Berita

Egi Rozten Akan Cegah Upaya Bantingan Elipitua Siregar

22 Okt 2019

Egi Rozten bertekad kembali meraih hasil impresif ketika berlaga di Jakarta, kota yang kini ia panggil rumah.

Terakhir kali berlaga di ibu kota negara, Egi catatkan hasil impresif dengan mengalahkan Eddey Kalai asal Malaysia lewat tinjuan kanan di ronde pertama dalam ajang bertajuk ONE: WARRIOR’S DREAM pada bulan November tahun lalu.

Hampir setahun berselang, pria yang tumbuh besar di Karawang, Jawa Barat ini kembali menghiasi kartu pertandingan dalam pergelaran ONE: DAWN OF VALOR pada Jumat, 25 Oktober, yang menghadirkan deretan atlet tanah air yang haus akan kesuksesan global.

Digelar di Istora Senayan Jakarta, Egi akan bertemu atlet muda potensial Elipitua “The Magician” Siregar dalam sebuah laga divisi strawweight.

Juara tinju regional tersebut akan menghadapi tantangan besar saat berhadapan dengan atlet yang penuh pengalaman dalam dunia gulat.

Laga keduanya dipastikan akan menjadi duel klasik antara seorang grappler menghadapi seorang striker. Mereka bertekad untuk kembali ke jalur kemenangan demi meraih mimpi besar menuju kejayaan di panggung dunia.

“Saya sangat senang karena bisa tampil lagi dan sekarang laga berlangsung di Jakarta yang pastinya memberi kebanggaan tersendiri,” tutur Egi.



Sebelumya, Egi sempat tampil pada tanggal 25 Januari di Manila dalam ajang bertajuk ONE: HERO’S ASCENT. Saat itu ia berhadapan dengan Himanshu Kaushik asal India. Tepat Sembilan bulan setelahnya, Egi mengincar kemenangan untuk menebus hasil dari laga terakhirnya.

Dalam kurun waktu tersebut, Egi telah berupaya meningkatkan keterampilan serta kondisi fisiknya agar tetap prima dan siap menghadapi kontes selanjutnya.

“Untuk persiapan, sejauh ini fisik dan teknik lebih dimatangkan lagi guna menghadapi lawan nanti,” ungkapnya.

Atlet berusia 31 tahun ini menyadari betapa ketatnya persaingan di divisi strawweight dan jika ingin membuka jalan menuju perebutan gelar Juara Dunia, ia harus berjuang ekstra agar mampu menampilkan aksi impresif.

“Terkait bagaimana saya memenangkan pertandingan, saya tidak terlalu banyak harapan apa-apa. Saya hanya mencari kemenangan entah dengan [metode] apapun,” tutur atlet yang bernaung di IndoGym ini.

Sebagai atlet yang dengan latar belakang tinju, Egi akan memanfaatkan kegesitannya dalam bergerak dan membuka ruang. Jika mendapat momentum, pukulan Egi bisa sangat berbahaya seperti yang ia layangkan pada Eddey Kalai.

Namun hal itu bukan menjadi satu-satunya amunisi yang ia miliki. Setelah terjun ke dunia seni bela diri campuran, Egi telah meningkatkan kemampuannya dalam berbagai sektor demi meramaikan persaingan di ranah global di “The Home Of Martial Arts”.

Satu hal yang ia sadari adalah bahwa sang lawan merupakan juara gulat nasional yang memiliki kemampuan bantingan berbahaya.

“Saya tidak terlalu mempermasalahkan [kelemahan lawan]. Sementara terkait keunggulan, mungkin karena dia pegulat, pastinya dia mengincar takedown. Terkait kelemahan, saya tidak mau meremehkan lawan. Pastinya saya fokus dan hati hati saja,” imbuh Egi.

Kemenangan di depan publik tuan rumah akan menjadi momen emosional bagi Egi, yang telah menetap dan berpetualang di Ibu Kota dalam beberapa tahun terakhir.

Memberikan aksi memukau bagi para penggemar yang hadir juga menjadi misi pribadi Egi, yang telah menata mimpi menjadi Juara Dunia ONE Championship.

“Karena Jakarta tempat kita tinggal, beda rasanya jika bertanding di kota lain. Karena di Jakarta juga banyak penonton yang kenal dan teman-teman pastinya banyak yang hadir untuk memberi dukungan,” tutupnya.

Baca Juga: Rudy Agustian Antusias Hadapi Tantangan Besar Di Jakarta

Jakarta | 25 Oktober | DAWN OF VALOR | TV: Saksikan di SCTV pada hari Sabtu, 26 Oktober, pukul 23:00 WIB | Tiket: http://bit.ly/onedawnofvalor19 | Media Sosial: ONE Championship Indonesia