Bogdan Stoica: Apa Yang Menjadikannya ‘Bucharest Bad Boy’

Multiple-time kickboxing World Champion Bogdan Stoica

Bergabungnya Bogdan “Bucharest Bad Boy” Stoica di ONE Super Series nampak menambahkan lebih banyak lagi ketegangan dalam divisi light heavyweight kickboxing. 

Pemukul keras asal Rumania ini mencetak debutnya melawan Beybulat Isaev di ajang ONE: NEXTGEN pada Jumat, 29 Oktober, dan jelas akan membawa arsenal uniknya ke dalam Circle. 

Jelang laga perdananya di atas panggung dunia, simak mengapa Stoica tak hanya menjadi tambahan menarik dalam jajaran ONE, namun juga sangat berbahaya.

#1 Memadukan Jarak Serang

Dengan tinggi badan 1,93 meter, Stoica jelas menjadikannya sebagai aset luar biasa saat ia bertarung, dan ia gemar menggunakan jangkauannya.

Pria berjuluk “Bucharest Bad Boy” ini memiliki pukulan straight dan tendangan tinggi yang dapat bersarang dari jarak jauh, namun ia juga sangat nyaman beraksi dalam jarak dekat dengan uppercut, hook, serangan lutut dan serangan ke arah tubuh.

Ia memiliki kecenderungan untuk bergerak maju dengan agresif demi menekan lawannya, tetapi ia juga sama berbahaya saat berada dalam posisi bertahan sebagai penyerang balik.

Stoica melayangkan pukulan keras saat bergerak mundur, dan sangat lihai menangkap tendangan untuk dibalas dengan pukulannya.

Berbagai kemampuan ini menyulitkan lawannya untuk menghasilkan formula tegas demi mengalahkannya.

#2 Gemar Menyerang Di Udara

Anda dapat menonton tiap laga yang dijalani Stoica, dan anda akan seringkali melihatnya melompat untuk menyarangkan serangan lutut di udara.

Pria Rumania ini gemar menyarangkan serangan lutut di udara dan bertukar arah, baik dari jarak jauh dan saat lawannya berlindung dengan kuat.

Memadukan momentum dengan seluruh bobot tubuhnya mengubah serangan lututnya menjadi sangat kuat, dan tingkat akurasinya hanya berarti bahwa serangan itu selalu menemukan sasarannya.



#3 Arsenal Tendangan Yang Beragam

Walau ia gemar mengayun maju ke arah lawannya dengan serangan lutut, beragam senjata dalam arsenalnya itu membuat perwakilan Stoica Brothers Fight Academy ini sangat sulit ditebak.

Mantan juara wushu itu menerapkan banyak serangan memutar khas disiplin bela diri asal Tiongkok itu, termasuk teknik spinning back kick dan hook kick.

Ia juga gemar melontarkan tendangan kampak, atau axe kick, ke arah rivalnya, yang menambahkan sebuah rute serangan lain yang harus diatasi semua lawannya demi mencegah tumit itu bersarang di kepala mereka.

#4 Kekuatan Pukulan Keras

Pukulan memang menjadi senjata andalan di dalam arsenal tiap kickboxer, seperti juga yang diterapkan oleh Stoica.

Sementara ia memiliki teknik yang lebih keren dengan bagian tubuh bawahnya itu, kemampuan tinjunya sama sekali tak boleh diremehkan. Faktanya, ia mencetak debut profesional dalam disiplin yang disebut “sweet science” itu.

Warga Bukares berusia 31 tahun ini memiliki kekuatan pencetak penyelesaian di kedua tangannya, terutama dengan overhand kanan dan hook kirinya.

Dari jarak dekat, Stoica sangat lihat dalam menemukan celah bagi rangkaian uppercut ke arah tengah tubuh lawan, dan ia juga menyerang tubuh lawan saat mereka bergerak mempertahankan kepalanya. 

Bersama dengan tendangan dan serangan lututnya, pria asal Rumania ini jelas memiliki potensi mencetak KO dengan tangannya yang panjang – yang berarti tiap bagian tubuhnya memang berbahaya, dan tiap laganya akan menjadi sangat menarik untuk dilihat.

Baca juga: 5 KO Epik Dari Para Superstar Di ONE: NEXTGEN

Selengkapnya di Fitur

Nico Carrillo Saemapetch Fairtex ONE Fight Night 23 40
Muangthai PK Saenchai Nico Carrillo ONE Friday Fights 22 38
Ok Rae Yoon Lowen Tynanes ONE Fight Night 10 68
Alibeg Rasulov
Luke Lessei Eddie Abasolo ONE Fight Night 19 49
Jonathan Di Bella Danial Williams ONE Fight Night 15 16 scaled
Liam Superlek
Superlek and Kongthoranee Smiling ONE Championship
Jonathan Di Bella Danial Williams ONE Fight Night 15 38 scaled
Luke Lessei Eddie Abasolo ONE Fight Night 19 6 scaled
Reinier de Ridder Anatoly Malykhin ONE 166 14 scaled
Rodtang Jitmuangnon Denis Puric ONE 167 137