Fitur

Jadi Idola, Adrian Mattheis Ingin Buka Sasana di Kampung Halaman

Populer di dalam Circle dan di dunia maya, Adrian “Papua Badboy” Mattheis juga memiliki keinginan tersendiri untuk menjaring bibit muda seni bela diri campuran dari tempat dimana ia bertumbuh dewasa.

Bahkan, salah satu impian terbesarnya adalah membangun sasana di Sorong, Papua.

Dilahirkan di Ternate, Maluku Utara, Juara Turnamen Strawweight Indonesia ini meniti karier dari apa yang mungkin disebutnya sebagai titik terendah.

Walau menjalani masa kecil yang suram saat terjebak di Konflik Ambon tahun 1999, sampai ia terkena perundungan saat mengenyam pendidikan di bangku kuliah, tak membuat “Papua Badboy” pesimis pada hidup.

Pertemuannya dengan pelatih Zuli Silawanto pun mengubah hidupnya. Di bawah bimbingan Zuli, Adrian terfokus berlatih di Tigershark Fighting Academy dan menajamkan minatnya dalam seni bela diri campuran.

Adrian pun tak membutuhkan waktu lama untuk menaklukkan skena MMA lokal. Pada tahun 2016, Adrian resmi bergabung dengan ONE Championship dan memulai perjalanan di panggung dunia.

Di “The Home of Martial Arts,” Adrian mencatatkan raihan 9-5, dimana laga terakhirnya terpaksa berujung kekalahan di tangan sesama bintang Indonesia Stefer “The Lion” Rahadian pada 2019 lalu.

Luruskan Stigma Negatif

Melalui disiplin yang digelutinya ini, Adrian juga ingin meluruskan stigma negatif yang kerap melekat pada Bumi Cendrawasih dan mereka yang berasal dari bagian timur Indonesia ini.

“Kita orang Timur, seperti yang anda tahu, suka disebut [atau dipandang] minus di mata teman-teman,” ujar Adrian lewat sambungan telepon.

“Salah satu [tujuan saya] itu untuk mengubah pola [berpikir] banyak orang saja.”

Terlepas dari misi dan raihan di panggung dunia, atlet yang tinggal di Sorong itu juga sangat populer di kalangan anak muda Papua dan media sosial.



Pasalnya, Adrian juga sangat aktif menciptakan berbagai konten di sejumlah jejaring sosial yang dimilikinya.

“Sebenarnya saya membuat konten-konten itu juga tak ada pikiran apa pun,” katanya menjelaskan. “Kalau orang-orang merasa [itu] lucu, mereka membagikannya atau apa pun itu, [karena saya] ingin membuat orang tertawa saja.”

Lewat berbagai konten menghibur di dunia maya dan aksi di panggung MMA, Adrian pun mendapatkan perhatian dari warganet yang mengikuti perjalanannya itu.

“Bukan populer sih, setidaknya dikenal banyak orang saja,” ia melanjutkan.

“Banyak juga yang suka DM saya, ‘Kakak, kita bisa ke sana kapan kah?'”

Keinginan Besarnya Untuk Tahun 2022

Adrian Mattheis poses with his family

Adrian pun menyadari bahwa saat ini dirinya belum memiliki kemampuan untuk memberi fasilitas bagi para anak muda di kampung halamannya yang ingin juga menekuni karier MMA seperti dirinya.

Selain membahagiakan kedua orang tuanya, “Papua Badboy” ini pun akhirnya menyebut sebuah keinginan besar yang sangat diidamkannya.

“Jadi sebenarnya, salah satu tujuan Adrian juga untuk membuka sebuah sasana,” sebutnya.

“Cita-citanya bagi papa dan mama untuk memiliki rumah, selain itu juga sebuah sasana.”

Pada tahun 2022 ini, sekiranya Adrian dan para bintang Indonesia lainnya dapat kembali bertanding demi membesarkan nama Indonesia – serta memampukan pria kelahiran Maluku ini untuk kembali mengejar impiannya.

Baca juga: Elipitua Ingin Balas Kekalahan Indonesia Dan Banggakan Negara

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.