Edward Kelly Hentikan Sunoto Di ONE: AGE OF DOMINATION

Edward Kelly e 7358 768x512

Edward “The Ferocious” Kelly membanggakan negaranya pada Jumat malam, 2 Desember, saat ia menghentikan “The Terminator” Sunoto pada ronde ketiga melalui rangkaian serangan keras di ONE: AGE OF DOMINATION, yang berlangsung di Mall Of Asia Arena, Manila, Filipina.

“Itu sangat memuaskan. Bahkan walau saya sedikit frustrasi pada ronde pertama, dalam pikiran saya, saya merasa dapat mencetak KO dirinya,” spesialis wushu berusia 32 tahun ini berkata. “Ia adalah petarung yang bagus. Ia berlatih keras untuk laga kami, dan saya senang dapat meraih kemenangan.”

Setelah pertukaran singkat, Sunoto bergulat dengan “The Ferocious” ke atas kanvas dan secara metodis berusaha meraih rear-naked choke. Ia meraih punggung, perlahan menyangkutkan kakinya ke tubuh Kelly, serta memposisikan ulang kedua kakinya untuk mengamankan teknik figure-four sebelum mencoba menyelipkan kedua lengannya di bawah dagu pahlawan tuan rumah itu.

Atlet unggulan Team Lakay ini membaca skenario itu dengan sempurna, dimana ia bertahan dengan mengikat lengan Sunoto yang bebas. Entah bagaimana, Kelly mampu membalikkan posisi dan mengakhiri ronde dengan percobaan guillotine choke yang nampak tak terlalu mengancam grappler Indonesia itu.

Pada ronde kedua, pria Filipina ini masuk ke dalam posisi clinch bersama Sunoto di dinding arena dan menyarangkan berbagai serangan lutut keras ke arah paha. “The Terminator” merasa cukup dan menerjang maju dengan sebuah takedown.

Mungkin merasa frustrasi karena pertahanan submission Kelly yang telah berkembang pesat, Sunoto mencoba bertransisi ke posisi yang lebih baik, namun hal itu memberi kesempatan “The Ferocious” untuk kembali membalikkan lawannya dan masuk ke side control, dimana ia mencoba menyarangkan modifikasi dari rear-naked choke.

Sunoto lolos dan stanza itu berakhir saat kedua petarung beraksi secara tentatif di posisi stand-up.

edward-kelly-e-7333

Walau Kelly kembali ke dalam posisi clinch dan serangan lututnya pada ronde ketiga, ia mengubah arah pertandingan saat ia melontarkan tendangan keras ke arah kepala Sunoto yang sedang menghindar, dimana ia pun langsung terjatuh. “The Ferocious” membuktikan julukannya itu dengan melompat ke arah lawannya, masuk ke full mount, dan menghujani pukulan sampai wasit mengakhiri laga.

“Pada ronde pertama, saya merasa serangan saya tidak mengenainya dan saya sedikit frustrasi. Saya merasa tegang karena game plan saya tak berjalan sesuai keinginan saya,” aku Kelly, yang kembali menelusuri pemikirannya dalam laga itu.

“Tentu saja, dalam pikiran saya, saya kira ia akan kehabisan nafas pada ronde kedua atau ketiga. Ia akan lelah, dan itulah saat saya akan memiliki keuntungan karena latihan saya yang berintensitas tinggi.”

Warga Baguio ini jelas sedang menuju tangga peringkat divisinya. Pahlawan tuan rumah itu membawa catatan rekornya menjadi 9-3 dan menjalani tiga kemenangan beruntun, sementara Sunoto membawa rekornya menjadi 5-3.

Selengkapnya di Berita

Panpayak Jitmuangnon and Lamnamoonlek Torfunfarm face off ahead of The Inner Circle 32
Superlek celebrates his win against Takeru Segawa at ONE 165.
(From left) Nong-O Hama, Rodtang Jitmuangnon, Shimon Yoshinari, and Asadula Imangazaliev will be part of the 2026 ONE Flyweight Muay Thai World Grand Prix.
Panpayak Jitmuangnon connects with a head kick on Anuar Cisneros at The Inner Circle 23 on July 24
Panpayak Jitmuangnon connects with a head kick on Anuar Cisneros at The Inner Circle 23 on July 24
Superbon celebrates after defeating Masaaki Noiri at ONE 173.
Olivia Bahsous (L) vs Malia Weaver (R) is confirmed for The Inner Circle 35
Kiamran Nabati fires a shot at Nontachai's midsection during their main event clash at The Inner Circle 31.
Kiamran Nabati faces off with Nontachai Jitmuangnon ahead of The Inner Circle 31
Jonathan Haggerty celebrates his World Title win over Yuki Yoza at ONE SAMURAI 1.
Nadaka throws a solid right hand on Har Ling Om at ONE SAMURAI 3
Yod-IQ Or Pimolsri celebrates his World Title win at The Inner Circle 30.