Melawan Segala Rintangan, Angela Lee Taklukkan Istela Nunes

Angela Lee IMG_5289

Angela Lee ADUX0592

Saat para penonton di Singapore Indoor Stadium menyorakkan namanya di tanggal 26 Mei pada ajang ONE: DYNASTY OF HEROES, atlet yang berusia 20 tahun, Angela Lee, berlutut di tengah arena dengan air mata mengucur.

Itu nampaknya hanya seperti hari-hari lainnya bagi Lee. Dengan rekor tak terkalahkan 8-0, para penggemar telah juga terbiasa melihatnya mendominasi lawan, dengan penampilan terakhir dimana Lee meraih kemenangan submission spektakuler pada ronde kedua atas atlet Brasil, Istela Nunes.

Her anaconda don't, her anaconda don't – but Angela Lee's did.

Posted by ONE Championship on Friday, May 26, 2017

Namun bagi Lee, ia baru saja meraih sesuatu yang hampir tidak mungkin dilakukan.

Lagipula, sang Juara Dunia ONE Women’s Atomweight ini memasuki laga dengan menghadapi dua lawan kuat: Istela Nunes, wanita berbahaya yang dua kali menjadi Juara Dunia Muay Thai, serta sebuah penyakit radang paru-paru yang didiagnosa dokter hanya satu minggu sebelum malam pertandingan.

“Itu sangat sulit bagi tubuh saya. Itu juga sangat sulit secara mental dan emosional,” aku sang Juara Dunia. “Saya mengalami banyak kemunduran, karena saya sangat takut penyakit ini akan berpengaruh pada kemampuan saya untuk tampil di malam pertandingan. Saya sangat segan pergi ke dokter, karena saya tidak ingin mengetahui tentang penyakit saya atau seberapa buruk hal itu. Saya terbiasa untuk melawan.”

“Namun, ayah saya mendesak. Saya pergi ke rumah sakit tujuh hari sebelum laga. Tes darah saya menyatakan bahwa saya menderita infeksi dalam paru-paru saya, dan itu adalah salah satu jenis radang.”

Angela Lee ADUX0515

Sangat sulit bagi seseorang yang normal untuk mengatasi radang paru-paru. Jelas, itu lebih sulit bagi seseorang yang berkompetisi melawan atlet elit seperti Nunes di bawah pengaruh penyakit tersebut.

Chatri Sityodtong, Founder, Chairman dan CEO dari ONE Championship, mengharapkan Lee atau ayahnya, Ken, untuk membatalkan laga dan ia pun akan menerimanya.

“Sepanjang waktu ini, saya menunggu baik Angela atau ayahnya untuk membatalkan laga. Saya bahkan bertanya beberapa kali untuk membatalkan, namun itu tak ditanggapi,” kata Sityodtong dalam sebuah postingan Facebook.

“Guru Muay Thai saya, praktisi legendaris Kru Yodtong Senanan, mengatakan pada saya bahwa seorang Juara Dunia adalah seseorang yang dapat menang di bawah keadaan apapun. Hari ini, Angela Lee melewati ujian yang tidak mungkin dalam perjalannya menampilkan kehebatan dirinya.”

Sifat Juara di dalam Lee tidak ingin menyerah. Ia mengetahui bahwa satu-satunya cara bagi dirinya mempertahankan gelarnya ini adalah dengan berlaga di dalam arena.

“Bahkan di ruang ganti sebelum laga, saya masih muntah-muntah,” kata Lee. “Saya gugup, tetapi saya juga mengetahui seberapa keras saya berusaha untuk ini. Saya yakin bahwa segala sesuatunya terjadi untuk sebuah alasan, dimana saya meyakini itu.”

“Saya berpikir pada diri saya sendiri, ‘Jika saya dapat sampai di sini, apalah artinya 30 menit lagi?’ Maka saya keluar menuju arena dengan senyuman di wajah saya dan menyelesaikan tugas saya.”

Angela Lee IMG_5101

Terlepas dari memerangi penyakit dan dampaknya, Lee memilih untuk tetap maju. Ia memasuki arena ONE Championship melawan atlet yang ingin merebut segala sesuatu yang ia perjuangkan. Nunes datang mengincar sabuk itu, dan satu-satunya orang yang dapat menghentikannya adalah Lee sendiri.

Melawan segala rintangan, Lee berjaya atas kesulitan luar biasa, dan menempatkan penampilan terbaik seumur hidup.

“Kemenangan ini sangat berarti bagi saya karena saya telah mengatasi ujian terbesar saya – bukan hanya Istela Nunes, namun ketakutan dan keraguan saya sendiri,” kata Lee dengan kelegaan besar.

“Tidak sekalipun saya berpikir untuk menyerah atau membatalkan laga ini. Itu bukan diri saya. Saya adalah seorang petarung dan saya memilih untuk tak mengenal rasa takut di hadapan tantangan, karena ketahananlah yang akan membawa kejayaan.”

Angela Lee ADUX0639

Apakah ada keraguan tentang status Lee sebagai atlet yang terbaik di dunia? Dalam catatan rekornya, kemenangannya Jumat malam lalu mungkin hanya menjadi sebuah tambahan angka dalam kolom kemenangannya. Namun apa yang dicapai oleh Lee tentunya akan tetap ada bersamanya sampai kariernya selesai.

“Tanpa keraguan, Angela adalah salah satu Juara Dunia terhebat di muka bumi dalam segala divisi – pria atau wanita. Ia adalah pejuang sejati yang menampilkan semangat sejati dari seni bela diri,” kata Sityodtong dengan penuh kebanggaan.

Selengkapnya di Fitur

Rodtang Jitmuangnon Denis Puric ONE 167 137
Tawanchai PK Saenchai Jo Nattawut ONE 167 78
DUX 1183
Rodtang Jitmuangnon Edgar Tabares ONE Fight Night 10 36
Johan Ghazali Edgar Tabares ONE Fight Night 17 21 scaled
Rodtang Jitmuangnon Edgar Tabares ONE Fight Night 10 28
Johan Ghazali Edgar Tabares ONE Fight Night 17 21 scaled
Tawanchai PK Saenchai Superbon Singha Mawynn ONE Friday Fights 46 123 scaled
Victoria Souza Noelle Grandjean ONE Fight Night 20 34
MasaakiNoiri 1200X800 1
Katsuki Kitano Halil Kutukcu ONE Friday Fights 38 25
Jo Nattawut Luke Lessei ONE Fight Night 17 84 scaled