Fitur

5 Kemenangan Terbaik Atlet MMA Singapura Di ONE Championship

Christian Lee fights Iuri Lapicus at ONE: INSIDE THE MATRIX on Friday, 30 October

Para pejuang tuan rumah di Singapura telah menempatkan beberapa aksi luar biasa di atas panggung dunia – sementara juga menempatkan “Kota Singa” di dalam peta dunia olahraga tarung.

Berikutnya, dua dari bintang terpopuler di negara ini akan kembali ke dalam Circle dalam ajang ONE 160: Ok vs. Lee II pada Jumat, 26 Agustus ini. 

Mantan Juara Dunia ONE Lightweight Christian “The Warrior” Lee akan ingin merebut kembali sabuk emas divisinya melawan rival lama Ok Rae Yoon, sementara pencetak KO Amir Khan akan menghadapi Keanu Subba dalam sebuah laga menarik di kartu awal.

Maka, bertepatan dengan perayaan Hari Nasional Singapura pada 9 Agustus – dan dengan ONE 160 yang akan berlangsung di Singapore Indoor Stadium – mari kita lihat kembali beberapa kemenangan terbaik dari para bintang di negara itu bersama ONE Championship.

Christian Lee Kejutkan Shinya Aoki Demi Rebut Gelar Lightweight

Superstar Singapura-Amerika Christian Lee menunjukkan semangat dan determinasi luar biasa untuk memastikan kemenangan gelar Juara Dunia perdana dalam karier MMA-nya di ajang ONE: ENTER THE DRAGON pada Mei 2019. 

Di awal, singa muda ini melewati serangan grappler legendaris Jepang Shinya “Tobikan Judan” Aoki di ground. Namun, petarung veteran itu akhirnya mengamankan sebuah armbar rapat yang membuat Lee kesakitan dan Aoki berada di ambang kemenangan.

Namun, dalam sebuah aksi menegangkan yang liar, “The Warrior” menolak untuk tap out dan lepas dari kuncian armbar itu, yang membuat penonton tuan rumah bersorak.

Dengan momentum yang berada di pihaknya dan negara yang mendukungnya, Lee kemudian memberi momen yang menjadi sorotan luar biasa pada stanza kedua.

Pertama, perwakilan United MMA dan Evolve ini membalas percobaan takedown Aoki lewat serangkaian serangan keras. Ia lalu menjatuhkan pukulan keras untuk meng-KO atlet ikonik itu dan merebut gelar Juara Dunia ONE Lightweight via TKO.

Tiffany Teo Kunci Leher Meng Bo Demi Tetap Incar Gelar Juara Dunia

Pahlawan tuan rumah Tiffany “No Chill” Teo kembali ke lingkaran pemenang melalui sebuah rear-naked choke impresif atas Meng Bo dalam ajang ONE: HEAVY HITTERS pada Januari lalu.

Teo terlebih dahulu mematahkan sepasang pukulan kuat dari pencetak KO asal Tiongkok ini pada ronde pembuka. Namun, setelah atlet Singapura itu memasuki ritmenya, laga ini berjalan satu arah.

Pada stanza kedua, “No Chill” kembali menyeret lawannya ke atas kanvas dan menciptakan jalur menuju penyelesaian ketujuh dalam kariernya.

Mantan penantang gelar Juara Dunia ONE dua kali ini memaksa Meng untuk menyerahkan lehernya dengan pukulan keras dan serangan lutut sembari mengamankan kuncian leher yang memaksa lawannya tap out pada menit 3:45 ronde tersebut.

Dengan kemenangan ini, Teo tetap menjadi ancaman besar bagi ratu strawweight MMA Xiong Jing Nan.

Angela Lee Cetak Sejarah Dalam Perebutan Gelar Juara Dunia

“Unstoppable” Angela Lee mematahkan Mei “V.V.” Yamaguchi untuk merebut gelar Juara Dunia ONE Atomweight perdana dalam laga penuh aksi menegangkan ini dalam ONE: ASCENT TO POWER pada bulan Mei 2016.

Tetapi, kemenangan itu tak datang dengan mudah.

Yamaguchi menggunakan pengalamannya untuk menjebak Lee dalam sepasang situasi yang sulit, tetapi remaja berusia 19 tahun itu memiliki jawaban bagi segala sesuatu yang dilontarkan sang veteran itu.

Lee secara luar biasa beranjak keluar dari serangkaian percobaan submission dan bahkan mampu menyelipkan sepasang submission miliknya juga. Sementara itu, ia mampu menandingi “V.V” dalam ranah striking.

Setelah 25 menit laga penuh pertukaran keras itu, “Unstoppable” dinyatakan sebagai pemenang, yang menjadikannya Juara Dunia MMA termuda sepanjang masa – momen olahraga yang signifikan bagi para penduduk di “Kota Singa” ini.

Amir Khan Melaju Raih Kemenangan Lawan Adrian Pang

Amir Khan telah berpartisipasi dalam berbagai laga menarik di dalam Circle, namun kemenangannya atas Adrian “The Hunter” Pang tetap menjadi salah satu yang terbaik.

Atlet tuan rumah berbakat ini menempatkan perjuangan penuh keberanian selama 15 menit dalam ajang ONE: IMMORTAL PURSUIT melawan salah satu pemukul keras dalam divisinya demi meraih kemenangan kesembilan beruntun dalam MMA.

Keunggulan jangkauan Khan memberinya kesempatan untuk berada jauh dari serangan Pang, dan setiap kali pria Australia itu memutuskan untuk maju, ia disambut dengan tendangan keras dan kombinasi dari perwakilan Evolve MMA itu.

Pria Singapura itu tetap bertahan dengan strategi yang sama sepanjang laga, sebelum ia menemukan kesuksesan saat ia mulai menyambungkan serangan ke arah rahang Pang pada ronde kedua dan ketiga.

Saat bel akhir pertandingan berbunyi, tak ada keraguan bahwa Khan akan meraih keputusan juri di kota asalnya itu.

Remaja Fenomenal Victoria Lee Tampil Impresif Di Debut MMA

Mengikuti jejak kedua kakaknya, Angela dan Christian, Victoria “The Prodigy” Lee memulai karier MMA dengan cara luar biasa melalui kemenangan submission dominan atas Sunisa “Thunderstorm” Srisen tahun lalu.

Setelah ronde pembuka yang rapat dalam laga atomweight di ONE: FISTS OF FURY ini, debutan remaja berusia 16 tahun itu mengandalkan semangat muda, determinasi, serta kelihaiannya dalam grappling untuk merebut kemenangan pada ronde kedua.

“The Prodigy” meraih punggung Srisen, menjatuhkannya ke ground, dan mengamankan rear-naked choke yang memaksa wanita Thailand itu untuk tap out pada menit 1:03 ronde kedua.

Itu adalah sebuah kemenangan spektakuler lainnya untuk seorang petarung yang mewakili Singapura di dalam Singapore Indoor Stadium. Dan bagi negara ini, itu menjadi kesempatan untuk menyambut bintang MMA terbaru – dan termuda – di atas panggung dunia.

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.