Bela Diri Campuran

Membedah Divisi Atomweight Bela Diri Campuran Wanita Di ONE

Divisi atomweight wanita dalam disiplin bela diri campuran selalu menjadi salah satu divisi yang penuh aksi di ONE Championship, namun kini jajaran teratasnya telah berubah drastis.

Sementara gelar Juara Dunia dalam divisi ini telah lama dipegang oleh sang ratu yang nampak tak terkalahkan, beberapa penantang keras telah muncul satu tahun terakhir ini.

Dengan gelaran ONE: A NEW BREED yang baru saja berakhir, mari kita lihat para penantang ini dan membedah divisi atomweight yang semakin berkembang ini.

Sang Ratu Atomweight

Terkait dengan divisi atomweight wanita, “Unstoppable” Angela Lee telah benar-benar membuktikan julukannya. Sampai saat ini, ia tidak pernah kalah dalam divisi alaminya ini.

Setelah unggul atas Mei “V.V” Yamaguchi untuk merebut gelar Kejuaraan Dunia ONE Women’s Atomweight pada bulan Mei 2016, atlet Singapura-Amerika itu sukses mempertahankan sabuk emasnya melawan Jenny “Lady GoGo” Huang, Istela Nunes, Yamaguchi untuk kali kedua, serta penguasa divisi strawweight “The Panda” Xiong Jing Nan bulan Oktober lalu.

Lee memang sangat berbahaya dengan teknik grappling miliknya, dimana ia memadukan kemampuan gulatnya dengan pengalaman sebagai pemegang sabuk hitam Brazilian Jiu-Jitsu untuk mencetak penyelesaian atas Nunes dan “The Panda.”

Sebagai tambahan, teknik striking-nya yang selalu berkembang dari disiplin Muay Thai – yang diasahnya di bawah para instruktur elit dan Juara Dunia di Evolve – telah memberikan hasil luar biasa, terutama saat dirinya menaklukkan Huang.

Wanita yang masih berusia 24 tahun ini juga memiliki ketahanan tubuh yang sangat luar biasa, saat ia berlaga di ronde-ronde kejuaraan dalam berbagai ajang selama karier profesionalnya lima tahun terakhir ini. Akan dibutuhkan seseorang yang sangat spesial untuk melengserkan sang ratu atomweight ini, namun terdapat banyak penantang yang ingin meraih kesempatan itu.

Penantang Berikutnya

Denice “The Menace” Zamboanga mendapatkan hak untuk menantang Lee, dan ia mungkin juga menjadi wanita yang dapat merebut sabuk emas itu. Lagipula, ia telah secara konsisten menemukan celah dalam permainan lawan-lawannya dan dengan cerdas meraih keunggulan dari semua itu.

Dalam debut promosionalnya bulan Desember lalu, atlet Filipina tak terkalahkan ini menggunakan teknik grappling dan permainan bawahnya untuk menaklukkan Juara Dunia Wushu Jihin “Shadow Cat” Radzuan untuk meraih sebuah kemenangan mutlak.

Lalu, pada bulan Februari, ia menghindari teknik BJJ licin dari Yamaguchi, menyarangkan rangkaian pukulan keras di ground, serta menyarangkan berbagai teknik tinju di posisi stand-up untuk meraih sebuah kemenangan mutlak lainnya. Dengan mengalahkan wanita yang dua kali menjadi penantang gelar Juara Dunia ONE, “The Menace” layak meraih posisinya di peringkat teratas.

Namun, Zamboanga menerima sebuah laga lainnya karena ia ingin membuktikan bahwa ia benar-benar layak mendapatkan laga perebutan gelar itu – dan ia berhasil setelah menghentikan Watsapinya “Dream Girl” Kaewkhong hanya dalam waktu 88 detik di ajang ONE: A NEW BREED, Jumat malam.

Setelah pencapaian tersebut, “The Menace” nampak siap menghadapi apapun yang akan dilakukan oleh Lee dalam laga perebutan gelar Juara Dunia ONE Women’s Atomweight yang akan datang itu.



Penantang Dari ‘Negeri Tirai Bambu’

Sepasang atlet asal Tiongkok sedang mencetak nama besar dalam jajaran teratas divisi atomweight wanita.

Meng Bo, penantang peringkat kedua dalam divisi ini, adalah seorang Juara Bela Diri Campuran Tiongkok dengan latar belakang gulat dan tinju yang solid. Ia memegang rekor profesional 14-5, meraih kemenangan atas Weili Zhang, serta dengan cepat mencetak KO atas Laura “La Gladiadora” Balin dalam penampilan debutnya bersama ONE.

