5 KO Mengesankan Dari Para Bintang ONE: LIGHTS OUT

John Lineker Troy Worthen 1920X1280 ONE on TNT III 31

Sarat dengan para pencetak KO luar biasa, penggemar dapat mengharapkan aksi keras dalam ajang ONE: LIGHTS OUT, Jumat, 11 Maret ini.

Dimulai dengan kartu awal menarik dan diakhiri dengan sepasang laga Kejuaraan Dunia, seluruh atlet kuat ini akan memasuki Circle dan memberi momen luar biasa lainnya di atas panggung dunia.

Untuk memanaskan anda jelang malam pertandingan, mari lihat kembali KO luar biasa dari para bintang yang akan beraksi di Singapore Indoor Stadium.

Thanh Le Kejutkan Martin Nguyen, Rebut Sabuk Emas

Martin Nguyen memegang gelar Juara Dunia ONE Featherweight selama lebih dari tiga tahun, namun masa jayanya mendadak berakhir di tangan penantang baru Thanh Le.

Le mengejutkan “The Situ-Asian” dengan rangkaian serangan keras di ONE: INSIDE THE MATRIX pada Oktober 2020, dimana ia meraih KO ronde ketiga dan merebut sabuk emas itu.

Penyelesaian ini memang tak terduga, karena pria keturunan Vietnam-Amerika itu sedang bertahan dari berbagai serangan keras Nguyen. Namun, saat pemegang gelar itu maju untuk menyarangkan hook kiri, Le menjatuhkannya dengan pukulan balasan dari kanan.

Nguyen berjuang keras untuk tetap berada dalam laga itu, namun ia tak dapat menahan serangan lanjutan dari Le. Sang juara dua kali kembali berdiri, namun seluruh serangan itu – termasuk lutut dan pukulan beruntun – tetap saja datang.

Hal itu terlalu berat untuk diatasi “The Situ-Asian,” saat kombinasi pukulan terakhir menjatuhkannya dan ia pun tak dapat berdiri kembali.

Di ONE: LIGHTS OUT, Le akan mengandalkan kemampuan striking-nya sekali lagi demi mempertahankan sabuknya melawan superstar BJJ Garry Tonon.

Debut Adrian Mattheis Via KO Cepat

Saat terkait penyelesaian dalam laga, tak banyak yang dapat melampaui bintang Indonesia Adrian Mattheis.

Pria berusia 28 tahun ini menyandang rekor penyelesaian terbanyak dalam sejarah divisi strawweight bela diri campuran ONE Championship (8) dan berbagi posisi teratas untuk KO terbanyak (4).

Kemampuan itu sudah nampak sejak debutnya dalam turnamen empat-peserta di ONE: TITLES & TITANS pada tahun 2016. Kemenangan ronde pertamanya tiba atas kompatriotnya Rustam Hutajulu – dan ia segera meraih nama besar di atas panggung dunia.

Setelah laga dimulai, “Papua Badboy” maju dengan agresif dan meluncurkan berbagai serangan keras ke arah lawan. Rustam mencoba menghindari bahaya, namun pukulan itu nampak tak terhentikan.

Urutan penutup pertandingan itu segera muncul, saat Mattheis melepaskan lebih banyak serangan liar yang berakhir dengan hook kiri keras ke dagu lawan. Rustam terjatuh di tempatnya berdiri, dan “Papua Badboy” meraih KO mudah dalam waktu 22 detik.

Berikutnya, pejuang Indonesia ini akan melawan mantan Juara Dunia ONE Strawweight Alex Silva di kartu utama ONE: LIGHTS OUT.

John Lineker Ratakan Troy Worthen, Raih Perebutan Gelar

John Lineker sudah menjadi penantang teratas divisi bantamweight MMA jelang laganya melawan Troy Worthen April lalu, dan ia memastikan statusnya via KO ronde pertama impresif di “ONE on TNT III.”

Pria yang dikenal lewat julukannya, “Hands of Stone,” menggunakan pukulannya itu dengan sangat baik, menghajar tubuh pegulat asal Amerika Serikat itu dengan serangan tubuh dan mengincar kepala saat Worthen menurunkan tangannya untuk bertahan.

“Pretty Boy” mencoba untuk bertahan, namun pria Brasil itu tetap menjaga laga di atas kaki dan merespon tiap serangan dengan rangkaian pukulan yang sangat keras.

