Berita

Kim Jadikan Tang Kai ‘Pemanasan Bagus’ Untuk Perebutan Gelar

“The Fighting God” Kim Jae Woong tak merasa khawatir jelang laga featherweight bela diri campuran melawan Tang Kai di ONE: ONLY THE BRAVE, Jumat, 28 Januari ini.

Sebaliknya, penantang teratas divisi ini melihat laga tersebut sebagai kesempatan menampilkan kemampuan stand-up yang mematikan sebelum ia menantang sabuk emas pada tahun 2022.

“Tang Kai adalah seorang striker, begitu pula dengan saya, dan ada sesuatu di antara para atlet striking – itu tentang kebanggaan, kami semua meyakini kamilah yang terbaik,” kata pemukul keras asal Korea Selatan ini.

“Banyak orang selalu mengira apa yang akan terjadi jika saya maju melawan striker kuat, berpikir bahwa saya takkan berhasil. Itu sulit untuk saya terima karena kebanggaan saya. Saya ingin membuktikan mereka salah.”

Kim mencetak KO atas mantan Juara Dunia ONE Featherweight Martin “The Situ-Asian” Nguyen dalam penampilan terbarunya, dimana ia pun merebut posisi penantang teratas dalam prosesnya.

Namun, penguasa divisi featherweight Thanh Le sudah dijadwalkan menghadapi Garry “The Lion Killer” Tonon pada laga berikutnya, maka ia akan harus menunggu kesempatan merebut sabuk emas itu.

Berdasarkan fakta ini, “The Fighting God” menerima laga melawan striker Tiongkok yang sedang naik daun itu. Tapi, beberapa pihak meyakini bahwa Kim mengambil risiko besar dalam hal ini, walau ia tak merasakan hal yang sama.

“Tang meraih beberapa kemenangan beruntun dan saya mendapatkan tawaran, maka saya merasa akan melewatkan kesempatan untuk membuktikan diri jika saya menolaknya,” kata Kim.

“Dan karena saya memiliki banyak waktu sebelum perebutan gelar itu, saya hanya berpikir ini akan menjadi pemanasan yang bagus.”

Kim Jae Woong knocks out Martin Nguyen at ONE: REVOLUTION

Warga Seoul ini meraih tiga kemenangannya di ONE via KO, dengan total delapan kemenangan dalam kariernya. Namun, Tang juga memiliki tiga KO bersama ONE, serta 11 penyelesaian dalam 13 kemenangannya.

Tetap saja, Kim tak mengira catatan rekor rivalnya itu sebanding dengan dirinya, dimana ia pun melihat kekurangan dari resume atlet Tiongkok itu yang menjadikannya sangat yakin untuk menjalani laga mereka di “Kota Singa.”

“Saya sangat ingin bertanya, siapa yang pernah ia lawan? Saya tak mengira Tang Kai pernah melawan atlet bernama besar sampai saat ini,” tegas Kim.

“Saya kira Tang Kai adalah petarung yang kuat, namun seperti yang saya katakan, ia belum melawan atlet yang lebih kuat dari dirinya. Saya tak memandang mereka rendah, namun para atlet yang ia kalahkan adalah mereka yang saya dapat kalahkan pada ronde pertama.”

“Setelah laga ini, saya kira Tang Kai akan masuk ke tingkatan dimana ia menjadi seseorang yang tak layak disebut lagi.”



Terlepas dari keyakinan besar dari Kim, Tang tak dapat dipandang rendah. Seperti yang disebutkan, ia memiliki delapan kemenangan beruntun yang membawanya memasuki peringkat keempat dalam divisi featherweight. 

“The Fighting God” menerima fakta bahwa warga Qingdao ini memiliki kemampuan striking yang solid, walau ia tak mengira itu semua dapat menandingi kemampuannya.

Terlebih lagi, ia tak melihat ancaman besar dari permainan grappling Tang. 

“Tang Kai tak bagus di jiu-jitsu atau gulat menurut pengamatan saya. Saya kira kemampuan intinya adalah striking, maka saya menebak itulah yang akan ia lakukan,” jelas Kim.

“Sekilas, saya kira ia terbiasa untuk memfokuskan diri pada satu hal atau mengandalkan teknik dasar. Ia bukanlah seorang petarung yang memiliki berbagai kemampuan untuk ditampilkan. Ia hanyalah petarung yang benar-benar memiliki kemampuan dasar yang mendarah daging.”

“Melihat hal itu, saya kira pada beberapa sisi ini memang lebih menakutkan. Namun bagi saya, saya mengetahui cara untuk memggunakan beberapa kemampuan tertentu berdasarkan atlet yang saya lawan, atau situasi yang saya hadapi, serta memperbaiki gerakan saya saat dibutuhkan.”

“Saya lebih baik dari Tang Kai di seluruh area, namun saya melihat ia bagus saat bergerak dari sisi kiri, baik tangan dan kaki, maka saya melatih pertahanan saya untuk itu karena kemampuan menyerang saya sudah tertata.”

South Korean MMA star Kim Jae Woong fights Japanese grappler Tetsuya Yamada at ONE: BIG BANG II in December 2020

“The Fighting God” nampak telah memenangkan laga ini di dalam pikirannya, namun ia akan harus beraksi pada tanggal 28 Januari nanti.

Kim takkan mengabaikan segalanya untuk meraih penyelesaian, namun ia berharap dapat menyingkirkan Tang dari jarak dekat untuk mendapatkan kesempatan memasuki Kejuaraan Dunia ONE Featherweight.

“Tang Kai nampak berpikir dirinya adalah striker terbaik di luar sana. Kali ini, saya akan menunjukkan pada dirinya siapa yang terbaik dan saya akan maju memasuki perebutan gelar saya,” tambah Kim.

“Saya tak terlalu serakah untuk mengincar KO, namun saya memang seperti itu dalam tiap laga saya. Saya tak mengincar itu, namun saya kira ia akan terselesaikan saat ia menerima pukulan seperti yang lainnya.”

Baca juga: Kim Jae Woong: Tak Masalah Jika Harus Lawan Le Atau Tonon

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.