Fitur

5 Petarung Southpaw Unggulan ONE

Beberapa petarung kidal terbaik dunia telah menggunakan gaya non-ortodoks yang mereka miliki untuk menaiki tangga peringkat ONE Championship.

Dari striker southpaw dalam rangkaian ONE Super Series, sampai grappler kidal dalam disiplin bela diri campuran, gaya mereka yang tak lazim itu mampu menyulitkan beberapa lawan kuat.

Atas dasar itu, berikut adalah lima atlet kidal yang populer dan laga ONE Championship yang mendefinisikan karier mereka.

#1 Giorgio Petrosyan

Juara ONE Featherweight Kickboxing World Grand Prix Giorgio “The Doctor” Petrosyan adalah striker kidal dengan akurasi tinggi yang berasal dari Italia.

Selama kariernya yang gemilang, ia mengumpulkan catatan rekor luar biasa 103-2-2 (2 NC) dan memenangkan lima gelar Juara Dunia Kickboxing. Ia kini mengincar yang keenam – sabuk Kejuaraan Dunia ONE Featherweight Kickboxing yang masih lowong.

Sebelum “The Doctor” berlaga demi penghargaan tersebut, ia terlebih dahulu harus melewati striker Georgia Davit Kiria di ajang ONE: FISTS OF FURY, tanggal 26 Februari, yang dapat memastikan posisinya sebagai penantang teratas divisinya.

Yang menjadikan Petrosyan seorang petarung southpaw berbahaya adalah penempatan waktu dan akurasi yang ia miliki. Sejak bergabung bersama ONE Super Series pada April 2018, ia telah memenangkan lima dari enam laganya dengan pukulan straight kiri yang sangat presisi.

Para penggemar seni bela diri menyaksikan dengan mata kepala mereka bagaimana pukulan itu dapat mencetak dampak luar biasa saat Petrosyan menggunakannya untuk mengalahkan “Smokin” Jo Nattawut melalui KO ronde pertama di ajang ONE: DREAMS OF GOLD dalam babak semifinal ONE Featherweight Kickboxing World Grand Prix, Agustus 2019 lalu.

#2 Yodsanklai IWE Fairtex

Mantan penantang gelar Juara Dunia ONE Featherweight Muay Thai “The Boxing Computer” Yodsanklai IWE Fairtex telah membangun reputasi legendaris dari kuda-kuda southpaw.

Penantang peringkat kelima divisi featherweight ini memiliki catatan rekor profesional 202-74-4 dalam Muay Thai dan kickboxing, yang telah diperoleh dalam jenjang karier yang berlangsung selama beberapa dekade dan membawanya berkeliling dunia.

Bahkan sebagai petarung southpaw, Yodsanklai sangat menakutkan dari kedua sisi, kiri dan kanan. Tendangan kirinya telah menjatuhkan berbagai atlet elit, namun uppercut kanannya juga berbahaya. Tetap saja, tangan kirinya memberi kemenangan paling impresif bersama ONE.

Kemenangan itu tiba pada Maret 2019 di ajang ONE: A NEW ERA, dimana “The Boxing Computer” menghadapi rival lamanya Andy “Souwer Power” Souwer di bawah peraturan kickboxing dan menjatuhkan atlet Belanda ini lewat pukulan straight kiri pada ronde kedua.

Sementara Yodsanklai menggunakan tangan kirinya untuk menyelesaikan persaingannya, pria berikut dalam daftar ini menggunakan pukulannya untuk memulai rivalitas.



#3 Kulabdam Sor. Jor. Piek Uthai

Dengan julukan seperti “Left Meteorite,” seharusnya tak mengejutkan bahwa Kulabdam Sor. Jor. Piek Uthai termasuk dalam daftar atlet southpaw terbaik ONE.

Penantang peringkat ketiga divisi bantamweight Muay Thai ini memiliki rekor 62-11-5 dalam disiplin itu dan memenangkan dua Kejuaraan Dunia Lumpinee Stadium.

Ia tidak mencapai tingkatan elit dengan bersikap lunak terhadap lawan-lawannya. Striker kelahiran Thailand ini memiliki lusinan KO dalam catatan rekornya, yang seringkali terjadi berkat “meteor” yang ia bawa di tangan kirinya.

Di ajang ONE: NO SURRENDER III pada Agustus 2020, Kulabdam menggemparkan dunia Muay Thai saat ia menghentikan “The Million Dollar Baby” Sangmanee Klong SuanPluResort dengan pukulan kirinya yang mementalkan kompatriotnya itu pada akhir ronde pertama.

#4 Thanh Le

Juara Dunia ONE Featherweight Thanh Le adalah atlet keturunan Vietnam-Amerika yang membawa latar belakang bela diri tradisionalnya dan beradaptasi dengan baik dalam bela diri campuran.

Faktanya, ia tak terkalahkan dengan tingkat penyelesaian 100 persen dalam disiplin ini sejak bergabung bersama ONE Championship.

Le adalah striker andal yang gemar meledak dalam rangkaian serangan, dan sebagai atlet southpaw yang juga dapat beralih ke kuda-kuda ortodoks menjadikannya lawan yang jauh lebih sulit lagi.

Para penggemar bela diri menyaksikan kemampuan impresif milik Le di ajang ONE: INSIDE THE MATRIX bulan Oktober lalu, saat ia menaklukkan pemegang gelar saat itu, Martin “The Situ-Asian” Nguyen, dengan kombinasi hook kiri- uppercut kanan pada ronde ketiga untuk merebut gelar Juara Dunia.

Malam itu, Le bukanlah satu-satunya petarung kidal yang melengserkan seorang Juara Dunia. Dalam laga utama, penantang divisi middleweight teratas melakukan hal yang sama.

#5 Reinier De Ridder

Juara Dunia ONE Middleweight World Champion Reinier “The Dutch Knight” De Ridder yang baru ini tak terkalahkan dalam karier bela diri campurannya.

De Ridder memiliki catatan sempurna 13-0 dalam disiplin itu, dan sejak bergabung dengan ONE pada bulan Januari 2019, ia telah menghabisi tiga dari empat lawannya dalam organisasi ini melalui KO atau submission.

“The Dutch Knight” lebih dari sekedar grappler dan striker yang mahir – ia juga sangat tinggi. Kombinasi sempurna ini telah menyulitkan banyak lawannya di dalam Circle.

Dalam laga terakhirnya – saat ia menantang Juara Dunia ONE Middleweight saat itu, Aung La “The Burmese Python” N Sang, demi sabuk emas – De Ridder menggunakan lengannya yang panjang untuk mengunci atlet ikonik Myanmar ini, mengunggulinya dalam grappling, serta akhirnya mengamankan kuncian rear-naked choke yang mengakhiri laga pada ronde pertama.

Baca juga: Ilias Ennahachi, Giorgio Petrosyan Dan Rodtang Puncaki ONE: FISTS OF FURY

Muat Lebih Banyak

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.