Bela Diri Campuran

Lito Adiwang Incar Lawan Papan Atas Setelah Cetak Kemenangan Ciamik

Dari sekian banyak performa apik yang ditampilkan para bintang dalam ajang ONE: FIRE & FURY, bisa dibilang tak ada yang lebih spektakuler dari aksi Lito “Thunder Kid” Adiwang.

Pada Jumat, 31 Januari, bintang yang sedang naik daun asal Team Lakay ini mencetak penyelesaian ronde pertama yang kedua secara berturut-turut setelah mengunci Pongsiri “The Smiling Assassin” Mitsatit lewat teknik kimura di Manila, Filipina.

Laga tersebut nyaris tanpa cela bagi Adiwang yang menunjukkan dominasi di hampir semua area seni bela diri campuran.

Faktanya, sebelum mengunci atlet asal Thailand tersebut dalam duel ground, Adiwang hampir mencetak TKO saat serangan bertubi-tubinya menghantam lawan. Namun determinasi serta jiwa besar dari Mitsatit membuatnya bertahan dan beralih mengancam atlet asal Filipina itu dalam duel ground.

“Jujur, saya terkejut akan ketangguhannya,” Adiwang mengakui.

“Dia bukan lawan yang mudah dikalahkan. Diawal, saya menyerangnya dengan segala yang saya punya. Namun dia berhasil bangkit dengan cepat.”

Kemampuan Mitsatit untuk bertahan dan menyesuaikan diri memaksa “Thunder Kid” untuk beradaptasi dan bereaksi dengan cepat. Dalam beberapa detik setelah punggungnya dikuasi lawan, atlet berusia 26 tahun asal Benguet ini segera bermanuver dalam posisi tidak ideal dan membuat lawannya terkejut lewat sebuah kuncian oportunis.

Karena kemampuannya dalam mengontrol diri dan tidak terbawa panik, Adiwang mampu berpikir satu langkah di depan dibandingkan lawannya dan karena itulah ia bisa mencetak hasil yang memuaskan.



“Hal yang membuat saya sangat senang adalah bagaiamana saya bisa mencetak penyelesaian, mengantarkan kemenangan bagi para penggemar dan mengimplementasikan game plan tanpa mengalami cedera. Saya sangat senang dengan hal itu,” tutur Adiwang.

“Satu hal yang saya suka lebih dari kondisi fisik adalah tentang ketajaman di atas Circle. Saya percaya tak peduli seberapapun anda siap secara fisik, jika mental anda tidak siap untuk mengikuti game plan,  semuanya akan berakhir sia-sia.

“Saya melakukannya. Saya menggerakan pikiran saya seperti halnya saya menggerakan tubuh saya, jadi saya bisa melakukan apapun yang ingin saya lakukan di sana [Circle].”

Adiwang saat ini memegang rekor 2-0 di “The Home Of Martial Arts,” dan secara keseluruhan, ia hanya membutuhkan waktu empat menit dan 59 detik untuk meraihnya. Ia kini tengah membukukan tujuh kemenangan beruntun setelah menggebrak dalam ONE Warrior Series sebelum memasuki pentas global.

Meskipun masih relatif baru dalam kompetisi tertinggi, hasil yang ia dapatkan menunjukkan bahwa ia mampu melakukan sesuatu yang spesial hampir di setiap aksinya di atas Circle. Karena alasan tersebut, ia percaya bahwa ia berhak mengambil langkah selanjutnya.

Jika mendapat kesempatan tersebut, “Thunder Kid” memastikan kepada para penggemarnya bahwa ia siap untuk menghadapi tantangan tersebut.

“Sekarang, ini semua tentang meningkatkan [kemampuan] diri. Saya akan menjadi lebih baik dari hari ini, lebih baik dari kemarin, dan terus melaju sehingga saya selalu mampu menunjukkan penampilan yang baik dan menyajikan pertarungan yang sengit,” tambahnya.

“Saya ingin menantang diri sendiri. Saya tidak menginginkan sebuah batu loncatan. Saya ingin atlet sekaliber papan atas dan atlet juara. Mereka yang ingin saya uji.”

Baca juga: Brandon Vera Akan Pertahankan Gelar ONE Heavyweight Di Manila