Fitur

Rangkaian Gelar Juara Dunia Dari Sang Legenda, Yodsanklai IWE Fairtex

Dalam sejarah Muay Thai, hanya ada beberapa atlet yang mampu mendapatkan penghormatan lebih dari sosok Yodsanklai IWE Fairtex.

“The Hero” mulai berkompetisi saat ia berusia 8 tahun, dimana ia membangun sebuah resume yang sarat dengan pencapaian yang hampir tak dapat ditandingi oleh atlet manapun.

Ia menjadi bintang setelah memenangkan beberapa gelar paling prestisius di Thailand, tetapi ia menjadi legenda setelah keluar dari skena lokal untuk menghadapi striker terbaik di muka bumi – dan mengalahkan hampir semuanya.

Jelang laga bersama seorang legenda lainnya, Andy Souwer, di ONE: A NEW ERA, 31 Maret, simak beberapa Kejuaraan Dunia yang dimenangkan oleh ikon “seni delapan tungkai” ini selama dua dekade terakhir.

Juara Dunia Lumpinee Stadium Muay Thai Dua Kali

Menjadi Juara Lumpinee Stadium Muay Thai adalah salah satu penghormatan terbesar dalam disiplin Muay Thai, dan Yodsanklai mampu melakukan itu dalam dua divisi – pada tahun 2001 dan 2005.

Berikut adalah hal yang paling impresif terkait pencapaian tersebut – gelar Juara Dunia perdananya di arena paling terkenal di Bangkok itu diraihnya dalam divisi 50,8 kilogram pada tahun 2001, ketika ia masih remaja. Gelar Kejuaraan Dunia keduanya datang empat tahun kemudian, pada tahun 2005, di divisi 66,7 kilogram.

Walau tubuh dan lawannya berubah sepenuhnya, ia masih mampu menghadapi tantangan tersebut.

Juara Dunia WBC Muay Thai

Pada tahun 2005, Yodsanklai memulai apa yang dianggap sebagai salah satu persaingan terepik dalam sejarah olahraganya, saat ia mengalahkan legenda Australia, John Wayne Parr, untuk menjadi Juara Dunia WBC Super Welterweight yang pertama.

Laga lima ronde itu berlangsung di tanah kelahiran Parr, namun atlet Thailand ini menemukan cara untuk mengamankan kemenangan dan membawa pulang sabuk tersebut.

Ia kemudian mempertahankan gelar Juara Dunia itu beberapa kali di Asia, Eropa dan Amerika.

Juara WMC Contender Asia & Juara Dunia WMC

View this post on Instagram

How many years ago.?? #contenderasai

A post shared by Yodsanklai (@yodsanklai1) on

Yodsanklai diperkenalkan ke skena global pada tahun 2008 dalam rangkaian The Contender Asia, sebuah kompetisi yang dikemas sebagai acara televisi realitas populer yang mengumpulkan para praktisi Muay Thai terbaik dunia di Singapura dalam sebuah turnamen.

Untuk mencapai babak final, warga asli Pattaya ini harus melewati tiga lawan – Bruce Macfie, Sean Wright dan rekan satu timnya, Naruepol Fairtex.

Pada laga terakhirnya, Yodsanklai kembali berlaga melawan kawan lamanya John Wayne Parr, yang pada awalnya memilih dirinya sebagai anggota tim selama ajang ini berlangsung.

Dalam laga ulang mereka, “The Hero” harus menjalani lima laga keras lainnya melawan striker Australia ini, namun ia masih mampu mencapai puncak dengan gelar tersebut terlingkar di pinggangnya.

Kemenangan ini juga memberinya gelar Kejuaraan Dunia WMC Muay Thai yang kedua dalam divisi middleweight, yang dipertahankannya dua kali – selama ia mempertahankan sabuk WMC super welterweight.

Juara Dunia Dua Divisi WPMF

Pada tahun 2006, “The Hero” kembali menguasai sebuah kejuaraan prestisius lainnya, yaitu dengan merebut gelar Kejuaraan Dunia WPMF Super Welterweight.

Satu tahun setelah kemenangannya di “Kota Singa,” Yodsanklai kembali naik divisi untuk menantang sabuk Juara Dunia WPMF dalam divisi super middleweight.

Atlet Thailand ini membuktikan bahwa kemampuannya memang seimbang saat melawan atlet yang berpostur tubuh lebih besar, seperti yang dilakukannya saat melawan atlet Jepang Takaaki Nakamura.

Seperti sabuk kejuaraan lainnya, Yodsanklai mampu mempertahankannya dan menjadi tak terkalahkan di dalam ring.

Kejuaraan Dunia Lion Fight Middleweight

Yodsanklai terbang ke Amerika Serikat pada tahun 2013 untuk menantang gelar Juara Dunia Lion Fight Middleweight melawan atlet asal Amerika Serikat, Chike Lindsay.

Walau ia nampak jauh lebih kecil dari lawannya, “The Boxing Computer” menggunakan teknik hampir sempurna yang jelas membuktikan julukan tersebut selama laga lima ronde tersebut.

Saat ia kembali mempertahankan sabuknya pada tahun 2014, ia mencetak sebuah KO mengejutkan pada ronde kedua melawan Salah Khalifa. Sekali lagi, tak ada yang mampu merebut gelar milik Yodsanklai ini di dalam ring.

Seluruh laga itu adalah bagian dari rangkaian kemenangan luar biasa yang masih dibangun oleh Yodsanklai sampai saat ini. Sejak tahun 2012, ia memiliki 30 kemenangan beruntun, termasuk sepasang kemenangan dalam rangkaian laga ONE Super Series – yaitu sebuah kemenangan mutlak atas Chris Ngimbi dan KO ronde pertama yang luar biasa atas Luis Regis.

Untuk mendapatkan kemenangan ke-31 dan menambah catatan kemenangan menjadi 202 secara keseluruhan, Yodsanklai harus menaklukkan Souwer, tanggal 31 Maret, di kartu pertandingan ajang ONE: A NEW ERA yang bersejarah dari Tokyo, Jepang.

Muat Lebih Banyak

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.