Berita

Demetrious Johnson Siap Hadapi ‘The King’ Setelah Manila

6 Agustus 2019

Demetrious “Mighty Mouse” Johnson berada selangkah lebih dekat untuk menciptakan sejarah.

Jumat lalu, tanggal 2 Agustus, Juara Dunia seni bela diri campuran 12 kali ini maju ke babak final turnamen ONE Flyweight World Grand Prix dengan sebuah penampilan menakjubkan lainnya dalam ONE Circle di Manila, Filipina.

Tetapi, pertandingan di ajang ONE: DAWN OF HEROES ini tidak sepenuhnya berjalan sesuai keinginannya. 

Juara Dunia paling dominan dalam sejarah olahraga ini harus melawan beberapa percobaan grappling yang berbahaya dari Tatsumitsu “The Sweeper” Wada, tetapi ia terbukti memiliki kemampuan dan pengalaman untuk menangani rivalnya asal Jepang ini, sebelum menang melalui keputusan mutlak dari para juri.

Setelah pertandingan tiga ronde di Mall Of Asia Arena ini, “Mighty Mouse” mengambil waktu sejenak untuk menganalisa penampilannya dan melihat ke arah pertandingan berikutnya dalam babak final World Grand Prix melawan Danny “The King” Kingad dalam ajang ONE: CENTURY.

ONE Championship: Apa yang anda rasakan setelah menang dan maju ke final turnamen ini di Tokyo, Jepang?

Demetrious Johnson: Saya merasa sangat baik! [Tatsumitsu] Wada adalah lawan yang berat. Ia sangat strategis, sangat berpengalaman dan pada akhirnya, ini akan selalu menjadi pertandingan yang sulit.

Saya selalu mengharapkan diri saya untuk mendapatkan penyelesaian, tetapi saya belum berhasil dan saya menerima itu. Saya senang dan sehat, dan saat ini bersemangat untuk bertanding di Tokyo.

Demetrious "Mighty Mouse" Johnson faces Tatsumitsu "The Sweeper" Wada in the ONE Flyweight World Grand Prix at ONE DAWN OF HEROES

ONE: Apakah anda pikir dia dapat mengambil punggung anda dan menempatkan anda di dalam posisi sulit pada ronde pertama?

DJ: Tidak, saya tidak mengantisipasi hal tersebut, tetapi saya selalu siap. Saya berlatih bersama Bibiano Fernandes dan, jika saya dapat mengatakan ini, ketika ia meraih punggung anda, anda harus bekerja keras. Jadi, saya telah berada di posisi tersebut dalam sesi latihan dan pengalaman itulah yang terbaik menurut pemikiran saya.

Saat saya bergulat di sekolah menengah umum, pada saat saya kelas tiga, tidak ada yang mampu mencetak angka selama setahun penuh, dan saat saya mencapai babak semifinal [di kejuaraan antar negara bagian], seseorang menjatuhkan saya, dan hal itu menghancurkan mental saya. Saya belum pernah mengalami kesulitan seperti itu, dan itu berarti saya tidak dapat bertanding untuk merebut posisi teratas atau kedua, saya mendapatkan juara tiga.

[Saat itu] saya berpikir, ‘Sejak saat ini, saya akan berlatih dan menaruh diri saya dalam posisi terburuk sebelum [sebuah pertandingan].’ Saya meminta rekan satu tim saya untuk berada di belakang saya dan mencoba melakukan choke yang keras, karena anda tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi dalam sebuah pertandingan.

ONE: Bagaimana anda berhasil melepaskan diri?

DJ: Saat ia meraih punggung saya, saya tetap tenang, berusaha keluar, dan mendapatkan posisi dimana saya dapat memulai permainan saya.

Demetrious "Mighty Mouse" Johnson faces Tatsumitsu "The Sweeper" Wada in the ONE Flyweight World Grand Prix at ONE DAWN OF HEROES

ONE: Anda mampu membalikkan keadaan dari sana untuk meraih kemenangan. Apa perubahan yang anda buat?

DJ: Saya hanya harus lebih aktif dalam mencoba permainan saya terhadap dirinya. Ia mencoba lagi untuk masuk ke posisi yang sama, tetapi saya lebih siap dan saya sudah terbiasa melihat seberapa jauh jangkauannya. 

