Bela Diri Campuran

Itsuki Hirata Incar Kemenangan Lanjutan Lewat Submission Di Jakarta

Sebuah perubahan terakhir dari lawan tanding seseorang dapat mengacaukan pemusatan latihan beberapa atlet, namun Itsuki “Strong Heart Fighter” Hirata tetap yakin sebelum ajang ONE: WARRIOR’S CODE.

Jumat nanti, tanggal 7 Februari, judoka asal Jepang ini akan kembali mengincar performa dominan seperti kemenangan submission atas Rika “Tiny Doll” Ishige dalam ajang ONE: CENTURY dengan penyelesaian lainnya melawan Nyrene “Neutron Bomb” Crowley di Jakarta, Indonesia.

Crowley naik ke atas ring untuk menggantikan Bi “Killer Bee” Nguyen, dan walaupun Hirata cukup kecewa tidak dapat menghadapi bintang keturunan Vietnam-Amerika itu, ia masih senang mendapatkan kesempatan untuk memperpanjang rekor sempurnanya dalam bela diri campuran.

Sebagai tambahan, ia pun yakin bahwa gaya Crowley hampir sama seperti lawan sebelumnya, maka ia tidak akan harus khawatir untuk merubah seluruh game plan miliknya melawan perwakilan Bali MMA itu.

“Saya ingin menghadapi Nguyen, namun saya senang saya masih dapat bertanding. Saya tidak sabar berlaga. Saya berada dalam kondisi bagus,” sebutnya.

“Kami sedang mendekati laga, jadi bahkan jika saya merubah game plan saya, itu tidak akan membuat banyak perbedaan.”

Atlet berusia 20 tahun dari Tokyo ini masih tak terkalahkan sebagai seorang atlet bela diri campuran, dan telah menggunakan kemampuan judo miliknya untuk menyelesaikan lima lawannya melalui submission – termasuk sebuah kuncian Americana atas Angelie Sabanal dalam debutnya bersama ONE dan armbar licin atas Ishige.

Hirata sangat yakin dengan kemampuan grappling-nya, dan meyakini bahwa ne waza (teknik ground) miliknya akan menjadi kunci kesuksesan di Istora Senayan. Walau Crowley telah menampilkan kemampuannya secara menyeluruh dalam rangkaian ONE Warrior Series, “Strong Heart Fighter” yakin ia akan harus berjaga-jaga atas kemampuan kickboxing rivalnya itu. 



“Saya berlatih gulat dan takedown untuk mengatasi striking-nya. Kemampuan grappling saya lebih kuat, jadi jika [laga] beralih ke ground, saya akan membuatnya sangat rapat,” sebutnya.

“[Crowley] adalah seorang striker. Saya tidak dapat membiarkannya mengendalikan ritme. Saya kira ia akan keluar dengan striking-nya, maka jika saya melihat kesempatan membawa laga ke ground, saya akan melakukannya.”

“Ia akan menggunakan tendangan kirinya ke tengah badan, maka saya harus menemukan jarak dimana ia tidak dapat menangkap saya dengan itu – dan kekuatan pukulan Superman-nya [cukup berbahaya].”

Jika ia dapat berada di posisi aman di atas kakinya dan membawa laga ke dalam dunianya, ia yakin bahwa ia dapat memperpanjang rekor submission-nya menjadi enam kali.

“Kekuatan saya adalah grappling saya, maka saya ingin menampilkan itu – saya ingin menunjukkan lebih banyak teknik yang saya miliki,” sebutnya.

“Jika itu beralih ke ground, saya lebih kuat di sana. Tidak mungkin saya akan kalah di posisi ground. Saya akan menyerangnya dari posisi bawah atau atas. Saya akan mengincar punggungnya dan menyelesaikan dari situ.”

Itsuki Hirata dominates Rika Ishige on the gound at ONE CENTURY

Sebuah kemenangan dalam ajang ONE: WARRIOR’S CODE akan memberi Hirata catatan rekor sempurna 6-0, yang akan menjadi salah satu yang paling luar biasa dalam divisi atomweight wanita.

Ini akan menjadikan perwakilan K-Clann itu sejajar untuk menghadapi salah satu dari beberapa nama besar dalam divisinya, dimana ia nampak ingin melawan siapapun yang diberikan oleh penata tanding dalam “The Home Of Martial Arts.”

Namun, jika ia dapat mengatasi striking keras dari Crowley pada tanggal 7 Februari, ada satu atlet yang diincarnya.

“Saya harus berada di dekat puncak divisi atomweight, dan saya ingin melawan Stamp (Fairtex) satu saat dalam tahun ini,” sebutnya.

“Jika saya menang, saya ingin segera mendapatkan laga lainnya, namun saya akan memikirkan itu setelah laga berikut ini. Saya rasa Mei (Yamaguchi) juga kuat, maka ada kemungkinan saya akan menghadapinya sebelum Stamp. Bergantung pada cederanya, saya [juga] ingin menghadapi Nguyen, namun saya siap menghadapi siapapun.”

“Saya akan membuktikan bahwa kemampuan grappling saya adalah yang terkuat. Tujuan saya tahun ini adalah untuk menghadapi Stamp di Jepang, maka saya harus tetap menang.”

Baca Juga: 5 Submission Terbaik Dari Bintang Yang Berlaga Di ONE: WARRIOR’S CODE