Berita

Ekaterina Vandaryeva Merencanakan Debut Tak Terlupakan Melawan Janet Todd

24 Sep 2019

Ekaterina “Barbie” Vandaryeva berencana memberikan kesan luar biasa bagi para penggemar saat ia menjalani debutnya di ONE Super Series dalam ajang bela diri terbesar di dalam sejarah.

Tanggal 13 Oktober, atlet Muay Thai asal Belarusia ini akan menghadapi Janet “JT” Todd dalam laga divisi atomweight wanita di kartu utama ajang ONE: CENTURY PART I.

Laga keduanya berada diantara babak final Kejuaraan ONE Flyweight and Lightweight World Grand Prix, dan walau ini adalah debutnya di atas panggung dunia, atlet berusia 28 tahun ini sangat bersemangat untuk membuktikan diri bahwa ia pantas berada di antara petarung elit lainnya.

Perwakilan Kick Fighter Gym ini telah cukup lama berkompetisi di seluruh dunia dan meraih berbagai gelar Juara Dunia di bawah peraturan kickboxing dan Muay Thai.

Saat ini, wanita asal Minsk ini sangat bersemangat untuk menampilkan kemampuannya di panggung terbesar dalam karirnya, meraih fans baru, serta mengkoleksi kemenangan yang dapat mendorongnya maju memasuki perebutan gelar Juara Dunia ONE Women’s Atomweight Muay Thai.

Sebelum laga di Ryogoku Kokugikan, Tokyo, Jepang, Ekaterina berbagi tentang harapannya dalam laga perdana bersama “The Home Of Martial Arts.”

ONE Championship: Apakah anda sangat bersemangat untuk berbagi panggung bela diri dunia dengan beberapa nama terbesar dalam olahraga ini?

Ekaterina Vandaryeva: Saya dengar ini akan menjadi kartu pertandingan yang penuh, tetapi sejujurnya, saya tidak mengetahui beberapa nama yang ada di sana.

Saya berlatih, saya berlaga, saya memberi semua yang saya miliki dan saya juga memiliki kehidupan saya yang lain, yang tidak terkait dengan seni bela diri. Dalam kehidupan yang lain ini, saya tidak menonton pertandingan, saya tidak mencari tahu siapa saja bintang yang baru, siapa yang melakukan apa dalam seni bela diri campuran atau disiplin bela diri lainnya. 

Tetapi, tentunya saya sangat bersemangat untuk berlaga dan mengunjungi Jepang, tetapi bagi saya tidak masalah siapa yang ada di kartu pertandingan itu bersama saya.

ONE: Bagaimana anda melihat lawan-lawan anda?

EV: Dia bukanlah seorang petarung yang buruk, saya dapat melihat bahwa ia sangat teknis. Cara terbaik untuk menangani seseorang seperti dirinya adalah dengan menggunakan pikiran anda – anda harus cepat menganalisa situasi dan memastikan segala sesuatunya di dalam kendali anda.

Tentunya, saya melihat keunggulan dan kelemahannya, tetapi saya tidak ingin terburu-buru membicarakan itu. Seringkali, apa yang anda temukan di dalam ring dan apa yang anda lihat sebelum laga sangatlah berbeda. Lawan anda dan arah pertandingan dapat menjadi sebuah kejutan besar.



ONE: Bagaimana anda bersiap untuk laga ini? Apakah anda memiliki sebuah game plan tersendiri?

EV: Saya mempersiapkan diri secara keseluruhan untuk tiap laga. Saya telah meraih berbagai gelar dan menghadapi lawan-lawan kuat dalam hidup saya, seperti Joanna Jędrzejczyk, tetapi tiap lawan itu penting bagi saya.

Yang membedakan adalah kekuatan dan kelemahan lawan. Lainnya – makanan, latihan, waktu tidur – semuanya sama… Sekarang, setelah memiliki seorang bayi, saya agak susah tidur, tetapi itulah adanya.

Kali ini, saya tidak berlaga setelah pemberitahuan singkat, latihan saya baik, dan saya memiliki waktu persiapan cukup, maka saya tidak memiliki keluhan.

