Berita

Hiroba Minowa Bersiap Melawan Silva Dari Kemenangan Atas Adiwang

Hiroba Minowa memberi pernyataan lugas dalam debutnya yang sangat dinanti bersama ONE Championship, namun laga berikutnya akan menjadi sedikit lebih rumit.

Tak hanya atlet Jepang ini bersiap untuk menghadapi seniman bela diri campuran yang pernah menguasai takhta divisi strawweight, namun ia juga akan melawan grappler papan atas yang secara pribadi pernah mengajarkan beberapa teknik ground yang berharga.

Lawannya itu adalah Alex “Little Rock” Silva – mantan Juara Dunia ONE Strawweight yang kini menduduki peringkat kelima divisi ini.

Minowa yang berusia 21 tahun itu akan menghadapi Silva dalam ajang ONE: FISTS OF FURY III, yang akan disiarkan dari Singapore Indoor Stadium pada Jumat, 19 Maret nanti.

November silam, Minowa mencetak kesan pertama yang impresif di atas panggung dunia, dalam ONE: INSIDE THE MATRIX III.

Mantan Juara Shooto ini berada dalam kesulitan saat lawannya saat itu, Lito “Thunder Kid” Adiwang, nampak mengamankan kuncian kimura yang ketat, namun atlet Jepang itu lolos dari percobaan kuncian berbahaya itu sebelum menggunakan kelihaian grappling yang fenomenal untuk meraih kemenangan split-decision yang tipis.

Selanjutnya, warga Saitama ini akan menghadapi Silva, seorang Juara Dunia Brazilian Jiu-Jitsu yang pernah melatihnya di Evolve MMA, Singapura. Dalam sesi tersebut, kesatria Jepang ini mempelajari beberapa teknik ground baru dari grappler bertalenta asal Amerika Selatan tersebut.

Namun bagi tiap seniman bela diri campuran kelas dunia, semua jalur akan berakhir di dalam Circle, dimana hanya satu dari para bintang itu yang dapat naik dalam Peringkat Resmi Atlet ONE di ajang ONE: FISTS OF FURY III.

Jelang pertempuran monumental ini, Minowa merekap debut spektakulernya, bercerita tentang apa yang ia pelajari dari Silva, dan masih banyak lagi.

Japanese MMA fighter Hiroba Minowa squares off against Filipino MMA fighter Lito Adiwang at ONE: INSIDE THE MATRIX III

ONE Championship: Penampilan promosi pertama anda adalah melawan Lito “Thunder Kid” Adiwang di ONE: INSIDE THE MATRIX III November silam, dimana anda memiliki tingkat penyelesaian 100 persen sebelum laga itu…

Hiroba Minowa: Tingkat penyelesaian 100 persen adalah sesuatu yang saya dapatkan [dari game plan saya]. Di game plan saya [untuk Adiwang], saya memastikan sebuah strategi yang dapat memastikan kemenangan, walau melalui keputusan juri. Saya tetap menginginkan submission itu, namun saya tak hanya mendapatkan penyelesaian. Hasilnya, saya menang lewat keputusan.

ONE: Dalam laga itu, ada sebuah momen berbahaya di ronde pertama. Adiwang mengunci lewat kimura, yang terlihat sangat rapat. Faktanya, lengan anda menekuk ke arah yang tidak semestinya.

HM: Saya tidak sadar lengan saya menekuk ke sudut mengerikan seperti itu. Mungkin terdengar terlalu dramatis, namun saya memasuki laga itu sebagai Juara Shooto dan perwakilan dari divisi strawweight Jepang, maka melakukan tap-out di ronde pertama dan pulang ke rumah [dengan kekalahan] bukanlah sebuah pilihan.

ONE: Tetap saja, kuncian itu masih terlihat sangat menyakitkan.

HM: Memang cukup menyakitkan. Namun, saya akan terlalu malu untuk bertemu siapa pun jika saya pulang ke negara saya dengan tangan kosong. Jadi, saya hanya berdiri dengan senjata saya.