Akhirnya, dengan hanya 30 detik tersisa dalam ronde, ia menyelipkan sebuah jab dari Worthen dan berhasil menyambungkan pukulan cross kanan keras ke rahang. Serangan itu segera menidurkan pria AS itu dan tak menyisakan keraguan tentang status Lineker dalam divisinya.

Jumat nanti, “Hands of Stone” akan ingin meneruskan pencapaian luar biasa itu saat ia menantang penguasa bantamweight Bibiano Fernandes demi gelar Juara Dunia dalam rivalitas panas.

Eko Roni Saputra Cetak Sejarah Flyweight

Eko Roni Saputra dikenal sebagai spesialis grappling, namun ia membuktikan bahwa teknik striking-nya memang berbahaya melawan petarung Tiongkok Liu Peng Shuai bulan Agustus lalu.

Di ONE: BATTLEGROUND II, sosok yang berkali-kali menjadi Juara Gulat Indonesia ini meng-KO Liu hanya dalam waktu 10 detik dalam laga flyweight MMA mereka, dimana ia meraih KO tercepat – dan penyelesaian tercepat – dalam sejarah divisinya.

Tetapi sebelum itu, Liu memulai pertarungan ini dengan berbagai rangkaian pukulan yang dapat dihindari oleh bintang baru Indonesia ini. Mendadak, aksi itu seketika memanas.

Pertama, Eko Roni menyambungkan kombinasi keras yang mendesak lawannya. Saat atlet Tiongkok itu berusaha maju dengan tendangan, ia menghadapi pukulan overhand kanan berkekuatan penuh.

Serangan kilat bintang Indonesia itu segera mengakhiri laga, dimana ia mengumpulkan lima kemenangan beruntun dan memastikan dirinya sebagai nama yang wajib diperhitungkan dalam divisi flyweight.

Berikutnya, pria berusia 30 tahun ini akan membawa momentum positifnya memasuki laga melawan atlet Kamboja Chan Rothana di ONE: LIGHTS OUT.

Martin Nguyen Pertahankan Sabuk Via Serangan Lutut Di Udara

Martin Nguyen akan berjuang kembali ke puncak divisi di ONE: LIGHTS OUT, namun kejayaannya sebagai penguasa featherweight meliputi beberapa momen spektakuler.

Mungkin sorotan terbesarnya tiba pada bulan April 2019, saat “The Situ-Asian” mempertahankan gelar dengan salah satu KO paling mengejutkan dalam sejarah ONE Championship.

Dalam ajang ONE: ROOTS OF HONOR, Nguyen secara metodis mematahkan veteran Mongolia itu pada ronde pertama, dan ia mendaratkan serangkaian serangan sembari menghindari kekuatan mantan Juara Dunia itu.

Atlet keturunan Vietnam-Australia itu terus unggul pada ronde kedua, dimana ia membuat penantangnya waspada dengan pukulan efektif dan tendangan rendah keras. Pada akhirnya, seluruh tendangan keras itu membuat Jadambaa goyah – dan pemegang gelar ini melihat kesempatan emas.

Dengan pertahanan yang turun dari pria Mongolia itu, “The Situ-Asian” melompat dan menyambungkan sebuah serangan lutut keras di udara, yang menjatuhkan Jadambaa dan membuat penonton bersorak.

Nguyen jelas mampu memberi aksi luar biasa, dan dirinya akan ingin mencoba kembali pada kondisi terbaiknya – sementara mempertahankan posisi ketiga dalam peringkat featherweight – melawan atlet fenomenal Ukraina Kirill Gorobets di ONE: LIGHTS OUT.

Selengkapnya di Fitur

Rodtang Jitmuangnon Denis Puric ONE 167 137
Tawanchai PK Saenchai Jo Nattawut ONE 167 78
DUX 1183
Rodtang Jitmuangnon Edgar Tabares ONE Fight Night 10 36
Johan Ghazali Edgar Tabares ONE Fight Night 17 21 scaled
Rodtang Jitmuangnon Edgar Tabares ONE Fight Night 10 28
Johan Ghazali Edgar Tabares ONE Fight Night 17 21 scaled
Tawanchai PK Saenchai Superbon Singha Mawynn ONE Friday Fights 46 123 scaled
Victoria Souza Noelle Grandjean ONE Fight Night 20 34
MasaakiNoiri 1200X800 1
Katsuki Kitano Halil Kutukcu ONE Friday Fights 38 25
Jo Nattawut Luke Lessei ONE Fight Night 17 84 scaled