Bela Diri Campuran

Stefer Rahardian Ingin Saksikan Laga Impian Di ONE Championship

Setelah Chairman dan CEO ONE Championship Chatri Sityodtong mengumumkan jadwal terbaru dalam agenda gelaran organisasi ini pada tahun 2020, para atlet pun antusias untuk segera kembali beraksi.

Tak hanya siap beraksi, mereka juga tak sabar melihat berbagai laga impian mereka, terutama dengan bergabungnya para legenda bela diri campuran, kickboxing dan Muay Thai bersama ONE, dimana rangkaian gelaran ini akan dimulai oleh perhelatan ONE: NO SURRENDER di Bangkok, Thailand, tanggal 31 Juli ini.

ONE Championship is ready to set the world on fire again. Catch these upcoming closed-door, audience-free shows on our…

Posted by Chatri Sityodtong on Monday, July 13, 2020

Walau informasi terkait lokasi gelaran atau siapa atlet bintang yang akan bertanding dalam jadwal terbaru ini belum diumumkan, antusiasme tinggi para atlet dan penggemar terlihat saat mereka memadati kolom komentar di akun Facebook resmi milik Sityodtong dengan sumringah.

Hal ini ternyata juga berdampak pada salah satu atlet Indonesia dalam divisi strawweight, Stefer “The Lion” Rahardian, yang sangat gembira mendengar kabar ini dan menjabarkan dua laga impian yang telah dinantikannya. Perwakilan Bali MMA dengan catatan rekor 10-4 ini memberi pendapat terkait dua laga epik berikut ini:

Adriano Moraes Vs. Demetrious Johnson

Saya ingin sekali menyaksikan laga antara Juara Dunia ONE Flyweight Adriano “Mikinho” Moraes melawan Juara ONE Flyweight World Grand Prix Demetrious “Mighty Mouse” Johnson,” katanya.

“[Kemampuan] kardio yang dimilikinya sangat baik, ia dapat bertanding dengan ritme yang sama dalam sebuah laga 3 ronde atau 5 ronde.”

Stefer telah menjadi penggemar berat DJ, sebutan akrab dari Demetrious Johnson, karena gaya bertandingnya.



“Dalam setiap ronde, ‘Mighty Mouse’ selalu menampilkan performa yang sama dari awal sampai akhir ronde. Terkadang saya pun berpikir, latihan seperti apa yang dilakukan oleh Demetrious sehingga dia dapat tampil seperti itu,” ia mulai menjelaskan.

“Biasanya, setelah menyerang atau bertahan, [seorang] atlet akan mencoba ‘reset’ terlebih dahulu, namun Demetrious berbeda, footwork serta ritme pertandingannya selalu sama sepanjang ronde.”

“Sedangkan, semua atlet mengetahui jika kita bertanding dengan posisi yang sama secara terus menerus, hal itu akan sangat melelahkan,” lanjutnya. “Saya sangat terkesan dengan permainan Demetrious Johnson sedari dulu. ‘He’s a smart athlete’.”

“The Lion” pun beranggapan bahwa “Mikinho” adalah praktisi Brazilian Jiu-Jitsu yang sangat kuat, dimana ia tak sabar melihat jalannya laga tersebut – berdasarkan berbagai keunggulan dari kedua atlet ini.

“Saya penasaran strategi bertanding seperti apa yang akan digunakan oleh kedua atlet,” lanjutnya. “Menurut prediksi saya, Demetrious yang akan menekan dan mencoba berbagai serangan. Saya menjagokan Demetrious Johnson dalam laga akbar divisi flyweight ini!”

Vitor Belfort Vs. Alain Ngalani

Lain halnya dengan laga besar lainnya yang menampilkan seorang legenda bela diri campuran asal Brasil, Vitor Belfort. Stefer mengaku sebagai penggemar berat Belfort dan melihatnya sebagai seorang pemenang.

“Saya menjagokan Vitor Belfort dalam laga ini. Menurut saya, Vitor yang sekarang masih memiliki naluri serta insting kuat seperti masa mudanya,” tegas Stefer.

Ia pun membandingkan kemampuan yang dimiliki oleh kedua atlet kelas berat ini, berdasarkan pengamatan pribadinya.

Brazilian mixed martial arts legend Vitor Belfort

“Kalau saya bandingkan dengan sebagian besar laga dari Alain Ngalani, saya masih berpendapat bahwa Vitor memiliki kemampuan lebih lengkap, seperti fakta bahwa dirinya memegang sabuk hitam Brazilian Jiu-Jitsu, kemampuan tinju yang sangat baik, serta pengalaman bertanding yang luar biasa,” sebut Stefer.

“Saya melihat bahwa Vitor memiliki bakat sejak lahir, yaitu kekuatan di kedua kepalan tinjunya.”

 

“Walau dia datang dari latar belakang BJJ, kekuatan pukulannya yang dimilikinya itu sungguh berbahaya. Saya sangat menantikan debut Belfort di ONE!”

Baca juga: Persepsi Stefer Rahardian Tentang 5 Atlet Teratas Divisi Strawweight