Sebenarnya, [kuncian kimura] itu sudah terkunci. Dan betul, itu menyakitkan. Tetapi saya tak ingin tap-out dan kalah. Saya berpikir, “Saya tak dapat menyerah dan kalah dan kembali ke Jepang karena saya mendapatkan begitu banyak dukungan.” Itulah mengapa saya tidak tap-out.



ONE: Apa reaksi pertama anda saat mendengar bahwa Alex Silva akan menjadi lawan anda selanjutnya di ONE: FISTS OF FURY III?

HM: Sejujurnya, saya mengira akan menghadapinya. Dia adalah lawan yang sulit untuk dihadapi. Setelah laga terakhir, saya berkomentar bahwa saya ingin berlaga melawan atlet yang berperingkat lebih tinggi. Saat itu, saya mengira bahwa mungkin saya akan berlaga melawan Silva.

ONE: Sebelum menerima laga ini, seberapa familiar anda dengan Silva?

HM: Saya tahu dia adalah mantan juara, dan seluruh atlet Jepang [di ONE] telah menghadapinya, maka saya sering mendengar namanya.

Dan, pada Februari 2020, saya mendapatkan kesempatan berlatih di Evolve MMA. Ketika itu, saya mengikuti kelas Silva, dan ia adalah pria yang sangat ramah.

Itu tak seserius sesi latih tanding, namun kami melatih kemampuan ground kami. Saya tak terlalu mengerti bahasa Inggris, namun saya dipasangkan dengan Silva, dan dia mengajari saya secara langsung. Saya kira dia sangat luar biasa. Saya tak mengerti bahasanya, namun secara luar biasa, ia masih dapat mengajari saya berbagai teknik.

ONE: Bagaimana kesan keseluruhan anda mengenai Silva, sebagai seorang petarung?

HM: Saya kira kemampuan ground miliknya adalah salah satu yang terbaik di dunia, dalam divisi strawweight. Saya sangat menyadari itu. Ia dikenal dengan permainan ground-nya, namun ia juga memiliki kemampuan striking untuk menjadi salah satu atlet teratas ONE.

Dibandingkan petarung dengan keahlian khusus, ia adalah petarung seimbang yang mampu melakukan banyak hal. Ia juga memiliki kekuatan untuk menang lewat keputusan [juri].

Japanese MMA fighter Hiroba Minowa squares off against Filipino MMA fighter Lito Adiwang at ONE: INSIDE THE MATRIX III

ONE: Bagaimana anda dapat mengalahkan lawan seperti Silva?

HM: Dalam laga terakhir, saya menjegal lawan dan membawanya ke ground, maka saya mungkin akan mencoba mengecohnya lewat sebuah gerakan dan membawanya ke ground. Sebagai contoh, saya dapat berpura-pura menyerang lalu menggunakan striking saya, atau dengan mudah menjegalnya.

ONE: Apakah anda melakukan latihan khusus?

HM: Saya telah melewati berbagai persiapan berbeda. Permainan ground-nya unik, jadi saya mempelajari itu. Dia juga tak lemah di striking. Bahkan, striking-nya cukup kuat, maka saya berusaha mencari kelemahannya. Saya selalu mengasah area dimana saya kuat, seperti takedown dan semangat juang saya. Dalam latihan, saya melakukan hal yang seimbang di sasana saya, STF.

ONE: Seperti apa anda ingin laga ini akan berakhir?

HM: Saya ingin meraih penyelesaian kali ini. Terakhir kali, saya lebih terfokus untuk menang daripada memikirkan cara untuk menang. Saya ingin pulang dengan kemenangan, tak peduli melalui cara kemenangan, namun kali ini saya ingin pulang dengan penyelesaian.

Baca juga: Alex Silva: Saya Akan Hentikan Minowa Di Ronde Kedua

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.