Fitur

Makna Hari Raya Idul Fitri Bagi Superstar ONE

Saat bulan suci Ramadan berakhir, umat Muslim di seluruh dunia kembali merayakan Hari Raya Idul Fitri, atau yang dikenal dekat sebagai Lebaran. 

Bagi banyak orang, perayaan ini menjadi waktu yang tepat untuk bertemu keluarga dan sahabat dekat, serta menyantap berbagai hidangan tradisional yang tersedia.

Sayangnya, pandemi COVID-19 memaksa berbagai rencana tertunda, karena larangan bepergian yang diterapkan oleh berbagai pemerintahan di seluruh dunia. 

Terlepas dari keterbatasan tersebut, para atlet ONE Championship yang merayakan hari kemenangan ini tetap menciptakan kenangan tersendiri saat ini. Lagipula, para seniman bela diri yang sangat berbakat ini telah menjadikan pemikiran positif sebagai salah satu senjata utama mereka.

Kini, para bintang asal Indonesia dan Malaysia ini berbagi tentang makna Idul Fitri bagi mereka, serta bagaimana mereka menghabiskan waktu bersama orang-orang terkasih.

Stefer “The Lion” Rahardian

View this post on Instagram

*السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته* Perkenankan saya dan ibu saya Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hijriah* *تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ صِيَامَنَا وَصِيَامَكُمْ تَقَبَّلْ يَا كَرِيْمَ* *_Taqabbalallohu Minna wa Minkum shiyaamanaa washiyaamakum taqabbal yaa Kariim_* Dengan kerendahan hati Kami Mohon maaf lahir dan batin Semoga amal ibadah dan Puasa kita diterima Allah SWT… Aamiin YRA *وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه* Stefer & ibu….???? #idulfitri #idulfitri2019 #blessed #family #happyeidmubarak #neverforgetwhereyoucamefrom

A post shared by rahardian (@stefer_rahardian) on

“Tidak seperti tahun-tahun yang lalu, Ramadan dan Lebaran tahun ini terasa sedikit kurang bagi saya.”

“Saya tidak dapat keluar untuk ‘ngabuburit’ [menunggu waktu berbuka puasa] dan berbuka bersama karena berbagai larangan. Banyak mall dan restoran juga tutup karena situasi ini. Namun, saya yakin yang terbaik bagi kita adalah untuk mengikuti peraturan demi memutus penyebaran virus ini.”

“Lebaran itu selalu tentang memaafkan dan kesucian hati. Itu bukan tentang mengunjungi saudara, kumpul-kumpul keluarga, dan barang-barang baru, namun itu tentang bagaimana ibadah kita memberi kelahiran spiritual yang baru, atau kembali ke hati yang suci.”

“Terlepas dari fakta bahwa kita tidak dapat keluar rumah terlalu sering, saya masih bersyukur untuk waktu lebih bersama keluarga. Karena larangan ini, saya menghabiskan sebagian besar waktu di bulan Ramadan dengan berada di rumah. Saya memasak untuk keluarga dan memiliki waktu lebih untuk dihabiskan bersama. Ini adalah hal-hal yang cukup sulit dilakukan dalam keseharian saya.”

Azwan Che Wil

Azwan Che Wil celebrates with his family after a Muay Thai show

“Salah satu hal yang selalu saya sukai tentang perayaan ini adalah bahwa itu adalah salah satu momen dimana kita dapat bertemu teman lama dan keluarga. Untuk Hari Raya [sebutan untuk Lebaran di Malaysia], saya biasanya melakukan ritual untuk kembali ke desa ibu saya di bagian selatan Thailand, lalu mengunjungi keluarga ayah saya di Kelantan pada hari yang kedua.”

“Tahun ini sangat berbeda, karena banyak anggota keluarga yang tak dapat kembali ke Kelantan karena MCO [‘movement control order’, atau setara dengan PSBB di Indonesia] yang diterapkan oleh pemerintah. Namun itu tidak apa-apa. Mengapa kita harus melihat sisi negatifnya?”

“Saya telah menghabiskan banyak waktu yang menyenangkan dengan orang tua saya di rumah, dan saya rasa dengan Hari Raya, ini akan menjadi lebih spesial. Karena itu, saya juga ingin mengambil kesempatan untuk mengucapkan Selamat Hari Raya pada umat Muslim di seluruh dunia!”

“Rayakan ini dengan cara yang sederhana dan pastikan anda mengikuti seluruh SOP [atau prosedur operasi standar] yang diterapkan oleh Kementerian Kesehatan selama COVID-19 untuk memastikan keamanan diri anda dan mereka yang anda kasihi.”

“Zenwalk” Adi Paryanto

“Tahun ini, saya tidak merasakan atmosfer yang sama. Saya tak dapat pergi ke kota kelahiran saya di Purwodadi, Jawa Tengah, karena COVID-19, maka saya memutuskan untuk tinggal di Jakarta.”

“Kami tidak pernah menyangka bahwa pandemi ini akan berlangsung selama ini, sampai Lebaran. Tahun lalu, kami masih dapat melakukan shalat Id di masjid, menyalami dan bertemu saudara.”

“Saya telah berada dalam karantina mandiri selama dua bulan. Cukup sedih bahwa ini tidak terasa semeriah tahun lalu. Pada saat yang sama, saya juga merasa ini adalah waktu yang tepat bagi kita untuk berbicara pada diri sendiri dan mengisi ulang energi kita dengan segala sesuatu yang positif, jika mungkin.”

