Fitur

‘The Terminator’ Dari Blora Incar Kemenangan Demi Keluarga

Satu tujuan yang selalu ingin dicapai oleh “The Terminator” Sunoto adalah kebahagiaan keluarganya.

Nyatanya, perjuangan yang ditempuhnya hingga saat ini merupakan bentuk cinta terhadap orang-orang terdekatnya.

Lahir dari keluarga tidak mampu, perjalanan pria yang lahir di Blora, Jawa Tengah, dalam meniti jalan hidup penuh lika-liku. Hidupnya penuh dengan kesederhanaan, dimana ia melangkahkan kaki memulai perjalanan kariernya dari gubuk kayu reot yang ia sebut sebagai rumah.

View this post on Instagram

Menikmati moment kumpul bareng keluarga

A post shared by sunoto (@sunotomma) on

Rumah adalah tempat dimana Sunoto mempelajari tentang kesederhanaan, yang telah menempa mentalnya. Sejak kecil, ia harus bertahan dengan menyantap gethuk untuk sarapan setiap hari dan mengandalkan sepatu rusak ayahnya untuk bersekolah karena hanya itu pilihan yang dia punya.

Ketidakmampuan ekonomi keluarga bahkan membuatnya putus sekolah, dimana ia hanya memiliki ijazah SD saat mulai mencari kerja demi menyambung hidup.

Sunoto telah mencicipi pekerjaan sebagai tukang pengantar pakaian di sebuah laundry, hingga menggembalakan kambing, dan jalur yang ia tempuh ini mengantarkannya pada panggung bela diri terbesar di dunia.

Atlet kelahiran 34 tahun silam ini akan tampil mewakili Indonesia dalam ONE: CENTURY PART I di Tokyo, Jepang, dalam ajang bersejarah ke-100 dan perhelatan seni bela diri terbesar dalam abad ini. Ia akan menghadapi atlet Korea Selatan Kwon “Pretty Boy” Won Il.



Tampil bersama 28 Juara Dunia dari berbagai disiplin ilmu bela diri, ia mengatakan bahwa jumlah tersebut adalah yang terbanyak sepanjang sejarah pergelaran bela diri.

Takdir telah memilihnya. Jika bukan karena pekerjaanya sebagai pengantar pakaian, Sunoto mungkin tidak akan mencapai semua itu. Ia tidak sengaja menemukan sebuah tempat latihan Taekwondo saat mengantar pakaian ke salah satu sudut kota di Surabaya, dan minatnya akan bela diri pun mulai tumbuh. Ia menyisihkan waktu di malam hari, serta sebagian pendapatannya untuk berlatih.

Sejak saat itu, kariernya terus naik hingga mampu menjadi atlet Indonesia dengan jumlah kemenangan terbanyak bersama “The Home Of Martial Arts”.

Sunoto mengatakan bahwa kini ia bertekad untuk meraih kemenangan di negeri Matahari Terbit demi bisa menginspirasi keluarga, terutama adiknya yang memiliki kebutuhan khusus.

“Cita-cita saya enggak muluk-muluk, hanya ingin dia [adik saya] bisa hidup mandiri dan menjaga diri sendiri,” tutur Sunoto.

Keadaan telah membuat sang adik kesulitan dalam berkomunikasi. Di usia 22 tahun, sang adik masih mengandalkan orang terdekat dalam membantunya beraktifitas sehari-sehari.

“Dia susah berkomunikasi. Jika diajak ngobrol, selalu enggak nyambung dan kadang anaknya keras kepala, susah diatur.”

“Mungkin dia enggak mau dengerin atau memang enggak nyambung. Tapi saya percaya dia bisa berubah, tak peduli seberapa pelan perkembangannya” ungkap Sunoto.

Rasa tanggung jawab yang Sunoto miliki sebagai anak tertua di keluarga telah menjadi sumber motivasi utama dalam meraih sukses. Ia ingin menjadi Juara Dunia pertama dari Indonesia di panggung ONE Championship. Kemenangan di Tokyo akan mengantarkanya lebih dekat pada sebuah kesempatan meraih sabuk juara.

Sunoto ingin pulang ke kampung halaman membawa gelar tersebut dan membuat keluarganya bangga. Lebih dari itu, ia ingin mengangkat kondisi keuangan serta mendedikasikan waktu yang ia miliki bagi mereka yang selalu mengingat namanya dalam doa.

“Makanya cita-cita saya sebenarnya adalah untuk tinggal di Blora. Selain untuk cari bibit atlet baru, saya juga ingin merawat orang tua yang sudah tua dan juga adik saya,” sebut “The Terminator,” yang juga ingin membawa keluarganya beribadah ke Tanah Suci.

“Saya memiliki tanggung jawab [untuk] mengurus mereka semua. Apapun itu keluarga tetap yang utama bagi saya.”

Muhammad "Jungle Cat" Aiman Dawn of Heroes vs Sunoto Dawn of Heroes

Meraih kemenangan tentu merupakan tujuan utama, namun menampilkan yang terbaik juga menjadi target yang ingin dicapai perwakilan IndoGym/Team Phantom MMA ini, terutama ketika jutaan pasang mata akan menatap dirinya yang berkesempatan untuk tampil dalam laga pembuka.

Perhelatan ini juga akan menjadi ajang pertama ONE Championship yang disiarkan secara langsung ke Amerika Serikat.

“Ini akan jadi yang pertama saya ke Jepang, dan ini kesempatan besar karena Jepang adalah tempat lahirnya karate, judo, kempo, serta Jiu Jitsu,” katanya bersemangat.

“Saya akan coba membawa nama Indonesia […] Ini kesempatan untuk memperkenalkan ‘The Terminator Indonesia’.”

Baca juga: 10 Kuncian Terbaik Dari Bintang Yang Berlaga Di ONE: CENTURY PART I

Tokyo | CENTURY | Pergelaran Ke-100 ONE Championship | Tiket: Dapatkan disini

  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Indonesia, tanggal 13 Oktober pukul 7:00 WIB – serta BAGIAN II, tanggal 13 Oktober pukul 15:00 WIB
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Amerika Serikat, tanggal 12 Oktober pukul 20:00 EST – serta BAGIAN II, tanggal 13 Oktober pukul 4:00 EST
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di India, tanggal 13 Oktober pukul 5:30 IST – serta BAGIAN II pukul 13:30 IST
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Singapura on 13 October pukul 8:00 SGT – serta BAGIAN II pukul 16:00 SGT
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Filipina on 13 October pukul 8:00 PHT – serta BAGIAN II pukul at 16:00 PHT
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Jepang on 13 October pukul 9:00 JST – serta BAGIAN II pukul 17:00 JST

ONE: CENTURY adalah ajang Kejuaraan Dunia bela diri terbesar dalam sejarah dengan 28 Juara Dunia yang tampil dalam berbagai disiplin bela diri. Belum ada organisasi dalam sejarah yang pernah mempromosikan dua ajang Kejuaraan Dunia di hari yang sama.

“The Home Of Martial Arts” kembali membuka babak baru dengan menyajikan beberapa laga perebutan gelar Juara Dunia, tiga babak final Kejuaraan World Grand Prix, serta serangkaian Juara Dunia yang akan melawan Juara Dunia lainnya di lokasi ikonik Ryugoku Kokugikan, Tokyo, Jepang, tanggal 13 Oktober.