Fitur

5 Submission MMA Terbaik Di ONE Championship Pada 2022, Sejauh Ini

15 Jun 2022

Paruh pertama dari kalender gelaran ONE Championship untuk tahun 2022 memberi beberapa aksi ground luar biasa.

Dari kuncian leher yang dieksekusi dengan sempurna, sampai kuncian sendi yang sangat unik, para grappler di atas panggung dunia ini menunjukkan berbagai penyelesaian menarik.

Sebelum aksi berlanjut di ONE 159 pada 22 Juli nanti, mari kita lihat kembali lima submission MMA terbaik pada 2022, sejauh ini.

#5 Odie Delaney Ungkap ‘Odie Lock’ Pada Dunia

Bibit gulat yang luar biasa dari Odie “The Witness” Delaney nampak nyata pada debutnya bersama ONE Championship melawan Thomas “The Last Viking” Narmo di ONE: BAD BLOOD, 11 Februari lalu.

Mantan pegulat All-American NCAA Divisi I ini menangkap sebuah tendangan pada detik-detik pembuka untuk menjatuhkan lawannya ke atas kanvas itu, dimana ia mengendalikan salah satu lengan Narmo dalam posisi gift-wrap dan memberi beberapa serangan keras.

Saat “The Last Viking” berusaha keras melepaskan diri, Delaney beralih ke kendali pergelangan, atau wrist control, di tangan kiri lawannya dan menempatkannya di belakang punggung.

Dari titik itu, “The Witness” dengan mudah mengungkit bagian tubuh lawan itu ke arah kepala Narmo dan memaksa sebuah tap-out dari teknik yang disebutnya “Odie Lock” – seluruhnya hanya dalam waktu 66 detik yang memecahkan rekor submission di divisi heavyweight dalam sejarah ONE. 

#4 Saygid Izagakhmaev Paksa James Nakashima Tap-Out 

Saygid Izagakhmaev membuktikan ‘hype’ yang dibawanya dalam debut bersama ONE saat ia melawan James Nakashima di ONE: HEAVY HITTERS pada 14 Januari lalu.

Anak didik dari legenda MMA Khabib Nurmagomedov terpaksa bertarung dalam jarak serangan atas selama mayoritas ronde pertama, namun ia sekilas menunjukkan keahlian ground miliknya dalam detik-detik terakhir.

Lalu, pada ronde kedua, ia menghantam Nakashima ke atas kanvas, dan dengan lebih banyak waktu untuk bekerja, ia mulai menerapkan permainan posisi atas (top game) yang menekan.

Izagakhmaev mendominasi di posisi mount sampai ia melihat celah untuk mengamankan arm-triangle choke. Pria Rusia itu memastikan posisinya dan menyelesaikan submission ini melalui tekanan keras yang tak mampu dihindari oleh Nakashima.

#3 Adriano Moraes Jebak Yuya Wakamatsu

Juara Dunia ONE Flyweight Adriano “Mikinho” Moraes sangat dikenal atas persentasi tinggi dari kuncian lehernya, dan pemegang sabuk hitam BJJ itu menambahkan sebuah submission lain atas penantang kuat Yuya “Little Piranha” Wakamatsu di ONE X, 26 Maret lalu.

Striker Jepang ini berjuang untuk mendaratkan pukulan berbahaya ke arah penguasa asal Brasil itu, dan ia bahkan mengejutkan Moraes dengan mengincar takedown.

Namun, niatnya membawa laga ke dunia “Mikinho” pun berakhir dengan kejatuhan Wakamatsu. Walau ia menempatkan takedown itu dengan sempurna, perwakilan American Top Team ini siap menunggu.

Moraes segera menjebak sang penantang dengan arm-in guillotine choke dan menyesuaikan diri dengan baik sampai “Little Piranha” mengangkat bendera putih, dimana ia kembali mengamankan sebuah pertahanan gelar Juara Dunia yang sukses.

#2 Angela Lee Bertahan Dari Serangan Tubuh, Kunci Stamp Fairtex

Dalam sebuah aksi penuh semangat yang mengejutkan lainnya di ONE X, “Unstoppable” Angela Lee mampu mempertahankan gelar Juara Dunia ONE Women’s Atomweight via penyelesaian ronde kedua atas striker Thailand Stamp Fairtex.

Lee sempat terluka oleh serangan kuat ke arah ulu hatinya pada ronde pertama, namun ia berjuang melawan rasa sakit itu, menyeret rivalnya ke atas kanvas, serta mengincar rear-naked choke.

“Unstoppable” kehabisan waktu pada ronde pertama, namun ia melanjutkan niatnya pada ronde kedua. 

Atlet Singapura-Amerika ini menyeret Stamp ke bawah sekali lagi, serta mengancam dengan beberapa submission – termasuk triangle choke dan twister – sebelum ia kembali ke arah leher lawannya.

Pada akhirnya, Lee mampu meratakan megabintang Thailand itu dan menyelipkan lengannya di bawah leher Stamp, menekan dan memuntir pinggulnya untuk memaksa tap-out itu dengan hanya 10 detik tersisa pada ronde itu.

#1 Leg Lock Alex Silva Seimbangkan Kedudukan Atas Adrian Mattheis

Setelah pertemuan pertama yang kontroversial, Alex “Little Rock” Silva mendapatkan pembalasan atas petarung andalan Indonesia Adrian “Papua Badboy” Mattheis via leg lock licin di ONE 158: Tawanchai vs. Larsen, 3 Juni lalu. 

Adrian memang meraih kemenangan TKO dalam laga pertama mereka, namun atlet Brasil ini menyebut penghentian wasit itu terlalu cepat, dan ia pun segera mengambil kesempatannya untuk menyamakan kedudukan mereka di Singapura.

Silva secara konstan mengincar submission saat laga ulang itu beralih ke ground, sementara atlet tanah air ini berusaha sebaik mungkin untuk bertahan dan melakukan scramble untuk kembali berdiri.

Namun, usaha “Papua Badboy” untuk berdiri berulang kali itu pun akhirnya terhenti, saat Silva menggunakan kesempatan itu untuk mengaitkan dirinya ke kaki rivalnya.

Ia memaksa Adrian kehilangan keseimbangan dan menyeretnya kembali ke atas kanvas, serta sempat berusaha menyarangkan kuncian toe hold dan kneebar sebelum ia mengamankan inside heel hook

Silva pun mengungkit tumit lawannya dan menekan keras ke arah lutut, yang memberi “Little Rock” sebuah tap-out cepat dari kuncian kaki yang impresif itu.

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.