“Saya juga akan menggunakan waktu ini untuk menjadi lebih produktif, dalam arti ini akan memberi saya lebih banyak waktu untuk menjadi kreatif.”

Mohammed “Jordan Boy” Bin Mahmoud

Mohammed Bin Mahmoud and his family on Hari Raya

“Hari Raya, bagi saya, adalah tentang menjalani budaya kami. Terlepas dari pergi ke kota kelahiran ibu saya di Kedah dan menikmati hidangan lezat seperti rendang dan lemang, berada di antara anggota keluarga dan mengunjungi rumah-rumah adalah bagian dari apa yang selalu saya lakukan dalam perayaan ini.”

“Namun, saya mengetahui saya tidak akan dapat melakukan itu tahun ini, namun itu tidak menjadi masalah besar bagi saya. Mungkin ini akan menjadi waktu yang baik bagi keluarga saya – hanya kami berenam – untuk menghabiskan waktu yang berkualitas bersama-sama. Terkadang, sama seperti seni bela diri, hal-hal tidak berjalan sesuai rencana, namun kita harus tetap memiliki alternatif lain.”

“Saya mengetahui banyak dari teman-teman saya tidak akan kembali ke kota kelahiran mereka, jadi mungkin saya akan dapat mengunjungi mereka sambil memastikan pembatasan jarak, tentunya. Mari kita tetap berbahagia bahwa kita masih dapat merayakan Hari Raya, walau dalam skala yang lebih kecil.”

“Bagi para penggemar saya, penggemar ONE Championship, dan umat Muslim di seluruh dunia, Selamat Hari Raya Dan Maaf Zahir Dan Batin! Tetaplah aman, jaga diri dan berdoa supaya segala sesuatunya dapat segera kembali normal.”



Putri “Ami” Padmi

Indonesian mixed martial artist Putri Padmi with her family on Hari Raya

“Hari Raya Idul Fitri itu seperti perayaan tahun baru bagi saya, karena segala sesuatunya kembali ke nol.”

“Ini adalah waktu dimana kita meminta maaf dan memperbaiki hubungan dengan orang-orang di sekitar kita – orang tua, keluarga, rekan kerja, tetangga dan siapapun. Ini juga menjadi waktu bagi kita untuk memaafkan dan meninggalkan segala sesuatunya di belakang. Pada dasarnya, bagi saya, Lebaran adalah tahun yang baru dimana kita menulis babak baru dalam kehidupan kita.”

“Lebaran selalu menawarkan atmosfer perayaan yang luar biasa. Kami makan bersama keluarga besar untuk merayakannya. Untungnya, saya berada di rumah [di Tuban, Jawa Timur] sebelum larangan bepergian ini diterapkan.”

“Ini terasa spesial karena hal itu memberi kita waktu yang tepat untuk meminta maaf dan berterima kasih. Kami mendengarkan kisah satu sama lain, terutama karena kita berada jauh dari rumah untuk waktu yang lama.”

“Jungle Cat” Muhammad Aiman

Muhammad Aiman with his family on Hari Raya

“Sejauh yang dapat saya ingat, saya telah merayakan Hari Raya di rumah, di Negeri Sembilan, tiap tahunnya.”

“Selama 25 tahun terakhir, tiap Hari Raya itu selalu berkesan. Namun hanya karena COVID-19, itu tidak berarti saya tidak dapat merayakan Hari Raya di sini [di Bali]. Saya masih melakukan hal-hal yang sama seperti saat saya berada di rumah. Perbedaannya adalah saya tidak akan bersama keluarga saya.”

“Ada masjid yang terletak tidak jauh dari sasana, dan saya akan melanjutkan ritual doa saya tiap pagi sebelum memulai kegiatan dan mungkin menghabiskan waktu bersama mereka di sasana.”

“Saya mungkin akan mencoba memasak sesuatu selama berada di sini, karena saya memiliki waktu lebih. Saya rindu berbagai macam hidangan tradisional, maka itu akan membuat hari saya lebih baik.”

Fajar “Macho”

 

“Saya selalu merayakan Lebaran di rumah, tidak kemana-mana, karena sedari kecil, saya tinggal bersama orang tua di Tangerang.”

“[Lebaran tahun ini] jelas berbeda karena adanya pandemi ini. Sebelumnya, kita dapat berbuka puasa bersama teman-teman atau saudara, namun kali ini kita harus tetap berada di rumah saja. Kita mengikuti peraturan PSBB dari pemerintah, maka keluarga saya juga sepakat untuk tidak pergi kemanapun dan meminimalisir kemungkinan tamu yang akan datang.”

“Tahun ini, saya harus berlebaran tanpa ditemani seluruh keponakan dan sepupu saya. Biasanya, saat keluarga berkumpul untuk Lebaran, kami menyantap hidangan khas Hari Raya dan berbincang-bincang bersama saudara yang datang dari jauh.”

“Menurut saya, lebih tepat jika saya mengatakan Lebaran kali ini lebih “spesial,” daripada kita terus mengeluh. Mungkin inilah saat yang tepat untuk berada lebih dekat bersama keluarga di rumah. Bagaimanapun, saya tetap berharap kondisi ini cepat berakhir dan hanya terjadi pada Lebaran tahun ini saja.”

Baca juga: Cara Memaksimalkan Sesi Latihan Bela Diri Online Pertama Anda