Berita

James Yang Ingin Tegaskan Diri Di ONE Via Penyelesaian Empatik

James Yang telah menyaksikan kehebatan secara langsung sebagai rekan berlatih dari Demetrious “Mighty Mouse” Johnson. Kini, pria asal Amerika Serikat berusia 32 tahun ini ingin menembus jalurnya menuju sabuk emas Kejuaraan Dunia.

Atlet featherweight ini akan ingin melangkah lebih jauh lagi saat ia menghadapi Roel “Akiyama” Rosauro dalam laga pembuka ajang ONE: REVOLUTION pada Jumat, 24 September, dan ia tak sabar memanaskan gelaran masif ini dengan penuh gaya.

“Itu sangat keren, membuka ajang ONE: REVOLUTION. Saya hanya tak sabar untuk maju dan menggemparkan ajang ini, memulainya dengan ledakan keras. Itulah yang ingin saya lakukan,” kata Yang.

Walau ini adalah pertama kalinya ia akan berlaga di liga besar, atlet AS ini memiliki keunggulan dengan berlatih di sisi ‘GOAT’ bela diri campuran setiap harinya, di AMC Pankration, Washington.

Berlatih dengan yang terbaik memberi Yang kemampuan dan mentalitas yang dibutuhkan untuk mencetak karier tak terkalahkan dalam tingkatan amatir. Ke depannya, ia siap untuk meraih tingkatan berikutnya di bawah bimbingan para pelatih dan rekan satu timnya.

“Itu adalah latihan harian yang keras. Saya terus menerus belajar dari [Johnson] – tak hanya di sasana, namun juga di luar sasana,” tegasnya.

“Saya sudah di sana bersama dirinya selama enam atau tujuh tahun. Melalui seluruh perjalanan itu, saya ada di sana untuk saat bagus dan buruk. Itu seperti ‘roller coaster’, namun saya tak akan mengubahnya sama sekali.”

“Ia selalu menjadi mentor yang hebat. Dan tak hanya dirinya, orang-orang lain yang tak anda ketahui di dalam tim ini juga. Mereka semua memiliki pengalaman hebat, dan kami mendapatkan banyak hal dari satu sama lain. Ini seperti persaudaraan; itu seperti keluarga.”

Debutan ini jelas akan siap untuk gelaran perdananya di atas panggung dunia ini, tetapi lawannya akan ingin menghentikan laju ‘hype’ ini, bahkan sebelum segala sesuatunya dimulai.

Yang mengetahui bahwa Rosauro akan memberi permasalahan dengan pengalaman dan kemampuannya, dan ia pun sama sekali tidak meremehkan lawannya jelang laga mereka.

“Ia adalah pria yang sangat berbahaya, namun saya siap untuk tantangan itu,” kata perwakilan AMC Pankration ini terkait atlet Filipina itu.



Rosauro jelas sangat termotivasi untuk melanjutkan pencapaiannya.

Saat warga Cebu ini terakhir tampil di dalam Circle, ia mendominasi Yohan “The Ice Man” Mulia Legowo dengan teknik striking kuat – terutama dengan serangan keras ke arah tubuh – untuk mendapatkan kemenangan mutlak

Dengan itu, Yang cukup berhati-hati untuk tidak menghabiskan terlalu banyak waktu untuk melihat apa yang lawannya ini akan bawa ke dalam Circle. Sebaliknya, ia menghabiskan energinya untuk mempertajam kemampuan dan menambah berbagai persenjataan dalam arsenalnya.

“Kekuatan [Rosauro] adalah teknik striking-nya. Ia petarung southpaw. Ia memiliki tendangan kiri kuat ke arah kaki. Dan kekurangannya adalah, saya tidak tahu. Mungkin ia tak memiliki kekurangan,” kata atlet AS ini.

“Saya tak mencoba berpikir terlalu banyak tentang apa kelemahan dan kekuatannya. Saya hanya memikirkan tentang apa yang harus saya lakukan untuk mengembangkan diri dan permainan saya.”

“Karena, pada akhirnya, saya dapat menonton video dari pria ini dan berkata, ‘Ok, ia kurang di sini, ia melakukan ini, ia melakukan itu,’ dan kami memasuki hari pertandingan, lalu ia melakukannya dengan cara yang sangat berbeda dari sebelumnya.”

“Itu dapat mengubah hampir segalanya. Maka, dalam pikiran saya, saya hanya berpikir bahwa ia menutup seluruh celah yang ia miliki. Ia telah mengambil waktu bertahun-tahun untuk mengembangkan permainannya, dan saya hanya harus menjadi versi terbaik dari diri saya sendiri.”

Seperti mentornya, “Mighty Mouse,” Yang meyakini bahwa kemampuannya untuk bereaksi dan mengatasi berbagai variabel adalah aset terbesarnya, dimana itu memberinya rute tercepat menuju kemenangan pada 24 September nanti.

“Satu hal tentang olahraga tarung adalah siapa pun yang dapat mengadaptasikan yang terbaik akan menjadi pemenang,” tegasnya.

“Itu semua tentang siapa yang dapat mengungguli siapa dalam permainan ini. Kita semua menakutkan secara fisik, atau mereka semua, namun yang membedakan adalah pemikiran kami. Saya kira itulah dimana saya akan meraih keunggulan saya.”

Jelas bahwa Yang bersemangat untuk memasuki tahapan selanjutnya dalam kariernya, dan sementara ia harus bekerja lebih keras lagi, ia tak takut bermimpi besar.

“Juara Dunia adalah sesuatu yang saya incar sejak hari pertama. Saya memiliki tujuan dan saat itu telah siap, saya tak akan berhenti sampai saya mencapainya,” katanya.

Tetapi, divisi featherweight ONE Championship memang sarat dengan atlet berbakat, dan pria AS ini mengetahui bahwa ia akan membutuhkan berbagai penyelesaian luar biasa untuk dapat meraih puncak.

“Hal terbesar dalam permainan ini adalah bahwa anda harus menghentikan orang lain, dan dengan cara yang empatik,” tambah Yang.

“Baik jika itu melalui KO, baik lewat submission liar, hal itu tak masalah. Tanpa mengurangi rasa hormat saya pada para lawan, saya harus maju dan menghentikan mereka. Itulah satu-satunya cara anda dapat maju dalam olahraga ini.”

“Saya tahu itu adalah gunung yang sangat tinggi untuk didaki. Ada berbagai kompetisi di hadapan saya – kompetisi yang keras. Namun saya selalu menyambut tantangan itu, dan saya siap untuk itu.”

Baca juga: 5 Submission Licin Dari Para Superstar Di ONE: REVOLUTION

Muat Lebih Banyak

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.