Fitur

Peran Seni Bela Diri Dalam Menata Kehidupan Adi Paryanto

1 Nov 2019

“Zenwalk” Adi Paryanto mengalami sebuah peristiwa penting saat berlaga di depan pendukungnya di Istora Senayan Jakarta dalam ajang bertajuk ONE: DAWN OF VALOR.

Selain meraih kemenangan perdana di “The Home Of Martial Arts” lewat cara yang meyakinkan pada ronde pertama atas atlet muda berbakat Angelo “The Unicorn King” Bimoadji, ia juga diyakinkan bahwa setiap kerja keras akan membuahkan hasil.

Sebuah terjangan menggunakan lutut tepat mengenai bagian rusuk sang rival yang memberinya kemenangan TKO sekitar satu menit sejak bel berbunyi.

Adi Paryanto jatuhkan Angelo Bimoadji di laga pembuka ONE: DAWN OF VALOR!

Adi Paryanto jatuhkan Angelo Bimoadji di laga pembuka ONE: DAWN OF VALOR! #TimIndonesia ????????????: Pesan kendaraan dan makanan anda dengan Grab ???? https://grb.to/ONEXGRAB

Posted by ONE Championship Indonesia on Friday, October 25, 2019

“Zenwalk” berlatih ekstra selama hampir satu bulan demi mempersiapkan laga tersebut dan hasil yang ia dapatkan membuka jalan baginya untuk meraih prestasi di panggung dunia.

“Selama sebulan penuh, saya berlatih keras. Dan sekarang anda saksikan performa saya,” tutur Adi dalam sebuah wawancara singkat di atas Circle sesaat setelah dinobatkan sebagai pemenang.

Atlet asal IndoGym / Tigershark MMA ini menjalani latihan intensif di Thailand bersama para atlet teratas lainnya dari berbagai belahan dunia berkat dukungan sebuah sponsor.

View this post on Instagram

Puji syukur saya panjatkan kehadirat ALLAH SWT atas kemenangan saya kali ini.. Trimakasih yang sedalam2nya juga kepada PT. KANZA EKSELENSIA UTAMA produsen produk EY-MAN yang telah mensponsori saya untuk berangkat Berlatih di Thailand selama 1 bulan. Trimakasih buat calon istri saya yang sudah kasih support dan doanya untuk pertandingan ini.. . Trimakasih juga kepada orang tua tercinta serta para pelatih saya : @honeybadger305 @asiawillthekill @zuli7591 @andickamamesah @ogan007_fight @theodorusginting @kapap_indonesia (David Krav ) @_tigersharkmma.jakarta . . Terimakasih juga untuk Management saya @indogymteam @amarta.lukita @adri.kumara . Dan terimaksih untuk teman2 yang sudah bantu dan support saya dalam berlatih, yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu … Saya yakin saat Allah berikan saya kekalahan itu karna Allah sayang kepada saya.. Allah ingin membentuk saya menjadi pribadi yang lebih matang dan sabar.. Dan sayapun tak akan pernah lupa bahwa ketika Allah berikan saya kemenangan pasti Allah juga ingin melihat saya menunjukkan rasa syukur saya lebih dalam lagi dan tetap rendah hati. Keep spirit my friend @angelo_bimoadji perjalananmu masih panjang… gw yakin lo bisa mencetak banyak prestasi dikemudian hari #respect ???? #WeAreONE #Jakarta #MartialArts How to watch ONE: DAWN OF VALOR? Link in bio ???? @onechampionship ___________________________________________________ #ONEChampionship #WorldChampion #Champion #WarriorSpirit #Knockout #KO #Submission #MuayThai #ThaiBoxing #Kickboxing #Wrestling #Boxing #BJJ #BrazilianJiuJitsu #JiuJitsu #Grappling #Karate #MMA #MixedMartialArts #Fight #Fitness #Training #Sports #Entertainment #beastmode

A post shared by The Zenwalk Adi Paryanto (@thezenwalk) on

“Zenwalk” mengerti bahwa di balik kemenangannya, terdapat uluran tangan dari orang lain, termasuk orang-orang terdekatnya yang selalu memberi dukungan.

Ia pun menyampaikan dukungan bagi sang lawan, yang menurutnya memiliki masa depan cerah di masa depan.

“Keep spirit my friend Angelo Bimoadji, perjalananmu masih panjang. Saya yakin kamu bisa mencetak banyak prestasi dikemudian hari #respect,” tuturnya.

Adi selalu melihat seni bela diri sebagai panduan hidup yang memiliki nilai-nilai luhur dan bukan hanya ajang untuk mengejar kemenangan di atas arena.

Adi awalnya belajar seni bela diri untuk melindungi dirinya dari para perundung saat memasuki usia remaja, karena tubuhnya yang relatif lebih kecil dibandingkan teman-teman sebayanya, ia kerap menjadi target perundungan.

Ia pun mulai mengikuti kegiatan ekstra kurikuler Taekwondo ketika memasuki masa SMP. Setelah lulus, pria kelahiran Purwodadi, Jawa Tengah, ini pindah ke Kalimantan Timur untuk tinggal bersama sang kakak.

Adi melanjutkan hobinya dalam dunia seni bela diri ketika menginjak masa SMA, dimana ia memperdalam keterampilan dalam wushu sanda.

Kiprah Adi untuk memperdalam ilmu bela diri sempat ditentang sang ibu, yang khawatir akan keselamatan sang anak. Tetapi, berkat dukungan sang ayah, hati ibunda Adi pun luluh. Terbukti, karier yang Adi pilih tepat. Kini ia merupakan salah satu atlet berbakat dari bumi pertiwi dan uang yang ia hasilkan dari kerja kerasnya berhasil membantu orang tuanya merenovasi rumah di kampung halaman.

 

Secara mental, seni bela diri juga telah mendewasakan Adi dan ia mulai merasakan perubahan dalam dirinya.

“Yang pertama adalah tentang mengontrol diri dan emosi. Bela diri juga membuat saya jadi percaya diri dan yang jelas membuat saya lebih sehat,” tuturnya.

“Intinya untuk mengontrol hawa nafsu dan juga belajar lebih mengenal diri. Tapi bukan berarti kita jago bela diri, kita lebih sering berantem. Justru kebanyakan ahli bela diri menyingkir dari konflik,” ungkapnya.

Baginya, keterampilan bela diri yang ia miliki hanya akan ia gunakan saat dalam keadaan mendesak atau ketika harus melindungi orang lain.

“Bela diri merupakan sebuah olah raga yang penuh filosofi hidup. Menurut saya semua orang itu harus dapat membela diri, karena dalam agama saya juga membela diri adalah suatu kewajiban. Alloh lebih mencintai hambanya yang kuat daripada yang lemah. Jadi menurut saya bela diri seperti itu,” tuturnya.