Fitur

Adrian Mattheis Sebut ‘Little Giant’ Jadi Ancaman Baru Di Divisi Strawweight

10 Des 2020

Salah satu atlet kebanggaan Indonesia, “Papua Badboy,” melihat adanya ancaman baru dari Bokang “Little Giant” Masunyane setelah KO impresif dalam rangkaian gelaran utama BIG BANG.

ONE: BIG BANG menyisakan impresi bagi Juara Turnamen ONE Strawweight Indonesia Adrian “Papua Badboy” Mattheis. Dalam kartu pertandingan itu, dia menyaksikan kekalahan dari mantan lawan dan sosok yang dikaguminya, Rene “The Challenger” Catalan.

Dalam laga tersebut, “Little Giant” berhasil menyarangkan tendangan tinggi (head kick) keras yang sama sekali tak terduga ke leher Catalan, yang dilancarkannya dari posisi sulit pada detik ke-37 ronde pertama.

Serangan keras itu menentukan hasil pertandingan ini, dimana sang penantang peringkat ketiga divisi strawweight itu otomatis tersungkur di atas kanvas.

“Kalau menurut saya, Rene kecolongan [saat itu], tangannya tidak [berada] di atas. Betul, Rene tidak sempat [melakukan] blocking, dan itu yang dinamakan ‘blackout’,” ujar perwakilan Tigershark ini.

“Bokang menendang masih dalam jangkauannya, jadi terkena [serangan] lutut [yang fatal].”

Pada bulan Januari 2017, Adrian juga pernah menghadapi Catalan di Jakarta Convention Center dalam ajang ONE: QUEST FOR POWER. Kala itu, Adrian sangat berniat untuk menang melawan rival yang berpengalaman itu, dan para pendukung tuan rumah juga mendukungnya.

Sayangnya, sorakan penonton yang memadati arena itu tidak membantu Adrian sama sekali. Ia teralih dari game plan-nya, walau Zuli Silawanto yang adalah pelatihnya saat itu meneriakkan berbagai instruksi. Ia harus menyerah pada ronde kedua laga debutnya ini melalui kuncian armbar licin yang disarangkan oleh sang veteran.



Satu hal yang dikatakannya setelah laga itu adalah, “Saya ingin menjadi lebih baik dan lebih kuat.”

Semua itu terbukti. Walau kalah, bintang muda asal Ternate, Maluku Utara ini mampu meraih beberapa kemenangan besar dan menaruh penghormatan tinggi pada Catalan, mantan lawannya itu.

“Catalan itu tidak main-main, kakak,” katanya dengan logat khasnya. “Saya baru pertama kali, langsung ketemu [dan melawan] batu karang. Namun, Rene sangat menjunjung tinggi sportifitas. [Saya] respek.”

Setelah menyaksikan bagaimana “Little Giant” mendominasi Catalan dengan cepat, Adrian melihat kehadiran bintang Afrika Selatan ini akan menjadi ancaman baru bagi divisinya. Hingga saat ini, Masunyane memiliki catatan rekor profesional tanpa cela, 8-0.

“Dia ancaman bagi divisi kita. Kehadiran Bokang menjadi ancaman berat buat kami yang [bertanding di] kelas [berat badan] 56 kilogram. Mau bagaimana pun, kita harus terus berlatih,” jelasnya.

Apabila dirinya harus berhadapan dengan Masunyane dalam sebuah laga di masa mendatang, “Papua Badboy” menyatakan bahwa ia akan selalu siap, tak peduli siapapun lawan yang akan dihadapinya.

“[Saya akan] maju, kakak. Saya tidak pernah pilih-pilih lawan. Tuhan sudah atur, yang penting kita persiapkan diri saja,” tegas Adrian.

Jika waktunya tiba, atlet berbakat ini kembali menegaskan dirinya akan mempersiapkan segalanya demi menaklukkan Masunyane, baik melalui striking keras atau permainan grappling yang memang menjadi keunggulan Masunyane.

“Itu tidak masalah. Mungkin porsi latihan akan saya tambah. Terus ditambah, tapi juga dibarengi dengan [latihan] gulat dan kerja keras,” tambahnya.

“Yang pasti, [latihan] gulat ditambah, semua ditambah, seperti itu.”

Baca juga: Sorotan Terbaik Dari ONE: BIG BANG II

Muat Lebih Banyak

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.