Fitur

Michael Pham Merasa Terhormat Bisa Wakili Vietnam Dalam ONE: IMMORTAL TRIUMPH

31 Agu 2019

Michael “The Beast From The East” Pham dipercaya untuk membuka ajang perdana ONE Championship di tanah leluhurnya ketika ONE: IMMORTAL TRIUMPH menyapa Ho Chi Minh City, Vietnam.

Perwakilan Team Tieu berusia 30 tahun ini dijadwalkan untuk menghadapi Mohammad Fakri Bin Yusoff dalam laga ONE Super Series Muay Thai divisi featherweight di Stadion Indoor Phu Tho pada Jumat, 6 September.

Kontes ini merupakan debut Michael bersama organisasi bela diri terbesar di dunia, dan ia tak sabar untuk menampilkan performa terbaiknya baik para pendukung lokal.

Menjelang momen besarnya, “The Beast From The East” mengungkap bagaimana kaitan antara keluarganya dengan Muay Thai telah memberinya kepercayaan diri tinggi dan membawanya pada panggung global seni bela diri.

Pemuda Yang Tak Memiliki Mimpi

 

Michael lahir di London, Inggris dari orang tua berdarah Vietnam yang mengungsi akibat perang yang menghantam tanah kelahiran mereka selama 20 tahun.

Ibunya berasal dari Hanoi, dan ayahnya dari Ho Chi Minh City. Mereka tinggal di pengungsian di ibukota Inggris.

“Mereka [orang tua saya] datang ke Inggris untuk melarikan diri dari perang dan memulai kehidupan yang lebih baik,” ungkapnya.

“Salah satu tante saya pergi ke Kanada, namun anggota keluarga saya yang lainnya tidak deiperbolehkan, sehingga mereka datang kesini. Saya memiliki banyak keluarga di London, dan anggota keluarga lainnya menetap di Vietnam dan masih tinggal disana.”

Orang tuanya berkeja di sebuah pabrik jahit dan membersarkan Michael serta tiga kakak perempuannya di Tottenham, London Utara, dimana “The Beast From The East” mengakui bahwa ia sempat tak memiliki arah dalam hidup.

“Ketika tumbuh dewasa, saya tak memiliki keahlian apapun, semua yang saya suka hanya main game di komputer,” kenangnya.

“Saya tak pernah menyukai olah raga ataupun semacamnya, dan saya pun bukan orang yang mengejar akademis juga. Saya hanya ingin pulan ke rumah dan bermain komputer.”

Mengalahkan Para Perundung

Titik balik dalam hidupnya terjadi ketika ia diganggu oleh para perundung di usia remaja dan seorang anggota keluarganya mengajaknya untuk berlatih di sebuah sasana.

“Saya mulai berlatih jeet kune do karena saya dulu dirundung ketika masih muda,” ungkapnya.

“Anak-anak lain mencoba merampas barang milik saya dan melakukan hal-hal jelek lainnya. Saya selalu di palak. Saya biasanya memanggil sepupu saya ketika ada masalah dan dia yang selalu menyelesaikannya.

“Senang rasanya memiliki seseorang yang bisa diandalkan, namun saya jadi ketergantungan! Dia bilang saya perlu belajar melindungi diri karena dia tak akan bisa selamanya melindungi saya.”

Orang yang dulu sering membantunya menyelesaikan masalah kini merupakan pelatih utamanya, Philip Tieu, namun awalnya Michael sulit diajak belajar seni bela diri sebagai bentuk dari perlindungan diri.

Tetapi, setelah Michael belajar dasar-dasar tentang memukul dan menendang di rumah tantenya, ia mulai merasa yakin untuk berlatih di sasana semingu sekali. Ketertarikannya pada seni bela diri pun semakin tumbuh.

“Saya tak pernah tertarik pada seni bela diri sampai saya sadar bahwa saya harus melindungi diri sendiri,” lanjut Michael.

“Saya tahu saya harus belajar dan berlatih untuk menumbuhkan rasa percaya diri. Dua sepupu saya yang lain juga ikut berlatih, dan mereka memotivasi saya. Ketika saya mulai berkembang, kita saling mendorong satu sama lain agar lebih baik, seperti sewajarnya keluarga.”

Menemukan Gairah

Untuk pertama kali dalam hidupnya, tukang main game yang pendiam ini terlibat dalam aktifitas fisik dan ia mulai serius berlatih.

“Apa yang membuat saya ingin berada pada tingkatan yang lebih tinggi adalah perasaan yang saya dapatkan setelah latihan,” tambahnya.

“Saya menjadi kecanduan akan rasa itu – hal yang membuat anda merasa baik. Ini seperti kepuasaan alami, sehingga saya ingin berlatih setiap hari.”

Pada usia 18 tahun, ia memulai karirnya di dunia Muay Thai dan meskipun awalnya merasa grogi saat akan menginjakkan kaki di dalam ring untuk laga pertamanya, ia mampu memenangi laga dan tak pernah mengingat-ngingatnya lagi.

Kompetisi membantunya bertransformasi baik secara fisik maupun mental dan membawanya pada jalur kesuksesan tingkat tinggi.

“Ketika saya memenangi laga pertama saya, saya merasa sangat baik – perhatian yang anda dapatkan dan hadiah setelah tanding, membuat saya bersemangat,” tuturnya.

“Saya tahu saya ingin melakukannya lagi dan lagi. Ditambah, rasa hormat yang orang-orang berikan pada anda terasa menyenangkan. Rasanya senang akhirnya bisa menemukan gairah dalam hidup.”

Menjadi Sukses

Dengan motivasi datanglah sukses. Warga London ini mengerahkan segala upayanya dalam latihan dan memanen apa yang telah ia tanam di dalam ring.

Ia menjuarai kejuaraan Eropa ISKA, WKA, dan MTGP di beberapa panggung terbesar di benua biru, dan kini ia beranjak menuju panggung “The Home Of Martial Arts” yang lebih bergengsi.

“Saya sangat senang ketika mendapat tawaran dari ONE. Semua kerja keras saya selama 12 tahun terakhir seperti terbayarkan,” ujarnya.

“Saya menonton pergelarannya, dan saya pikir ini akan menjadi sebuah ujian bagus bagi saya. ONE Championship berisi [atlet-atlet] terbaik di dunia.

Merupakan bonus ekstra bisa tampil di depan publik Vietnam dan Michael tak akan menyia-nyiakan kesempatan tersebut.

Ia berencana untuk tampil all out dan memberikan segala yang ia punya di Stadion Indoor Phu Tho demi melambungkan namanya diantara jajaran atlet terbaik di muka bumi.

“Saya sering ke Vietnam untuk mengunjungi keluarga, namun untuk bertanding di sana merupakan sebuah kehormatan bagi saya,” ucap “The Beast From The East.”

“Saya tidak tahu apakah kesempatan ini akan datang kembali, jadi saya harus mencoba membuat bangsa Vietnam bangga pada saya.”

Ho Chi Minh | 6 September | 17:30 WIB | ONE: IMMORTAL TRIUMPH | TV: Periksa daftar tayangan lokal untuk siaran global | Tiket: http://bit.ly/oneimmortal19