Fitur

5 Submission Terbaik Pada Tahun 2020

Superstar seni bela diri campuran ONE Championship hanya memiliki sedikit kesempatan berlaga pada tahun 2020, namun mereka masih memberi penyelesaian submission yang luar biasa.

Sementara pandemi COVID-19 akan diingat sebagai kisah terbesar dalam tahun ini, belasan atlet yang bernaung di bawah organisasi bela diri terbesar di dunia ini mengambil kendali atas takdir mereka sendiri dengan berbagai aksi grappling fantastis di atas panggung dunia.

Dari kuncian leher yang berbuah gelar Juara Dunia sampai kuncian sendi yang belum pernah terlihat sebelumnya, berikut adalah lima submission terbaik di ONE Championship tahun ini.

#1 Reinier De Ridder Taklukkan Aung La Dan Rebut Gelar

Reinier “The Dutch Knight” De Ridder mungkin mengejutkan dunia dengan kemenangan submission ronde pertama atas Aung La “The Burmese Python” N Sang dalam ajang ONE: INSIDE THE MATRIX, tetapi ia tidak mengejutkan dirinya sendiri.

Warga asli Breda ini meramalkan bahwa ia akan mencetak kuncian leher atas “The Burmese Python” sebelum memenangkan Kejuaraan Dunia ONE Middleweight, dan ia melakukan hal itu bulan Oktober lalu di Singapura.

Setelah menerima pukulan uppercut keras dari sang juara bertahan divisi middleweight ini pada awal laga, De Ridder dengan cepat menjegal Aung La N Sang ke atas kanvas dan segera mengamankan posisi back-control.

Superstar Myanmar itu bertahan dengan baik selama hampir tiga menit dan tetap mementahkan serangan “The Dutch Knight,” namun ia tak dapat bertahan lebih lama lagi.

De Ridder tetap menjaga posisi Aung La N Sang dengan cengkeraman body triangle, dan saat rivalnya itu hendak berdiri untuk melepaskan diri, pria asal Belanda itu menggunakan scramble lawannya ini untuk mengaitkan lengan kanannya di sekeliling leher “The Burmese Python.”

Sang penantang terlebih dahulu menekan rahang sang penguasa divisi itu dengan keras dengan kuncian singkat, dimana ia tetap menekan sampai bagian depan lengannya terselip ke bawah dagu dan memasuki posisi sempurna untuk meraih tap-out — serta gelar Juara Dunia ONE Middleweight.

#2 Iuri Lapicus Balikkan Senjata Utama Marat Gafurov

Dalam sebuah kebalikan dari sesuatu yang biasanya terjadi, di ajang ONE: WARRIOR’S CODE pada Februari lalu, Iuri Lapicus menggunakan kuncian rear-naked choke andalan Marat “Cobra” Gafurov untuk mencetak sebuah kemenangan terbaik dalam kariernya di Jakarta, Indonesia.

Lapicus menghantam Gafurov dengan tendangan rendah ke arah kaki sampai atlet Rusia itu terpaksa mengincar takedown. Pria asal Moldova ini bertahan dari percobaan awal sebelum ia mencetak serangan balik dengan lemparan harai goshi yang kuat dan menghantarkan lawannya ke atas kanvas.

Saat “Cobra” melakukan roll dengan momentum dari lemparan tersebut, ia membuka bagian punggungnya — dan Lapicus mencengkeramnya. Perwakilan Team Petrosyan ini menyarangkan kaitnya untuk mengendalikan rivalnya dari Rusia itu, lalu segera menempatkan lengan kirinya di bawah dagu Gafurov.

Lapicus lalu menyambungkan tangan kiri ke arah bisep kanannya untuk mengamankan kuncian leher itu, sebelum ia menekan sampai mantan Juara Dunia ONE Featherweight itu tak sadarkan diri.

Yang luar biasa dari penampilan ini, superstar asal Moldova ini hanya membutuhkan 67 detik untuk menutup laga.

#3 Lito Adiwang Tampilkan Kekuatan Grappling Atas Mitsatit

Lito “Thunder Kid” Adiwang memang lebih dikenal dengan rangkaian teknik striking kuatnya daripada permainan submission-nya, namun ia terbukti handal untuk mencetak penyelesaian dari posisi ground saat melawan Pongsiri “The Smiling Assassin” Mitsatit di ajang ONE: FIRE AND FURY pada bulan Januari.

