Gianni Subba: ONE Friday Fights Ubah Skena Muay Thai Di Thailand

Nong O Gaiyanghadao Alaverdi Ramazanov ONE Friday Fights 1 1920X1280 70

Rangkaian ajang mingguan terbaru dari ONE Championship, yang disiarkan dari arena ikonik Lumpinee Boxing Stadium, Bangkok, Thailand, berhasil membawa warna baru bagi skena Muay Thai dan disiplin striking secara keseluruhan.

Terlebih lagi, rangkaian ajang ini juga mengumpulkan para bintang MMA terbesar dunia, seperti dalam ONE Friday Fights 22 yang menempatkan beberapa Juara Dunia ONE dalam pertaruhan besar pada Jumat malam, 23 Juni 2023 nanti.

Dalam event tersebut, raja heavyweight Arjan “Singh” Bhullar akan melawan pemegang gelar interim Anatoly “Sladkiy” Malykhin dalam laga penyatuan gelar Juara Dunia ONE Heavyweight, serta legenda Muay Thai Sam-A Gaiyanghadao yang akan melawan Prajanchai PK Saenchai demi gelar interim divisi strawweight.

https://www.instagram.com/p/CpKp0M4p33A/

Sesuai dengan namanya, ONE Friday Fights, ajang yang diluncurkan sejak akhir Januari 2023 lalu ini disiarkan langsung pada jam tayang utama Asia setiap Jumat malam, dan mampu mengubah berbagai pandangan negatif terkait disiplin ini, terutama di kiblat utamanya, Bangkok, Thailand.

Hal ini juga diamini oleh mantan bintang muda divisi flyweight asal Malaysia, yang kini sibuk mengatur jadwalnya menjadi salah satu komentator di sisi ring, Gianni Subba.

ONE Friday Fights Bawa Muay Thai Lebih Mendunia

Kakak kandung Keanu Subba – petarung divisi featherweight ONE – beranggapan bahwa rangkaian ajang mingguan ini membantu membersihkan skena Muay Thai dari berbagai hal yang sebelumnya menjadi momok terbesar olahraga tersebut, terutama di negara kelahiran disiplin bela diri ini.

Selain itu, para petarung yang berlaga di rangkaian ajang ini pun mendapatkan berbagai motivasi tambahan untuk menampilkan aksi terbaik mereka, seperti hadiah yang dapat mereka bawa pulang bagi keluarga dan orang-orang terdekat mereka.

Ia menjelaskan:

“ONE Friday Fights mengubah banyak hal di skena Muay Thai dunia, khususnya di Thailand.”

“Karena sistem yang baik dari rangkaian ajang [ONE Friday Fights] ini, berbagai organisasi lainnya juga harus berbenah untuk berubah ke arah yang lebih baik.”

https://www.instagram.com/p/CqDG7vbJVal/

Hal ini juga ditambah dengan berbagai sosok dengan kehidupan yang berubah drastis, seperti Juara Dunia ONE Flyweight Muay Thai Rodtang “The Iron Man” Jitmuangnon, mantan penguasa divisi featherweight kickboxing Superbon Singha Mawynn dan Tawanchai PK Saenchai.

Tentu, para bintang berbakat yang beraksi di ONE Friday Fights juga ingin tampil layaknya dua superstar Muay Thai dunia, Nong-O Hama dan Jonathan Haggerty, yang tampil di puncak gelaran ONE Fight Night 9 hanya beberapa jam setelah ONE Friday Fights 13 usai.

Ia berkata:

“Mereka tidak hanya bertarung di ONE Friday Fights demi memenangkan bonus uang tersebut, tetapi mereka juga melihat bagaimana perubahan hidup Rodtang, Superbon dan Tawanchai saat ini.”

Oleh karena itu, Subba menganggap bahwa ajang mingguan ini memang menjadi pintu utama bagi para striker berbakat dalam disiplin Muay Thai dan kickboxing, atau para bintang MMA unggulan yang sedang naik daun, untuk melangkah masuk ke panggung bela diri dunia terbesar ini.

Terlebih lagi, kepopuleran “seni delapan tungkai” ini pun semakin meningkat – terutama saat berbagai ajang ONE Friday Fights ini dipadukan dengan gelaran utama ONE Fight Night.

Ia menambahkan:

“ONE Friday Fights merupakan pintu menuju ONE Championship. Mereka semua sangat haus untuk menampilkan semuanya demi berada di tingkatan tersebut.”

Gianni Subba: Dari Petarung Ke Kursi Komentator

Sebelum beralih ke kursi komentator, Gianni Subba adalah petarung muda Malaysia yang memulai karier MMA profesionalnya dalam gelaran ketiga ONE Championship bertajuk ONE: RISE OF KINGS, Oktober 2012 silam.

Dalam debut perdananya itu, Subba yang masih berusia 20 tahun berhasil menumbangkan lawannya asal Singapura Bruce Loh hanya dalam waktu 33 detik melalui KO pada stanza pembuka.

Gianni Subba CTT_1371.jpg

Sejak kemenangan tersebut, hingga aksi terakhirnya di “The Home of Martial Arts,” bintang flyweight ini berhasil menorehkan rekor yang cukup impresif, 9-3.

Namun, sebuah diagnosa medis pada tahun 2018 terpaksa menghentikan kariernya yang sedang bersinar itu, hingga ia pun beralih menjadi komentator di usia ke-30, bersama rekannya Mitch Chilson.

Ia mengenang:

“Perjalanan saya tidak seperti kebanyakan komentator lainnya. Biasanya, petarung berkarier hingga usia 35 ke atas, lalu pensiun dan berlanjut menjadi komentator.”

“Tetapi, saya tidak seperti itu. Saya harus menerima diagnosa medis dan tidak bisa lagi bertanding. Dua tahun tersebut sungguh berat bagi saya.”

Gianni Subba YKT_4231

Namun, keberuntungan memang tetap berpihak pada dirinya, karena ia mendapatkan kesempatan untuk menjadi komentator di ONE Warrior Series dan di ONE: FOR HONOR dari Jakarta pada Mei 2019 lalu.

Kini, pria yang menetap di Bali itu merasa sangat senang dan diberkati untuk menjadi komentator dalam rangkaian ONE Friday Fights, seperti yang dikatakannya untuk menutup perbincangan ini:

“ONE Friday Fights merupakan gelaran yang terus berkembang dengan pesat. Saya senang dan merasa terhormat dapat menjadi bagian dari ONE Friday Fights.”

Selengkapnya di Gaya Hidup

Reinier de Ridder Anatoly Malykhin ONE 166 9 scaled
MurHawkSlater 1200X800
Thongpoon PK Saenchai Timur Chuikov ONE Fight Night 19 39 scaled
Jo Nattawut Luke Lessei ONE Fight Night 17 31 scaled
Liam Nolan Ali Aliev ONE Fight Night 18 35 scaled
Smilla Sundell Allycia Hellen Rodrigues ONE Fight Night 14 7 scaled
AmirKhan Hits Heavybag 1200X800
Nong O Gaiyanghadao Liam Harrison ONE on Prime Video 1 1920X1280 2
BJJ Gyms In Singapore 1200X800
DemetriousJohnson EvolveMMA 1200X800
Zhang Peimian Jonathan Di Bella ONE162 1920X1280 22
HirokiAkimoto 1200X800