Bela Diri Campuran

Koyomi Matsushima Mengincar Kemenangan KO Di Jakarta

Koyomi “Moushigo” Matsushima mengalami hambatan dalam upaya pertamanya untuk merebut gelar Junia Dunia ONE tahun lalu, namun ia berencana untuk kembali berupaya menggapai puncak dengan memenangi laga antar striker dalam ajang ONE: WARRIOR’S CODE.

Pada Jumat, 7 Februari, atlet featherweight dari Jepang ini akan melawan “The Fighting God” Kim Jae Woong dalam laga pembuka kartu utama dari pergelaran yang akan dihelat di Istora Senayan Jakarta, Indonesia.

Seniman knockout asal Korea Selatan yang akan menjadi lawannya mampu menggebrak di panggung global saat mengalahkan Rafael Nunes, namun Koyomi tidak gentar – ia menjadi lebih bersemangat.

“Semakin dekat menuju laga, saya lebih banyak berlatih tahap akhir. Saya menjadi lebih bersemangat, dan sekarang saya ingin masuk ke [arena] secepatnya,” katanya.

Dalam dua pertandingan terakhirnya, Koyomi menunjukkan strategi yang menitikberatkan pada gulat, dan Kim pun memprediksi hal yang sama akan terjadi dalam duel mereka. Namun striking adalah fondasi dasar dari kemampuan bela diri campuran “Moushigo”, dan tampaknya ia ingin menunjukkan hal itu.

Walaupun dalam beberapa bulan terakhir ia menghabiskan banyak waktunya untuk berlatih grappling, pemegang sabuk hitam Kyokushin karate ini juga telah telah meningkatkan kemampuan tinju serta footworknya demi meraih kemenangan yang tak bisa dilupakan sepert yang ia raih pada awal kariernya bersama ONE.

“Saya bergabung dengan sasana tinju dan memperbaharui kemampuan striking saya,” katanya.

“[Kim] adalah striker komplet. Ia mungkin akan berpikir saya hanyalah seorang grappler, jadi saya ingin memenangkan laga lewat striking. Saya ingin menunjukkan saya dapat mengendalikan gerakan saya tanpa terperangkap dalam permainannya.

“Dia mempunyai gaya striking yang khas, kuat, dan penuh tekanan. Saat ini dia sedang dalam performa yang apik, jadi saya ingin menghentikan dia secara meyakinkan. Dia bertanding dalam jarak tinju, jadi saya harus melancarkan serangan saya dari luar jarak tersebut.”



Matsushima mungkin sudah tak sabar untuk menampilkan keunggulannya, namun ia paham betul dengan kekuatan dan bahaya yang bisa ditimbulkan oleh atlet asal Extreme Combat dan Top Gym BF tersebut.

Kim mempunyai rekor tak terkalahkan sebagai petinju dan enam dari 10 kemenangannya dalam bela diri campuran diraih lewat knockout. Selain itu, ia menunjukkan semangat pejuangan tanpa lelah dalam laga debut yang membuktikan kapasitasnya sebagai lawan tangguh saat bertukar serangan.

“Secara fisik, dia sangat kuat. Ada faktor itu, dan dia tidak terlihat gentar pada apapun saat mendapatkan momentum. Saya rasa itulah kekuatannya – saya pikir tidak mudah untuk menjatuhkannya,” jelas Matsushima.

“Kami mungkin akan mengambil waktu untuk mengukur satu sama lain. Saya tidak ingin masuk ke dalam jaraknya, tapi saya pikir ia akan sering menendang rendah diluar jaraknya, jadi saya akan mencari peluang di sana.”

Bintang asal Pancrase ISM Yokohama juga telah menyaksikan betapa berbahayanya “The Fighting God” dengan tangannya, tapi ia merasa bahwa percaya pada kemampuan diri sendiri adalah jalan terbaik.

Koyomi Matsushima defeats Kwon Won Il

“Tentunya, di pertandingan terakhirnya, dia menjatuhkan lawannya dengan body blow, jadi dia pasti kuat di area itu, namun saya tidak butuh fokus kesitu,” tambahnya.

“Jika begitu, saya tidak akan dapat bergerak dengan bebas. Pertama, saya ingin fokus ke gerakan saya. Saya pikir takedown saya sudah bagus, jadi disitulah permainan saya. Saya telah sparring secara terus menerus untuk menyerang dengan takedown dan tidak menunggu serangannya. Jika saya dapat lakukan itu dalam pertandingan, semuanya akan lancar.

“Saya rasa dia hanya menunjukkan kemampuan terbaiknya, jadi saya harus menahan [serangannya] dan mengeluarkan yang terbaik dari saya. Saya rasa dia pernah bilang bisa mengalahkan saya, jadi akan saya buktikan kalau dia salah.”

Baca Juga: Eko Roni Saputra Mengincar Kemenangan Cepat Di Jakarta