Setelah beberapa kesuksesan awal dalam pertukaran serangan stand-up, perwakilan Team Lakay ini menyeret rivalnya asal Thailand itu ke atas kanvas, menuju posisi scarf-hold yang dominan, tetapi Mitsatit mampu melepaskan diri dan beralih ke punggung Adiwang.

Saat “The Smiling Assassin” bertahan di posisi body lock untuk menemukan celah demi sebuah takedown, Adiwang mulai mempersiapkan penyelesaiannya. Ia melilitkan tangan kanannya ke pundak kiri Mitsatit dan masuk ke posisi genggaman figure-four.

Dengan cengkeramannya ini, “Thunder Kid” berguling ke kanvas dan berakhir di posisi atas, dengan punggung perwakilan Tiger Muay Thai ini di atas kanvas.

Tetapi, ia harus bekerja keras untuk mengungkit lengan “The Smiling Assassin” ke arah berlawanan dari tubuhnya. Saat Adiwang beralih ke atas kepala lawan, ia meningkatkan kemampuannya untuk mengungkit kuncian kimura itu serta meraih tap-out cepat dari Mitsatit yang menahan sakit.

#4 Eko Roni Saputra Dan Kreatifitas Kuncian Pundaknya

“Dynamite” Eko Roni Saputra dengan keyakinan dirinya mematahkan Murugan “Wolverine” Silvarajoo saat bertukar serangan atas di ajang ONE: REIGN OF DYNASTIES, Oktober lalu. Setelah melakukan itu, ia pun menyarangkan double-leg takedown dengan penempatan waktu sempurna untuk menyeret atlet Malaysia ini ke atas kanvas.

Pegulat sensasional asal Indonesia ini pun langsung masuk ke posisi side control dan membebaskan kepalanya dari cengkeraman “Wolverine.” Eko lalu mengendalikan Silvarajoo dengan underhook-nya dan mengincar sebuah kemungkinan menyarangkan kuncian di lengan kiri lawannya.

Saat percobaan itu tak berhasil, ia memutuskan untuk menjadi lebih kreatif lagi.

Perwakilan Evolve ini menempatkan lengan kanan “Wolverine” di belakang betis untuk menjebaknya. Dari posisi tersebut, ia menekan dengan pinggulnya dan mendorong pundak pria asal Malaysia itu ke bawah untuk memberi tekanan luar biasa di persendian pundak lawannya ini.

Silvarajoo segera tap-out setelah merasakan cengkeraman non-ortodoks dan menyakitkan itu. Pria Malaysia itu – dan banyak penggemar ONE lainnya – terkejut bahwa sebuah submission dapat tercipta dari posisi yang tak lazim ini.

#5 Transisi Kilat Fabricio Andrade Untuk Kalahkan Abelardo

Sementara bagian terbesar dari laga antara Fabricio “Wonder Boy” Andrade dan Mark “Tyson” Fairtex Abelardo terjadi di atas kaki, sebuah momen brilian pun muncul saat bintang Brasil ini meraih kemenangan yang menonjol dari posisi ground di ajang ONE: NO SURRENDER, Juli lalu.

Abelardo mencoba menekan Andrade pada ronde kedua dan mencengkeram kaki “Wonder Boy” setelah sebuah tendangan ke arah perut. “Tyson” bertahan dan mencoba menyeret lawannya ke atas kanvas, tetapi Andrade menjauh dari serangan itu dan berakhir di atas tubuh pria keturunan Filipina-Selandia Baru yang mengambil posisi seperti kura-kura (turtle position).

“Wonder Boy” lalu mulai menyelipkan lengan kirinya ke bawah dagu Abelardo sembari menyarangkan beberapa hook untuk mengambil kendali punggung lawannya. Sementara ia mengamankan posisi itu, lengannya telah berada jauh di dalam posisi berbahaya, dan pertahanan dari perwakilan Fairtex itu terlambat.

Tekanan keras dari Andrade mementahkan percobaan Abelardo untuk menyelamatkan dirinya, dan akhirnya “Tyson” pun tak sadarkan diri dari kuncian rear-naked choke cepat itu.

Baca juga: Sorotan Terbaik Dari ONE: COLLISION COURSE II