Saya dan dirinya sempat berbincang setelah pertandingan, dan saya mengatakan padanya bahwa saya terkejut melihat seberapa jauh dirinya [dapat menjangkai]. Saya sangat terbiasa melawan seseorang yang memiliki tinggi badan 5,2 – 5,5 kaki [157-165 cm], dan ia memiliki tinggi badan 5,8 kaki [173 cm], tetapi itu adalah pengalaman yang baik dan saya berhasil.

Saya mampu melawan seseorang yang sangat strategis dan menang. Saya selalu mengetahui bahwa para atlet di ONE Championship akan menjadi lawan yang berat.

ONE: Anda akan menghadapi Danny Kingad dalam babak final turnamen setelah kemenangannya atas Reece McLaren. Bagaimana kemenangan ini menurut anda?

DJ: Saya melihatnya secara langsung. Itu adalah penampilan yang hebat. Reece McLaren adalah seorang kompetitor yang sangat berat. Itu adalah pertukaran grappling yang sangat baik, dan saya bersemangat menghadapinya di Jepang.

Demetrious "Mighty Mouse" Johnson faces Tatsumitsu "The Sweeper" Wada in the ONE Flyweight World Grand Prix at ONE DAWN OF HEROES

ONE: [Danny] Kingat memenangkannya dengan agresi pada saat terakhir. Apakah anda khawatir tentang itu?

DJ: Jika anda melihat pertandingan saya melawan [Tatsumitsu] Wada, saat ia mendapatkan posisi di belakang saya, ia tidak terlalu banyak menyerang, karena ia mengetahui jika dirinya melakukan itu, saya akan dapat melepaskan diri.

Tepat pada saat ia menyerang pada akhir ronde pertama – itulah saat dimana saya dapat membalikkan keadaan, maka agresinya akan berbalik melawan dirinya sendiri.

[Danny] Kingad dikenal atas kemampuan striking-nya, bukan gulat, dan saya hanya akan maju dengan setiap aspek bela diri yang ada.

ONE: Seberapa cepat anda akan memulai persiapan anda?

DJ: Saat ini, kondisi tubuh saya sangat baik, hanya memar dan lebam dari sebuah pertandingan pada umumnya. Saya akan membiarkannya sembuh dan memberi tubuh saya dua minggu tanpa aktivitas – hanya sedikit latihan kardio ringan – dan memulai dari sana.

Saya selalu bugar dan memiliki gaya hidup yang sehat dan bersih. Hal terbesar adalah tetap bugar menjelang pertandingan, dimana latihan conditioning saya akan selalu siap.

ONE: Seberapa bersemangat anda untuk bertanding dalam kartu pertandingan besar di Tokyo ini?

DJ: Kartu pertandingan itu sudah sangat padat. Anda memiliki para atlet hebat yang bertanding, dan saya hanya senang dapat menjadi bagian dari hal tersebut dan mengunjungi Tokyo lagi.

ONE: Satu kemenangan lagi berarti anda akan meraih gelar Juara World Grand Prix dan mendapatkan kesempatan perebutan gelar Juara Dunia ONE Flyweight. Apakah anda mengharapkan itu?

DJ: Saya hanya berkonsentrasi kepada apa yang berada di depan saya. Menang atau kalah, saya akan mengambil waktu istirahat sejenak.

Saya sangat yakin bahwa [Adriano Moraes] akan siap bertanding dalam waktu singkat, tetapi setelah pertandingan ini, saya akan mengambil waktu istirahat setidaknya dua bulan – hanya bersantai dan menikmati apa yang telah saya capai. Ini adalah hal terbesar yang saya kira banyak atlet tidak lakukan.

Saat sebuah tim NFL menang dalam ajang Super Bowl, mereka mengambil waktu istirahat paling sedikit enam bulan. Saat saya memenangkan kejuaraan ini, saya akan mengambil waktu sejenak dan menghargai apa yang baru saja saya lakukan – tiga pertandingan sejak bulan Maret pada usia ke-32 melawan para atlet teratas – dan menjuarai World Grand Prix.