Bela Diri Campuran

Stefer Rahardian Tajamkan Teknik Tinju Seraya Pulihkan Cedera

Bak pepatah termasyhur ‘sambil menyelam, minum air’, saat ini Stefer “The Lion” Rahardian sedang berfokus memulihkan cedera ligamen seraya mempertajam kemampuan tinju.

Atlet yang berlaga dalam divisi ONE Strawweight ini mengubah kebiasaan aktivitasnya untuk sementara. Biasanya Stefer lebih sering menghabiskan waktu di Canggu, Bali, di sasana yang digawangi oleh Leone Brothers, Bali MMA.

Namun, akibat pandemi COVID-19 dan beberapa hal lainnya, atlet berjuluk “The Lion” ini menjalani dua aktivitas tersebut di tanah tempatnya bertumbuh besar – Jakarta.

“Dari bulan Maret silam saya menjalani operasi ligamen. Dan setelah operasi tersebut, terbentur dengan datangnya pandemi COVID-19,” ungkap Stefer.

“Jadi aktivitas saya saat ini ialah fisioterapi untuk membantu memulihkan cedera serta berlatih tinju di sasana Wiem Sapulette Boxing Camp, Jakarta.”



Memasuki bulan kelima pasca operasi, atlet kelahiran 33 tahun silam ini mengaku kondisinya semakin membaik. Hal ini lantaran fisioterapi serta latihan tinju yang dijalaninya ternyata mampu menjadi kombinasi istimewa untuk mempercepat proses pemulihan cedera tersebut.

“Harapannya, saya ingin cedera yang saya derita ini cepat pulih 100 persen. Dan saya ingin kembali bertanding secepatnya,” tuturnya dengan nada penuh semangat.

Throwback walkout Stefer Rahardian! ???????? ????

Throwback walkout Stefer Rahardian! ???????? ????Download ONE Super App sekarang ???? http://bit.ly/ONESuperApp

Posted by ONE Championship Indonesia on Tuesday, May 26, 2020

Dengan berlatih tinju selama tiga sampai empat kali dalam seminggu, Stefer mengaku lebih memahami berbagai detail teknik ‘The Sweet Science” dengan lebih saksama.

Dan tentunya setelah pulih dari cedera ligamen ini, segala teknik tinju yang ia dapatkan dari sasana yang berbasis di Jakarta tersebut akan diramunya ke dalam seni bela diri campuran di Bali MMA.

“Untuk berlaga dalam seni bela diri campuran, kita tidak bisa bertanding one dimensional. Jadi saya harus mengimprovisasi segala kekurangan dan kelebihan yang saya miliki. Khususnya dalam aspek striking,” urainya.

“Saat ini, saya merasa kemampuan tinju saya lebih berjalan, dan saya lebih memahami detail dalam teknik tinju seperti footwork, head movement, dan lain sebagainya.”

Sejak melakoni debut profesional lima tahun lalu, Stefer telah menjelma menjadi sosok penting dalam perkembangan seni bela campuran di Indonesia. Ia mampu menginspirasi generasi muda dengan meraih sembilan kemenangan beruntun di atas arena – sebuah pencapaian yang mungkin sulit dikejar siapapun.

“Saya berharap bisa kembali lagi ke Bali MMA di bulan September atau Oktober mendatang untuk kembali berlatih keras,” ungkap pemegang sabuk coklat Brazilian Jiu-Jitsu tersebut.

“Dan secepatnya saya ingin kembali lagi bertanding di panggung dunia ONE Championship dengan menunjukan best performance yang saya miliki.”

Baca juga: Fokus Asah Striking, Eko Roni Semringah Kembali Berlatih Di Evolve