Fitur

Rudy Agustian Nantikan Rangkaian Laga Menegangkan Di ONE: A NEW BREED II

ONE Championship siap menggelar ajang kedua dalam rangkaian gelaran utama ONE: A NEW BREED pada hari Jumat, 11 September ini.

Ajang ONE: A NEW BREED II yang sebelumnya direkam di Bangkok, Thailand ini akan menghadirkan enam pertandingan eksplosif dan 12 petarung papan atas dalam disiplin Muay Thai dan bela diri campuran, dimana laga utama malam itu akan menampilkan dua Juara Dunia Muay Thai, Pongsiri PK.Saenchai Muaythaigym dan pendatang baru Sean “Clubber” Clancy.

Tiga Laga Bela Diri Campuran

Tentunya, ini pun menarik perhatian berbagai atlet asal Indonesia, tak terkecuali Rudy “The Golden Boy” Agustian, yang telah mendalami “seni delapan tungkai” ini di tanah kelahirannya dan menjagokan para atlet tuan rumah di “Negeri Gajah Putih” tersebut.

Walau laga ONE Super Series Muay Thai akan menjadi puncak ketegangan malam itu, terdapat tiga laga bela diri campuran yang akan membuka gelaran ini, termasuk debut dari dua seniman bela diri campuran Witchyakorn “SuperBenz” Niamthanom dan Khalid Friggini.

Menurut Rudy, laga dalam divisi lightweight ini akan berakhir serupa dengan laga catchweight 67,5 kilogram antara Prach “SuperBest” Buapa melawan Brogan “Broken Heart” Stewart-Ng.

“Prediksi paling aman adalah bahwa para petarung Thailand itulah yang akan mendominasi dan menang,” ungkap “The Golden Boy” yang memang memiliki kedekatan tersendiri akan negara tersebut.



Di antara kedua laga di awal gelaran itu, ada sebuah laga klasik grappler melawan striker, dimana pegulat asal Dagestan Abu Muslim “Merciless” Alikhanov akan menghadapi praktisi Muay Thai asal Perancis Pascal “Money P” Jaskiewiez – yang masing-masing memiliki kemenangan dalam catatan rekor mereka – dalam divisi lightweight bela diri campuran.

Alikhanov, yang memiliki rekor 2-0 dalam karier profesionalnya, adalah Finalis Gulat Pemuda Nasional Rusia yang mewakili Tiger Muay Thai, Phuket. Sedangkan lawannya, Jaskiewiez, adalah Juara Bangla Stadium yang mencatatkan rekor 2-1 dan berlatih di bawah Mehdi “Diamond Heart” Zatout di Venum Training Camp, Pattaya.

“Kalau dilihat dari jenggotnya yang sangat mirip dengan Khabib Nurmagomedov, maka saya melihat bahwa Abu Muslim yang akan menang,” kata Rudy sambil tertawa.

Sorotan Dalam Muay Thai Dan Kickboxing

Supergirl Jaroonsak Muaythai vs. Milagros Lopez at ONE: A NEW BREED II

Laga ini menjadi salah satu aksi yang paling ditunggu malam itu, yaitu debut Supergirl Jaroonsak Muaythai – yang adalah adik perempuan dari bintang baru ONE Wondergirl Fairtex – dan Milagros Lopez, Juara Muay Thai Argentina yang berusia 24 tahun.

Supergirl mencetak sejarah sebagai atlet termuda yang beraksi dalam ONE Super Series, karena usianya yang masih 16 tahun, namun ia memiliki rekor profesional 37-5-1 dan serangan lutut paling berbahaya dalam olahraga ini. Tetapi, Milagros juga memiliki serangan dan permainan clinch yang mengejutkan. Dalam hal ini, Rudy tak ragu bahwa Supergirl akan meraih kemenangan.

“Untuk disiplin muay thai, saya cenderung akan menjagokan petarung asal Thailand asli. Jadi kalau ditanya soal partai ini, saya pasti dukung Supergirl,” lanjut sang seniman bela diri campuran Indonesia ini.

Superlek Kiatmoo9 vs. Fahdi Khaled at ONE: A NEW BREED II

Setelah laga di atas, tiba saatnya untuk laga pendukung utama malam itu, antara “The Kicking Machine” Superlek Kiatmoo9 melawan Fahdi “The Gladiator” Khaled, yang akan dapat memberi posisi lima besar dalam divisi flyweight kickboxing.

Superlek memang telah menjadi penantang peringkat kedua dalam disiplin Muay Thai dan kickboxing, tetapi ia ingin meningkatkan posisinya menjadi penantang teratas – terutama setelah mengalahkan penantang peringkat pertama dalam disiplin Muay Thai, “The Angel Warrior” Panpayak Jitmuangnon, bulan Juli lalu. Rudy pun setuju dengan hal ini.

“Ini sebenarnya adalah partai yang paling saya tunggu. Saya cukup bingung mengapa pertandingan antara Superlek vs. Fahdi ini tidak menjadi laga utama,” kata “The Golden Boy.”

“Skill epik yang dimiliki Superlek, tendangan kanan yang ganas dipadu serangan lutut yang berbahaya, saya menduga itu akan merepotkan Fahdi. Meski dia juga petarung yang bagus, namun saya yakin jam terbang dan kemampuan Superlek masih berada di atas Fahdi.”

Pongsiri PK.Saenchai Muaythaigym vs. Sean Clancy at ONE: A NEW BREED II

Laga utama malam ini jelas menjadi sorotan tersendiri, saat Pongsiri berusaha merusak penampilan debut Clancy dalam ONE Super Series demi mengincar penebusan besar.

Perwakilan PK.Saenchai Muaythaigym yang empat kali menjadi Juara Dunia Muay Thai dan memiliki rekor profesional 153-33-11 itu sempat mengalami kekalahan dalam dua laga awal di atas panggung dunia – saat melawan atlet yang berpostur lebih besar dalam divisi featherweight.

Kini, atlet berusia 29 tahun ini turun ke divisi bantamweight demi menghadapi atlet yang sebanding dan memulai impiannya meraih sabuk emas. Di sisi lain, Clancy akan menjadi atlet Irlandia pertama yang berlaga dalam rangkaian ONE Super Series – dengan pencapaian yang juga tak kalah mentereng.

Keduanya ingin menempatkan diri mereka di jalur cepat menuju gelar Juara Dunia ONE dan berbagi gaya bertanding yang sangat mirip: menyerang maju dan menolak untuk mundur. Melihat hal tersebut, Rudy pun mengatakan bahwa ada kemungkinan laga ini berakhir dengan keputusan juri.

“Saya melihat bahwa Pongsiri akan menang poin, karena kita semua sangat mengetahui kualitas petarung yang satu ini,” katanya. “Namun, para petarung [asal] Irlandia dan Inggris juga terkenal memiliki berbagai kemampuan yang sangat baik.”

Baca juga: Cara Menyaksikan ONE: A NEW BREED II