Bela Diri Campuran

Apa Langkah Selanjutnya Dari Para Pemenang Di ONE: FIRE & FURY?

ONE Championship kembali ke ibukota Filipina untuk pertama kalinya dalam tahun 2020 dengan sebuah kartu pertandingan yang menarik, yang menampilkan superstar internasional terbesar dan atlet terbaik andalan tuan rumah pada hari Jumat, 31 Januari.

Ajang terbaru dari promotor ini, ONE: FIRE & FURY, menawarkan banyak hal menarik bagi para fans di dalam Mall Of Asia Arena, namun terdapat beberapa momen yang tak terduga saat para penantang baru muncul menaklukkan para atlet veteran favorit.

Tiap kemenangan dan kekalahan hanyalah bagian dari sebuah cerita, namun para pemenanglah yang akan dapat bergerak mendekati sabuk emas dalam divisi mereka masing-masing. Dengan itu, berikut adalah lima lawan potensial bagi para pemenang besar dari Manila, Filipina.

Pieter Buist

Surging Dutchman Pieter "The Archangel" Buist is ready for his battle with Eduard Folayang

Pieter “The Archangel” Buist meraih kemenangan terbesar dalam kariernya saat ia merebut keputusan terbelah, atau split decision, atas mantan Juara Dunia ONE Lightweight Eduard “Landslide” Folayang.

Atlet berbakat asal Belanda ini, yang kini menemukan dirinya sendiri berada dalam delapan kemenangan beruntun, ingin memasuki laga perebutan gelar Juara Dunia. Namun, ia mungkin harus mengalahkan salah satu penantang teratas lainnya sebelum ia dapat meraih kesempatan merebut emas.

Saygid “Dagi” Guseyn Arslanaliev dapat menjadi lawan yang sempurna, karena satu-satunya kekalahan atlet Turki ini sejak tahun 2017 adalah di tangan penguasa divisi ini, Christian “The Warrior” Lee.

“Dagi” mendobrak jalur untuk memasuki Final Kejuaraan ONE Lightweight World Grand Prix dengan kekuatan KO-nya, dan ia dapat menampilkan tantangan tersendiri bagi keahlian kickboxing jarak jauh milik Buist.

Pertandingan antara kekuatan melawan jangkauan mungkin dapat menjadi sangat menarik, dan sang pemenang dapat maju untuk mencoba merebut gelar milik Lee.

Danny Kingad

Pahlawan Filipina Danny “The King” Kingad meraih kemenangan menarik atas “The Hunter” Xie Wei, dimana ia kini telah meraih tujuh kemenangan dari delapan laga di atas panggung dunia.

Mungkin saat ini, ia dapat langsung berlaga melawan seseorang yang seharusnya ia temui dalam babak semifinal ONE Flyweight World Grand Prix – mantan Juara Dunia ONE Flyweight Kairat “The Kazakh” Akhmetov.

“The Kazakh” memiliki kemenangan beruntun dan walau cedera telah membuatnya berada di sisi ring, dirinya akan terus berlaga di bagian teratas divisi ini saat ia kembali nanti. 

Kingad telah mengalahkan kebanyakan atlet flyweight elit lainnya, dan ia pun akan memperkuat pencapaiannya demi sebuah kesempatan melawan pemenang antara Adriano Moraes dan Demetrious Johnson jika dirinya mampu memberi Akhmetov kekalahan ketiga dalam kariernya.

Shoko Sato

Japanese bantamweight Shoko Sato with the winner's medal

Dalam sebuah penampilan luar biasa lainnya, Shoko Sato mencetak submission atas pencetak KO asal Korea Selatan “Pretty Boy” Kwon Won Il melalui kuncian rear-naked choke pada ronde pertama. Sebagai hasilnya, ia mencetak rekor 3-0 dalam organisasi bela diri terbesar di dunia ini.

Atlet terbaik Jepang ini telah menyelesaikan enam lawannya dalam kompetisi bela diri campuran, dan ia pun akan ingin maju menghadapi Juara Dunia ONE Bantamweight Bibiano “The Flash” Fernandes.

Sato, Juara Dunia Shooto Bantamweight, memiliki kemampuan striking dan grappling yang mumpuni untuk mengimbangi atlet Brasil ini, dan kemampuannya mencetak penyelesaian menunjukkan bahwa ia dapat menjadi pria yang mampu melengserkan Fernandes.

Tatsumitsu Wada

DEEP Flyweight World Champion Tatsumitsu "The Sweeper" Wada heads to the Circle in January 2020

Tatsumitsu “The Sweeper” Wada mendominasi atlet yang sebelumnya tak terkalahkan, Ivanildo “Monstrinho” Delfino, untuk meraih kemenangan ketiganya bersama ONE di ibukota Filipina, dimana atlet Jepang ini ingin membuktikan bahwa ia layak berada di jajaran elit divisinya.

Mantan Juara Dunia ONE Flyweight Geje “Gravity” Eustaquio mungkin dapat merusak rekornya. Keduanya telah menghadapi lawan-lawan sulit, namun tiap pejuang ini harus konsisten mengumpulkan kemenangan demi naik peringkat.

Wada, dengan pergerakan cepat dan permainan bawah yang agresif, tidak mudah ditebak, namun “Gravity,” produk Team Lakay, adalah seorang veteran yang mungkin memiliki apa yang dibutuhkan untuk mengganggu ritmenya.

Lito Adiwang

Team Lakay's Lito Adiwang celebrates his victory over Pongsiri Mitsatit

Atlet penghancur dari divisi strawweight Lito “Thunder Kid” Adiwang mampu menaklukkan Pongsiri “The Smiling Assassin” Mitsatit dan memperpanjang rekornya bersama ONE menjadi 2-0, dengan dua penyelesaian pada ronde pertama.

Mantan Juara Dunia ONE Strawweight Yosuke “The Ninja” Saruta adalah lawan yang mungkin dapat menjadi penantang sepadan, dengan kekuatan yang menyamai Adiwang di atas kakinya dan kemampuan gulat untuk beradu di atas kanvas jika dibutuhkan.

Banyak atlet yang mungkin akan menyerah dengan kekuatan Adiwang, namun tidak Saruta. Laga ini mungkin akan menjadi pertemuan antara “kekuatan tak terhentikan melawan objek tak tergerakkan,” dengan kemungkinan perebutan posisi teratas divisinya.

Baca Juga: Brandon Vera Akan Pertahankan Gelar ONE Heavyweight Di Manila