Berita

Lito Adiwang Curi Perhatian Dalam Kartu Awal ONE: FIRE & FURY

Kombinasi serangan eksplosif dari para bintang yang tampil dalam kartu awal ajang ONE: FIRE & FURY menjadi sorotan saat ONE Championship menghelat gelaran kedua di tahun 2020 ini.

Pada hari Jumat, 31 Januari, penggemar yang memenuhi Mall Of Asia Arena di Manila disuguhi aksi tanpa henti dalam enam laga yang tersaji di paruh awal.

Berikut adalah rangkuman dari aksi dari ibukota Filipina ini.

Tatsumitsu Wada Tampil Dominan Lewat Aksi Ground Ciamik

Eksekusi game plan yang sangat baik dari Tatsumitsu “The Sweeper” Wada! ???? ????

Eksekusi game plan yang sangat baik dari Tatsumitsu “The Sweeper” Wada! ???? ????

Posted by ONE Championship Indonesia on Friday, January 31, 2020

Atlet Jepang Tatsumitsu “The Sweeper” Wada menutup kartu awal ONE: FIRE & FURY dengan kemenangan meyakinkan atas Ivanildo “Monstrinho” Delfino dalam kontes divisi flyweight malam itu.

Tatsumitsu tampil dominan dan menghukum pendatang baru asal Brasil itu melalui serangkaian serangan atas dan permainan ground. Alhasil, “Monstrinho” tidak mampu melayangkan tinjunya yang kuat hingga bel akhir berbunyi.

“The Sweeper” mengikat Ivanildo dengan clinch dan memitingnya ke dinding Circle. Ia lanjut menyeret lawannya ke ground dan menghujaninya dengan sikutan. Ivanildo tak mampu menghindari upaya kuncian lawan dan nampak kerepotan untuk menjawab serangan atlet Jepang tersebut.

Pada akhirnya, para juri memberikan kemenangan lewat keputusan mutlak bagi “The Sweeper,” yang menambah rekor kemenangannya menjadi 22-11-2 (1NC)

Permainan Cerdas Bawa “Ninja Line” Unggul Atas Alma Juniku

"Ninja Line" ???????? tunjukkan strategi dan dominasi penuh atas Alma Juniku! ????

"Ninja Line" ???????? tunjukkan strategi dan dominasi penuh atas Alma Juniku! ????

Posted by ONE Championship Indonesia on Friday, January 31, 2020

Anne “Ninja Line” Line Hogstad mengawali debutnya bersama ONE Championship dengan sebuah kemenangan.

Dalam laga ONE Super Series Muay Thai divisi atomweight, atlet Norwegia ini tampil impresif dan mengalahkan Alma Juniku. Menekan sejak awal ronde, Alma mengandalkan serangan konvensional ala Muay Thai dan mencoba menekan “Ninja Line” ke dinding Circle dengan beberapa kombinasi.

Namun, kelihaian Anne dalam mencari celah dan menyerang balik terbukti lebih efektif. Beberapa serangan sikut pun mendarat telak di wajah atlet berusia 19 tahun dari Australia itu. Pada stanza kedua, Anne nampak lebih nyaman dan menahan beberapa serangan dari Alma.

Sebuah kartu kuning dari wasit karena teknik ilegal pun nampak mempengaruhi permainan atlet berdarah Albania ini. Alma menjadi lebih agresif pada romde terakhir, sebagai kompensasi pengurangan poin yang dideritanya.

Berkat gaya bertanding yang lebih taktis, Anne dinyatakan sebagai pemenang setelah tiga ronde keras melalui keputusan mayoritas (majority decision). Hasil ini menambah raihan profesionalnya menjadi 14-5-0.

Kuncian Kimura Beri “Thunder Kid” Kemenangan Beruntun Ketujuh

Lito "Thunder Kid" Adiwang ⚡ hentikan hentikan Pongsiri Mitsatit dengan submission di ronde pertama!

Lito "Thunder Kid" Adiwang ⚡ hentikan Pongsiri Mitsatit dengan teknik kuncian kimura di ronde pertama!

Posted by ONE Championship Indonesia on Friday, January 31, 2020

Tampil di depan kompatriotnya seolah memberi Lito “Thunder Kid” Adiwang kekuatan tambahan.

Perwakilan Team Lakay ini hanya membutuhkan satu ronde untuk mengalahkan Pongsiri “The Smiling Assasin” Mitsatit dalam laga divisi strawweight yang penuh aksi sejak bel berbunyi.

Meski sempat berjalan dengan tempo lambat, sebuah tendangan dari atlet asal Baguio tersebut langsung menyulut kontak fisik dan rangkaian aksi agresif dari kedua atlet itu. Tidak lama kemudian, keduanya bertukar serangan hingga laga beralih ke atas kanvas.

“Thunder Kid” dengan cerdas memanfaatkan posisi atas untuk membanjiri “The Smiling Assasin” dengan rangkaian ground and pound. Saat lulusan ONE Warrior Series ini nampak nyaman melayangkan serangan, Pongsiri berhasil melakukan deflection dan membawa Lito kembali berdiri untuk bertukar kombinasi pukulan dan lutut dalam ritme cepat.

