Fitur

5 Submission Andalan Dari Para Grappler Berbahaya Di ONE

ONE Championship adalah rumah bagi beberapa grappler terbaik dunia yang menampilkan serangkaian kemenangan submission menakjubkan di dalam Circle.

Para grappler bintang itu tiba dari berbagai latar belakang — termasuk Brazilian Jiu-Jitsu, judo, gulat dan sambo — tetapi tujuan akhir mereka tetap sama: membawa laga itu ke atas kanvas supaya mereka dapat bekerja untuk mengamankan penyelesaian favorit mereka.

Bahkan saat tiap lawan mengetahui apa yang akan terjadi, mereka seringkali tak mampu menghentikannya, dimana itulah yang membuat para spesialis submission ini sangat impresif. Dengan itu, mari kita lihat lima dari spesialis terbaik di ONE Championship dan tiap teknik penyelesaian andalan mereka.

#1 Rear-Naked Choke Pemecah Rekor Marat Gafurov

Marat “Cobra” Gafurov hampir selalu mengincar rear-naked choke – yang dikenal sebagai mata leao (pembunuh singa) di Brasil – tetapi teknik itu memang seringkali tak terhentikan.

Secara keseluruhan, ia mencetak submission atas sembilan lawan berprestasi dengan RNC ini, dimana enam di antaranya terjadi bersama ONE Championship, termasuk atas Martin “The Situ-Asian” Nguyen, Ev “E.T.” Ting dan Narantungalag “Tungaa” Jadambaa.

Sepanjang kariernya, mantan Juara Dunia ONE Featherweight ini memecahkan rekor dengan meraih enam kemenangan beruntun melalui rear-naked choke, dari debutan ONE sampai sosok terkuat dalam divisi featherweight.

Walau Gafurov belum mencetak kuncian ini lagi sejak laga perebutan gelar Juara Dunia, seluruh lawannya masih tak ingin melihat pemegang sabuk hitam BJJ ini di punggung mereka.

#2 Scarf-Hold Americana Dari Ayaka Miura

Teknik scarf-hold Americana dari Ayaka “Zombie” Miura telah disebut juga sebagai “Miura lock” di tanah kelahirannya, Jepang, dan julukan tersebut memang terbukti.

Atlet Tribe Tokyo MMA ini memiliki empat kemenangan bersama ONE, dan seluruhnya terjadi melalui metode yang sama. Bahkan sebelum mendapatkan kekalahan satu-satunya di atas panggung dunia itu, wanita berusia 30 tahun ini hampir saja menangkap Tiffany “No Chill” Teo dengan gerakan andalannya.

Teknik judo tingkat tinggi Miura menempatkannya dalam posisi menyerang, dan dari situ, ia menggunakan insting pemburunya untuk menjebak lengan lawan di antara kedua kakinya dalam posisi scarf-hold side-control.

Ini bukanlah fenomena terbaru juga. Sebelum ia merambah liga besar, Miura telah menghentikan tiga lawannya dengan kuncian lengan menyakitkan itu di sirkuit Jepang.



#3 Armbar Licin Alex Silva

Juara Dunia BJJ Alex “Little Rock” Silva membawa kemampuan yang dipelajarinya di tanah kelahirannya ke atas panggung dunia, dan hal ini membawanya ke posisi tertinggi.

Dalam debutnya pada tahun 2013, bintang Evolve ini mencetak submission atas Rene Catalan dengan teknik armbar licin di ONE: KINGS AND CHAMPIONS – dan penyelesaian itu adalah awalnya.

Silva akan mengulangi penampilan tersebut empat kali di dalam Circle. Penyelesaian terbaiknya dapat terlihat saat meraih kemenangan atas Hayato Suzuki di ONE: LEGENDS OF THE WORLD, yang memberinya perebutan gelar Juara Dunia ONE Strawweight melawan Yoshitaka “Nobita” Naito.

Teknik andalan “Little Rock” memang masih cukup berbahaya, seperti yang disaksikan para penggemar dalam kemenangan via armbar terbarunya atas Peng Xue Wen dan Stefer Rahardian.

#4 Ancaman Besar Shinya Aoki Dari Belakang

Shinya “Tobikan Judan” Aoki memaksa sembilan lawannya untuk tap-out atau tertidur dalam kariernya bersama ONE, yang menjadikannya pencetak submission teratas sepanjang masa dalam organisasi ini.

Ia menggunakan berbagai variasi teknik untuk memaksa lawannya mengibarkan bendera putih, namun kuncian leher memang menjadi andalannya, dimana itu semua termasuk rear-naked choke, D’Arce choke, triangle dan arm-triangle.

Namun, terlebih dari itu, tiap rival memang harus berpikir dua kali saat Aoki mengincar punggung mereka. Saat ia berada di sana, permainan itu baru saja dimulai.

“Tobikan Judan” akan ingin mencekik semua lawannya, namun saat mereka menolak, ia tak berkeberatan untuk beralih ke teknik neck crank, yang jelas sama efektifnya.

Sampai saat ini, ia telah menghentikan tiga lawan dalam kariernya di ONE, dan sembilan dalam karier bela diri campurannya yang legendaris itu. Seluruh submission itu terdiri dari lima neck crank, tiga rear-naked choke dan satu twister.

#5 Imanari, Master Kuncian Kaki

Julukan Masakazu Imanari, “Ashikan Judan,” diterjemahkan menjadi “Master Kuncian Kaki,” dimana ia membuktikannya selama karier bela diri campurannya yang panjang dan penuh dengan prestasi itu.

Veteran Jepang ini mencetak 17 submission via kuncian kaki di antara 59 laga yang ia jalani, dimana ia sangat menggemari teknik heel hook dengan 13 penyelesaian dari kuncian sendi lutut itu.

Imanari hanya pernah menghentikan dua dari rivalnya di ONE Championship dengan serangan ke bagian tubuh paling bawah itu, namun keduanya menjadi sorotan luar biasa.

Di ajang ONE: WAR OF THE LIONS pada tahun 2013, ia memaksa Kevin “The Silencer” Belingon tap-out dengan heel hook dari sisi dalam, dan pada tahun 2019, “Ashikan Judan” menggunakan “Imanari Roll” miliknya ke kaki “Pretty Boy” Kwon Won Il dan membuatnya segera mengakui kekalahannya.

Baca juga: Mahmoudi Vs. Mongkolpetch Puncaki ONE: FULL BLAST II

Muat Lebih Banyak

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.