Sampai saat ini, warga Changsha ini hanya menampilkan sedikit dari kemampuannya bagi para penggemar di seluruh dunia, namun tekniknya sudah terasah dan kemampuan tinjunya memang semakin tajam.

Chinese star "MMA Sister" Lin Heqin knees Jomary Torres against the cage

Tepat di bawah Meng, dalam posisi peringkat ketiga, adalah kompatriotnya “MMA Sister” Lin Heqin.

Lin adalah spesialis sanda yang memegang rekor profesional 17-2-1. Ia dengan brilian menampilkan kemampuannya di bulan Maret 2019 saat ia menjadi wanita pertama yang menghentikan Jomary “The Zamboanginian Fighter” Torres, dengan kemenangan submission melalui kuncian triangle choke di ronde pertama.

Mungkin hanya masalah waktu sebelum salah satu wanita ini masuk ke laga perebutan sabuk emas itu, dan saat mereka melakukannya, mereka akan mendapatkan kesempatan untuk menjadi Juara Dunia ONE kedua dari Tiongkok (setelah Xiong Jing Nan).

Veteran Berpengalaman

Japanese mixed martial artist Mei Yamaguchi drops her ground and pound

Setelah ketiga penantang teratas itu, Yamaguchi hanya berada beberapa langkah sebelum sekali lagi meraih kesempatan untuk menantang Lee.

Atlet veteran Jepang ini dua kali berhasil menahan “Unstoppable” sampai akhir laga, dan walau ia belum meraih kemenangan di kedua laga itu, laga mereka selalu dapat mencuri perhatian.

Faktanya, Yamaguchi selalu mengakhiri laga dengan sangat tipis, dimana ia bahkan menjatuhkan atlet keturunan Singapura-Amerika itu dengan sebuah cross dalam laga awal mereka empat tahun lalu.

“V.V” memiliki pukulan kuat dan permainan BJJ kelas dunia, konsisten dalam menekan lawan, serta memiliki ketahanan tubuh luar biasa. Mungkin laganya yang ketiga dengan Lee akan memberi hasil berbeda.

Penantang Masa Depan

Japanese judo specialist Itsuki Hirata celebrates her win against Nyrene Crowley

Setelah rangkaian atlet teratas itu, terdapat beberapa atlet berbakat yang memiliki dasar dalam satu disiplin dan ingin mengembangkan kemampuan bela diri campuran mereka. Mungkin salah satu dari mereka dapat menjadi penantang teratas dalam divisi atomweight wanita ini di masa depan.

Spesialis judo Itsuki “Strong Heart Fighter” Hirata tampil sempurna dalam kompetisi bela diri campuran. Bintang Jepang ini memiliki rekor profesional 6-0 dan menghentikan tiap lawan yang dihadapinya.

Sebagai tambahan, mantan Juara Dunia dua disiplin ONE Stamp Fairtex juga mengaplikasikan teknik Muay Thai dan kickboxing miliknya dalam disiplin ini, dimana ia telah mendominasi seluruh lawannya dan meraih rekor sempurna 5-0 sejauh ini.

Indian wrestling star Ritu Phogat gets the winner's medal

Ritu “The Indian Tigress” Phogat memiliki catatan rekor 2-0. Juara Gulat India ini memang belum berpengalaman, namun ia telah menghentikan dua lawannya dengan teknik grappling sembari memberi ketegangan besar di dalam Circle.

Akhirnya, sepasang pejuang dalam disiplin wushu berikut ini dengan cepat mengembangkan kemampuan mereka.

Radzuan, yang berasal dari Malaysia, telah menambahkan kemampuan ground yang dinamis untuk mengimbangi arsenal striking-nya. Ia kini memiliki rekor 5-2, namun itu sebagian besar disebabkan karena ia berlaga menghadapi jajaran teratas dalam divisinya.

Hal yang sama juga layak diberikan pada atlet kebanggaan Indonesia Priscilla Hertati Lumban Gaol. Juara Dunia Wushu ini terus mengembangkan dirinya sembari mencetak penampilan yang layak masuk dalam jajaran ‘Laga Terbaik Malam Ini’. Ia juga telah menambahkan serangan gulat dan submission eksplosif ke dalam arsenalnya, serta memenangan tujuh dari sembilan laga terbarunya.

Sama seperti rival lamanya, “Shadow Cat,” Lumban Gaol mungkin juga dapat segera masuk ke dalam lima atlet teratas dalam divisi ini.

Baca juga: Deretan Cosplay Terbaik Bintang ONE Championship