Fitur

Disiplin Jadi Kunci Oscar Yaqut Berjuang Sebagai Atlet Dan Abdi Negara

Kedisiplinan merupakan faktor kunci untuk memperoleh kesuksesan dalam setiap profesi, tak terkecuali untuk menjadi atlet dan abdi negara.

Selain dunia atlet, pasukan keamaan seperti tentara juga sangat mengedepankan unsur kedisiplinan, guna menciptakan prajurit-prajurit tangguh yang mampu menegakan kedaulatan serta mempertahankan keutuhan wilayah negara.

Nilai ini pun diamini oleh Oscar Yaqut, atlet divisi featherweight ONE Championship yang juga merupakan personel aktif Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL).

Baginya, disiplin merupakan landasan dari etos kerja yang ia miliki dalam mengejar karier sebagai seniman bela diri dan juga pasukan keamanan negara.

“Kedisiplinan sangat berpengaruh. Lewat kedisiplinan, kita akan berlatih dengan maksimal,” ungkap atlet kelahiran Kediri, Jawa Timur ini.

“Otomatis, kepercayan diri akan bertambah. Beda cerita kalau persiapannya kurang, kepercayaan diri pasti akan berkurang.”

Dengan mengemban tugas sebagai seorang Polisi Militer (PM), Oscar mengungkapkan bahwa dari institusi keamanan negara tersebutlah aspek kedisiplinannya terbentuk.

Bahkan, nilai-nilai kedisiplinan tersebut juga ia terapkan saat tidak mengenakan seragam, termasuk dalam kehidupan sehari-hari dan saat berjuang sebagai seniman bela diri.

“Kedisiplinan dalam kedinasan itu otomatis terbawa juga kedalam latihan. Apapun program yang diberikan oleh pelatih, akan kita jalankan semuanya,” ungkapnya.



Sudah bukan rahasia jika pendidikan di TNI AL sangat ketat. Hal itu dilakukan demi membentuk karakter militer yang dirumuskan dalam Wijna Wira Widhayaka – yang berarti prajurit penegak hukum harus berwatak kesatria, arif dan bijaksana.

Peraih medali emas Kejuaraan Wushu Sanda Nasional ini juga bercerita tentang bagaimana kedisiplinan yang didapatkannya saat masih mengenyam status sebagai siswa di pendidikan TNI AL sembilan tahun silam mampu mendongkrak kariernya sebagai atlet untuk menuju tingkatan berikutnya.

“Waktu pendidikan, kita bangun dini hari jam 3.30. Setelah itu, lari pagi dan solat subuh, lalu dilanjutkan dengan sarapan pagi, apel pagi serta kegiatan belajar lapangan dan kegiatan kelas hingga waktu Zuhur,” kenangnya.

“Setelah solat Zuhur, kita lanjut lari siang dengan membawa ransel dan senjata. Minimal dalam sehari, kami [para siswa] berlari sejauh 10 kilometer.”

View this post on Instagram

Ditengah orang2 hebat ???? #KompasTv#

A post shared by Oscar yaqut (@oscar_yaqut) on

Pendidikan TNI AL yang ditempa selama satu tahun di Surabaya tersebut melekat pada jiwa Oscar hingga kini. Tentunya, kedisiplinan tersebut selalu menjadi hal fundamental dalam penerapan etos kerja dalam kariernya sebagai tentara dan juga seniman bela diri.

Kedisiplinan tersebut juga sukses membawa pria berpangkat Sersan Satu ini menjuarai berbagai kejuaraan wushu bergengsi nasional, seperti meraih medali emas dalam Kejuaraan Nasional Wushu (Kejurnas) pada tahun 2014 dan 2018.

Selain itu, ia juga meraih medali perak pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016. Semua kemenangan tersebut diraihnya dalam kelas 70 kilogram.

Kini, setelah menginjakkan kaki di pentas global ONE Championship, dasar-dasar kedisiplinan yang ia anut turut membukakan jalan untuk berprestasi dalam sebuah cakrawala yang lebih luas.

Penampilan perdananya di “The Home of Martial Arts” berakhir gemilang, setelah berhasil menghentikan perlawan Andreas Satyawan pada ronde kedua dalam ajang ONE: ETERNAL GLORY pada Januari 2019 silam.

Muat Lebih Banyak

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.