ONE: Apa yang anda pikirkan tentang menghadapi Janet Todd dan berlaga di Jepang, salah satu negara terpenting dalam sejarah bela diri di dunia – apakah anda gugup?

EV: Sejujurnya, seringkali tidak masalah siapa lawan saya atau dimana kompetisi ini berlangsung. Saya selalu siap menampilkan kemampuan terbaik saya. 

Tentunya, kadang saya agak gugup, karena sebagai seorang atlet saya memiliki kewajiban untuk berlatih, bersiap dengan baik, dan tentunya seperti orang lain, saya ingin menang.

ONE: Apa yang anda harapkan saat berlaga dalam disiplin Muay Thai menggunakan sarung tangan bela diri campuran yang lebih kecil?

EV: Kami akan berlaga di bawah peraturan Muay Thai, yang adalah daerah kekuasaan saya, tetapi sarung tangan ini memang membuatnya berbeda.

Itu sangat cocok untuk mencengkeram lawan anda, tetapi di saat yang sama, itu dapat membuat kerusakan yang lebih besar. Pukulannya akan terasa lebih keras, menurut saya.

ONE: Apa yang membuat anda menjadi tambahan menarik bagi daftar atlet di ONE Super Series? 

EV: Setelah laga saya di Tiongkok dan Thailand, banyak orang yang sangat positif menerima pesan saya terkait atlet wanita.

Saya mencoba untuk menunjukkan pada penonton bahwa petarung wanita adalah wanita, bukan orang aneh. Kami feminin, kami bisa memasak, kami bisa memiliki keluarga, kami terpelajar, kami memiliki hobi, tetapi kami memiliki keuntungan lain – kami dapat bertarung. Aspek lainnya adalah teknik dan kecepatan saya – para fans menyukai bagaimana saya bergerak.

ONE: Bagaimana anda mendeskripsikan gaya anda di dalam ring? 

EV: Di Belarusia, kami memiliki sekolah Muay Thai terkenal yang mengajarkan seluruh aspek pertarungan.

Saya tidak hanya bagus dalam tinju, tendangan atau clinch. Saya adalah atlet berkemampuan lengkap dan multi guna, dimana strategi saya bergantung pada lawan dan celah di dalam permainannya.  

ONE: Apa yang ingin anda capai di ONE?

EV: Saya mengetahui bahwa banyak atlet suka mengatakan bahwa mereka ingin meraih sabuk, dan mereka tidak salah. Sabuk juara ini berarti anda menjadi yang terkuat dan berada di puncak.

Meraih sabuk dan medali adalah tujuan utama saat saya memulai karir, tetapi saat ini, mendapatkan medali lain atau sabuk bukanlah prioritas saya.

Apa yang benar-benar saya inginkan adalah menampilkan gaya saya yang terbaik dan memberikan penonton penampilan luar biasa. Saya ingin menunjukkan apa yang dapat dilakukan atlet wanita, dan saya ingin mereka menerima kami.

Baca lagi: 5 Penampilan Terbaik Dari Pejuang ONE: CENTURY PART I

Tokyo | 13 Oktober | ONE: CENTURY | TV: Periksa daftar tayangan lokal untuk siaran global | Tiket: https://onechampionship.zaiko.io/e/onecentury

ONE: CENTURY adalah ajang Kejuaraan Dunia bela diri terbesar dalam sejarah dengan 28 Juara Dunia yang tampil dalam berbagai disiplin bela diri. Belum ada organisasi dalam sejarah yang pernah mempromosikan dua ajang Kejuaraan Dunia di hari yang sama.

“The Home Of Martial Arts” kembali membuka babak baru dengan menyajikan beberapa laga perebutan gelar Juara Dunia, tiga babak final Kejuaraan World Grand Prix, serta serangkaian Juara Dunia yang akan melawan Juara Dunia lainnya di lokasi ikonik Ryugoku Kokugikan, Tokyo, Jepang, tanggal 13 Oktober.