Serikat, tanggal 12 Oktober pukul 20:00 EST – serta BAGIAN II, tanggal 13 Oktober pukul 4:00 EST
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di India, tanggal 13 Oktober pukul 5:30 IST – serta BAGIAN II pukul 13:30 IST
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Singapura on 13 October pukul 8:00 SGT – serta BAGIAN II pukul 16:00 SGT
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Filipina on 13 October pukul 8:00 PHT – serta BAGIAN II pukul at 16:00 PHT
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Jepang on 13 October pukul 9:00 JST – serta BAGIAN II pukul 17:00 JST

ONE: CENTURY adalah ajang Kejuaraan Dunia bela diri terbesar dalam sejarah dengan 28 Juara Dunia yang tampil dalam berbagai disiplin bela diri. Belum ada organisasi dalam sejarah yang pernah mempromosikan dua ajang Kejuaraan Dunia di hari yang sama.

“The Home Of Martial Arts” kembali membuka babak baru dengan menyajikan beberapa laga perebutan gelar Juara Dunia, tiga babak final Kejuaraan World Grand Prix, serta serangkaian Juara Dunia yang akan melawan Juara Dunia lainnya di lokasi ikonik Ryugoku Kokugikan, Tokyo, Jepang, tanggal 13 Oktober.