Berita

Monumen Untuk Aung La N Sang Didirikan Di Myanmar

Sebuah patung perunggu yang menyerupai Aung La “The Burmese Python” N Sang telah didirikan di Myanmar untuk menghormati Juara Dunia dua divisi ONE ini.

Pemegang gelar dalam divisi middleweight dan light heavyweight ini menghadiri upacara yang menandai pembukaan patung ini di Kachin National Manau Park, di kota kelahirannya, Myitkyina, pada hari Minggu, 16 Desember.

Ribuan penggemar datang dan mendukung pahlawan nasional berusia 33 tahun ini.

Setelah berbicara pada penonton, “The Burmese Python” mengaku bahwa ia awalnya khawatir saat mengetahui akan mendapatkan monumen ini.

Dalam bahasa Inggris, Myanmar, dan bahasa Jingpho yang berasal dari Kachin, ia menjelaskan dalam beberapa kanal media sosialnya bahwa ia “terkejut dan menolak” pada awalnya, namun ia akhirnya menyetujui ide tersebut karena apa yang diwakili monumen tersebut.

“Saya baru saja memasuki masa terbaik dalam karier saya dan tidak menginginkan tekanan tambahan. Saya juga khawatir tentang kebencian yang akan datang dari mereka yang tidak menyetujui pembangunan patung ini,” sebutnya. 

“Namun ini bukanlah tentang saya. Ini adalah pengingat bagi seluruh pria dan wanita yang lahir di Dukatawng, atau di manapun di Myanmar, bahwa mereka juga dapat menjadi seorang Juara Dunia atau apapun yang mereka ingin capai dalam hidup.”

“Saya menyadari bahwa saya memiliki banyak kekurangan dan mungkin akan mengecewakan banyak orang di masa depan. Maka itu, jangan lihat diri saya, tetapi gunakan saya sebagai contoh bahwa sejak dari awal yang sederhana, dengan kerja keras, grit dan kemurahan Tuhan, segala kerja keras itu akan diberkati.”

“The Burmese Python” terakhir kali berlaga di ONE: PURSUIT OF GREATNESS pada bulan Oktober di Thuwunna Indoor Stadium, Yangon, dimana ia mengalahkan penantangnya Mohammad Karaki dengan sebuah TKO pada ronde pertama untuk mempertahankan gelar Juara Dunia ONE Middleweight miliknya.

Kemenangan itu membawa karier Aung La N Sang menjadi 24-10 (1 NC) dan memperpanjang kemenangan beruntunnya menjadi lima laga, yang dimulai saat ia merebut gelar divisi middleweight dari Vitaly Bigdash pada bulan Juni 2017.

“The Burmese Python” akan kembali beraksi dan mempertahankan salah satu sabuk emasnya pada awal 2019.

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.