Fitur

Perjalanan Panjang Gilberto Galvao Meraih Kejayaan

25 Jul 2019

Selama 13 tahun terakhir, Gilberto “Giba” Galvao mendedikasikan dirinya demi menjadi atlet bela diri campuran terbaik di dunia.

Pria asal Brasil ini membangun rekor yang luar biasa mengagumkan untuk dapat masuk dalam organisasi terbesar di dunia untuk mengubah nasibnya.

Dia tidak berhenti mengejar mimpinya walau menerima pengalaman pahit dan akhirnya ia menerima panggilan untuk bergabung dengan organisasi bela diri terbesar di dunia, ONE Championship, pada tahun 2016.

Saat ini, dengan dua kemenangan berturut-turut, ia akan kembali bertanding setelah 16 bulan absen dari ONE Circle. Hari Sabtu, 15 Juni, ia akan menghadapi petarung tak terkalahkan Renier “The Dutch Knight” De Ridder dalam ajang ONE: LEGENDARY QUEST.

Sebelum laga divisi middleweight ini dimulai, berikut beberapa hal yang dapat kita pelajari tentang kompetitor ONE yang paling berbahaya ini.

Awal Yang Sederhana

Pria yang lahir di Sao Paulo ini dibesarkan dalam keadaan yang sederhana, dimana keluarganya bekerja keras demi mendapatkan semua yang mereka miliki.

Sewaktu kecil, Gilberto mengalami banyak rintangan, sebagaimana anak-anak yang berasal dari daerah ini, untuk keluar dari kemiskinan dan melakukan apa saja untuk bertahan hidup.

Di daerah itu pun ia belajar mempertahankan diri di jalanan, dimana hal ini menjadi awal karirnya dalam dunia bela diri.

“Saya mulai belajar Brazilian Jiu-Jitsu karena saya ingin melindungi diri saya dari bahaya,” kata Gilberto.

“Saya segera [jatuh cinta pada olahraga ini], dan merasa [olahraga] ini ditakdirkan untuk saya sejak awal.”

Mempelajari Seni Bela Diri Lainnya

Brazilian warrior Gilberto Galvao is sharpening all his tools ahead of his return to the global stage on 15 June!

Brazilian warrior Gilberto Galvao is sharpening all his tools ahead of his return to the global stage on 15 June! ????????Shanghai | 15 June | 7PM | TV: Check local listings for global broadcast | Watch on the ONE Super App: http://bit.ly/ONESuperApp

Posted by ONE Championship on Saturday, May 25, 2019

Gilberto menambah arsenalnya dengan mempelajari judo dan Luta Libre, seni bela diri asal Brasil yang memadukan grappling, catch-wrestling dan judo.

Walau persaingan ketat terjadi antara BJJ dan judo di negara asalnya, ia mempelajari keduanya dan berhasil meraih sabuk hitam di kedua disiplin.

Ia pun menjadi juara nasional BJJ tiga kali, namun saat itu belum ada kesempatan untuk mendapatkan penghasilan dari cabang olahraga ini. Gilberto ingin sekali mengubah gairahnya sebagai atlet menjadi sebuah karir dan akhirnya memasuki dunia bela diri campuran, atau mixed martial arts (MMA).

“Saya memiliki beberapa teman yang bertanding di MMA dan melihat kesempatan untuk memperoleh penghasilan dari pertandingan,” katanya.

“Saat itu, belum ada banyak kesempatan untuk mendapatkan uang dari BJJ.”

Mengubah Hobi Menjadi Pekerjaan

Brazilian powerhouse Gilberto Galvao makes his highly-anticipated comeback on 15 June! ????????

Brazilian powerhouse Gilberto Galvao makes his highly-anticipated comeback on 15 June! ????????????: Shanghai | 15 June | 5PM | ONE: LEGENDARY QUEST????: Get your tickets at ???? http://bit.ly/onequest19????: Check local listings for global TV broadcast????: Watch on the ONE Super App ???? http://bit.ly/ONESuperApp ????‍????: Prelims LIVE on Facebook | Prelims + 2 Main-Card bouts LIVE on Twitter

Posted by ONE Championship on Monday, June 3, 2019

Gilberto berhasil mengubah fokusnya ke MMA dan menemukan kesuksesan dalam olahraga ini. Ia membangun catatan rekor luar biasa, 28-5-1, sebelum menjadi Juara Aspera FC Middleweight, sebuah turnamen lokal.

Walaupun memiliki kemampuan diatas rata-rata, atlet yang mewakili Astra Fight Team ini masih harus melewati jalan panjang untuk mengubah mimpinya menjadi kenyataan. Saat itu, ia belum memiliki kesempatan untuk bergabung dengan organisasi besar, dimana ia harus bekerja dan berlatih di sebuah sasana.

“Ini dialami semua petarung Brasil, memiliki pekerjaan tetap diawal karir sebagai atlet MMA,” jelas Gilberto.

“Sangat sulit untuk bekerja 10 jam, berlatih dengan keras dan tampil dengan baik diatas ring.”

Pada awal karirnya, ia bersusah payah untuk berjuang sebagai seorang profesional saat tiga kemenangannya harus disambangi tiga kekalahan beruntun pada tahun 2007.

Walaupun kecewa, ia pantang mundur. “Giba” mengambil jeda dari pertandingan untuk berlatih selama enam bulan dan menjadi lebih tajam dalam mengeksekusi tekniknya untuk memenangkan 13 pertandingan berturut-turut.

“[Pengalaman itu] membuat saya bersyukur dengan hidup yang saya peroleh saat ini, dimana saya dapat terfokus ke karir dan latihan saya,” katanya.

Takdir Merebut Emas

Atlet asal Brasil ini mendapatkan kesempatan menunjukkan kemampuannya diatas panggung internasional saat ONE Championship memasukkan namanya dalam divisi middleweight.

Dia mengatakan bahwa kesempatan bergabung bersama organisasi bela diri terbesar didunia adalah momen terbesar dalam karirnya, tetapi ini tidak membuatnya diam ditempat.

Kerja keras yang diemban seumur hidupnya membuat “Giba” menjadi salah satu petarung yang paling berpengalaman, dimana setelah meraih kemenangan melawan Tatsuya Mizuno dan Jake Butler, ia berencana untuk merebut sabuk Juara Dunia ONE dan bertanding dengan salah satu idolanya.

Jika ia dapat mengalahkan seorang petarung terbaik dengan rekor tak terkalahkan di dunia dalam ajang di Shanghai, ia mungkin dapat menggapai mimpinya.

“Saya pikir saya memiliki rekor bagus yang tidak banyak dimiliki oleh para petarung dalam divisi middleweight, dan saat ini saya bertanding di ONE Championship. Keduanya sudah termasuk hebat, menurut saya,” ia berkata.

“Saya ingin menjadi Juara Dunia ONE dan bertanding melawan Vitor Belfort. Ia adalah petarung yang telah menjadi inspirasi saya sejak lama.”