Saat terlibat aksi saling mengunci di dinding Circle, Lito melihat peluang dan beehasil mendapatkan posisi ideal demi sebuah kuncian kimura licin. Hasil ini mempertajam rekor atlet berusia 26 tahun tersebut menjadi 10-2, dan menambah kemenangan beruntunnya yang ke-7.

“Saya sangat bersemangat untuk dapat segera tampil kembali,” tutur Lito setelah laga keras ini.

Grappling Berkelas Gina Iniong Atasi Asha Roka

Gina Iniong ???????? berhasil menghentikan perlawanan ???? Asha Roka dan raih kemenangan mutlak!

Gina Iniong ???????? berhasil menghentikan perlawanan ???? Asha Roka dan raih kemenangan mutlak!

Posted by ONE Championship Indonesia on Friday, January 31, 2020

Laga antara Gina “Conviction” Iniong melawan Asha “Knockout Queen” Roka berakhir manis bagi “Conviction,” setelah ia tampil dominan selama tiga ronde untuk mengamankan kemenangan melalui keputusan mutlak.

Pada ronde pertama, perwakilan Team Lakay itu langsung menyerang dengan takedown dan berhasil menjatuhkan Asha ke atas kanvas. Namun, atlet asal India ini berhasil mempertahankan diri dengan kemampuan ground yang telah meningkat.

Pada stanza kedua, laga kembali berlangsung di ground, yang kini dikendalikan dengan baik oleh Asha. Tak bertahan lama, Gina mampu mengambil kendali dengan membawanya ke dinding Circle. Atlet berusia 30 tahun itu mampu menerapkan kuncian headlock, namun “Knockout Queen” dapat bertahan sampai bel akhir ronde kedua.

Pada ronde terakhir, upaya takedown Gina kembali membawa lawannya ke atas kanvas, dimana ia nampak mendominasi di area meski tanpa kuncian penutup.

Dengan kemenangan ini, Gina meningkatkan rekornya menjadi 9-4-0, dimana ini menandai kedatangan kembalinya sebagai atlet papan atas divisi atomweight. Pada laga sebelumnya, ia juga mengalahkan kontender kuat Jihin “Shadow Cat” Radzuan.

“The Steel Locomotive” Melaju Raih Kemenangan Mutlak

Rodlek ???????? membuka ONE: FIRE & FURY dengan kemenangan mutlak!

Rodlek ???????? membuka ONE: FIRE & FURY dengan kemenangan mutlak!

Posted by ONE Championship Indonesia on Friday, January 31, 2020

Laga bantamweight dalam rangkaian ONE Super Series Muay Thai yang mempertemukan atlet asal Thailand Rodlek PK.Saenchaimuaythaigym dan Chris Shaw asal Skotlandia berlangsung impresif. Dalam tiga ronde laga ini, kedua atlet menampilkan kelihaiannya – dengan Chris menitik beratkan pada akumulasi dan Rodlek mengandalkan kombinasi serangan keras.

Chris terlihat sangat mahir dalam mengganti kuda-kuda demi mengubah sudut serangan dengan cepat. Namun, kekuatan dan kombinasi serangan Rodlek ternyata lebih membuahkan hasil. Hook kiri Rodlek pada 20 detik terakhir sebelum laga usai mampu menjatuhkan atlet berusia 29 tahun asal Glasgow tersebut.

Meski demikian, Juara Dunia Muay Thai yang berlatih di sasana POS Fight Team/Boxfit Glasgow ini mampu bertahan hingga laga usai. Rodlek meraih kemenangan melalui keputusan mutlak dan sukses menambah rekor profesionalnya menjadi 128-40-5 – yang juga adalah kemenangan ketiga beruntun selama berkiprah di atas panggung dunia.

Laga Jomary Torres Dan Jenny Huang Berakhir Dengan ‘No Contest’

Jomary Torres vs. Jenny Huang ends in a no-contest at ONE: FIRE & FURY

Aksi menjanjikan dari dua atlet atomweight harus terhenti demi melindungi keselamatan salah satu pesaing, namun beberapa aksi menarik sempat terlihat selama laga pembuka ini berlangsung.

Jomary “The Zamboanginian Fighter”  Torres langung melayangkan serangkaian pukulan sesaat setelah mementahkan tendangan kaki kiri Jenny “Lagy GoGo” Huang di awal laga mereka – yang menyebabkan atlet Cina Taipei ini hampir kehilangan keseimbangan.

Jomary sempat harus menerima perawatan setelah menerima serangan di area sensitifnya. Tak perlu waktu lama, keduanya bertukar pukulan saat laga berlanjut. Jenny mencoba melayangkan sebuah serangan siku memutar, atau spinning elbow, dan sebagai balasannya Jomary mendaratkan beberapa serangan.

Saat berada dalam posisi clinch, serangan lutut Jenny kembali mengenai bagian sensitif lawannya. Laga sempat terhenti demi memberi waktu bagi Jomary untuk menerima bantuan tim medis.

Namun, laga harus berakhir tanpa kemenangan, atau ‘No Contest’ karena perwakilan Catalan Fighting System itu tak mampu melanjutkan pertandingan.

Baca juga: Prediksi Bintang Indonesia Terkait ONE: FIRE & FURY