Berita

Juara Dunia BJJ Yuri Simoes Incar Sabuk Emas ONE Middleweight

Juara Dunia ADCC dua kali, Yuri Simoes, siap mencetak debutnya bersama ONE Championship dan menggebrak jajaran atlet dalam divisi middleweight.

Faktanya, pria asal Brasil berusia 30 tahun ini meyakini ia ditakdirkan merebut gelar Juara Dunia ONE Middleweight.

“Saya adalah satu-satunya yang dua kali menjadi Juara Dunia Black Belt Absolute No-Gi dan telah memenangkan gelar ADCC dalam dua divisi yang berbeda,” tegasnya.

“Walau saya menyukai jiu-jitsu, saya sangat bersemangat untuk mengambil langkah berikutnya dalam perjalanan saya sebagai seniman bela diri bersama promotor terbaik di dunia.”

Dalam sebuah wawancara eksklusif bersama ONEFC.com/id, Simoes berbicara tentang karier grappling-nya yang gemilang, transisinya ke seni bela diri campuran, serta pria yang ingin dihadapinya di dalam Circle.

View this post on Instagram

Brick by brick #sparringday @csagym ???? @joeyppc

A post shared by Yuri Simões (@yurisimoesjj) on

ONE Championship: Could you talk about your influences and how you initially got involved in Brazilian Jiu-Jitsu?

Yuri Simoes: Masa kecil saya dihabiskan di Ilha de Guaratiba, yang adalah sebuah kota kecil di Rio. Saat bertumbuh dewasa, pengaruh terbesar saya adalah kedua orang tua saya. Mereka selalu sangat suportif sejak saya kecil.

Ayah saya berlatih jiu-jitsu, dan ia mengajari saya sejak saya masih sangat muda. Ketika berusia 9 tahun, saya mulai berlatih secara resmi di Mauricio Behring. Ia meninggal dunia saat saya berusia 16 tahun, namun pelajaran yang diberikannya pada saya membentuk dasar saya sebagai seniman bela diri dan manusia dewasa.

ONE: You’ve achieved great success in BJJ. What is your greatest accomplishment and memory from that part of your career?

YS: Saya teringat saat saya berusia 13 tahun, ayah dan saya berbicara tentang ADCC, dan saya mengatakan padanya bahwa jika itu akan kembali ke Brasil, kami harus pergi ke sana.

Pada tahun 2015, itu akhirnya kembali ke Brasil, tetapi kali ini saya tidak menonton – saya menjadi seorang kompetitor! Saya melihat keluarga saya di sana, di sisi saya, saat memenangkan emas, dimana itu terasa seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Ini adalah kenangan yang tak akan saya lupakan – untuk memenangkan gelar dan berbagi momen itu dengan keluarga saya.



ONE: Kapan anda memutuskan untuk bertransisi ke bela diri campuran, dan bagaimanakah prosesnya?

YS: Pada tahun 2015, saya ingin memulai karier bela diri campuran saya. Saya bergabung dengan AKA dan berlatih sangat keras, tetapi saya menderita cedera serius pada tahun 2016. Itu adalah kemunduran yang sangat besar, baik secara fisik maupun emosional.

Saat itu, saya harus memutuskan: mempertahankan gelar ADCC saya atau berlanjut menekuni jalur bela diri campuran. Saya memutuskan untuk mempertahankan gelar saya, dan itu adalah keputusan yang baik. Tak hanya saya memenangkan emas, tetapi saya mendorong diri saya dan bertumbuh sebagai seniman bela diri.

Setelah ADCC 2019, saya mengatakan pada diri saya bahwa apapun yang terjadi, saya akan mengikuti mimpi saya dan mengejar pertumbuhan saya dalam bela diri campuran.

ONE: Bagaimana masa karantina ini mempengaruhi latihan anda, dan bagaimana anda mempertahankan pemikiran positif selama pandemi ini?

YS: Berlatih semasa karantina sangatlah sulit. Satu hal yang sangat membantu pemikiran saya adalah dukungan yang saya dapatkan dari tim saya. Mereka percaya pada saya, dan saya akan melakukan apapun yang saya mampu untuk memastikan saya siap kapanpun juga saat kesempatan itu tiba.

ONE: Apa yang menjadi faktor penentu bergabungnya anda dengan ONE?

YS: Bergabung bersama ONE adalah keputusan termudah yang pernah saya lakukan. Jika anda bermain American Football, mimpi anda adalah untuk bermain di NFL. Jika anda bermain basket, mimpi anda adalah untuk bermain di NBA. Jika anda berlaga dalam bela diri campuran, mimpi anda adalah untuk bertanding bersama ONE.

ONE: Siapa yang paling ingin anda hadapi dalam divisi ONE middleweight?

YS: “The Burmese Python!” Saya sangat menghormati Aung La N Sang, dimana ia adalah sang juara yang hebat. Mereka mengatakan bahwa untuk menjadi yang terbaik, anda harus mengalahkan yang terbaik, dan saya berharap mendapatkan kesempatan itu satu hari nanti, saat saya layak mendapatkannya. Untuk saat ini, saya sangat terfokus untuk mempersiapkan laga pertama saya melawan siapapun itu.

Baca juga: Marcus Almeida Resmi Bergabung Bersama ONE Championship