Fitur

5 Alasan Untuk Menonton ONE: BATTLEGROUND, 30 Juli

Dari beberapa kompetitor terbaik dalam sejarah seni bela diri, sampai para bintang baru dalam awal karier mereka, ONE: BATTLEGROUND menyajikan segalanya.

Kartu pertandingan berisi enam laga ini menampilkan aksi Muay Thai, kickboxing dan bela diri campuran dengan para pencetak KO, spesialis submission, serta ahli strategi terbaik yang akan tampil.

Sebelum ajang penuh aksi ini disiarkan langsung dari Singapore Indoor Stadium pada Jumat, 30 Juli, berikut adalah lima alasan untuk menyaksikan ajang blockbuster itu.

#1 Laga Antar Generasi: Legenda Vs. Atlet Fenomenal

Sam-A Gaiyanghadao adalah salah satu nak muay terbaik sepanjang sama, dan bahkan pada usianya yang ke-37, ia pun masih beroperasi pada tingkatan elite.

Sejak ia turun ke divisi strawweight, sang legenda Thailand ini meraih pencapaian 4-0 dan merebut gelar Juara Dunia ONE Strawweight Muay Thai dan Kickboxing.

Namun, sang penjaga tua ini harus memberi jalan bagi para penantang baru pada satu titik. Dapatkah debutan fenomenal Prajanchai PK.Saenchai Muaythaigym menguasai era baru?

Pria berusia 26 tahun itu, yang memenangkan berbagai gelar Kejuaraan Dunia Rajadamnern dan Lumpinee Stadium Muay Thai, berada di puncak permainannya dan berlatih di sisi Rodlek PK.Saenchai Muaythaigym dan Tawanchai PK.Saenchai Muaythaigym.

Sam-A nampak tak tersentuh akhir-akhir ini, tetapi Prajanchai mungkin akan menjadi penantang yang akhirnya dapat melengserkan sosok yang nampak tak tersentuh itu.

#2 Persimpangan Karier Aung La N Sang

Pictures from the fight between Aung La N Sang and Reinier De Ridder at "ONE on TNT IV"

Pada hari ini, tahun lalu, Aung La “The Burmese Python” N Sang adalah salah satu kekuatan paling dominan di ONE Championship, namun sejak itu, ia kehilangan gelar Juara Dunia ONE Middleweight dan Light Heavyweight miliknya di tangan Reinier “The Dutch Knight” de Ridder.

Punggung ikon Myanmar itu belum pernah terdesak di dinding Circle sepanjang kariernya bersama organisasi ini, namun ia menjabarkan laga middleweight melawan Leandro “Wolf” Ataides sebagai sebuah “pertempuran krusial.” Jelas, sang bintang ini dapat meraih sebuah perebutan gelar Juara Dunia, atau bahkan terjerumus lebih jauh dari posisinya.

Karena pertaruhan yang sangat besar, penggemar dapat menyaksikan versi paling berbahaya dari Aung La N Sang yang pernah menjejakkan kaki di dalam Circle. Pada saat yang sama, ia tak akan menikmati laga yang mudah melawan raksasa asal Brasil itu.

Ataides adalah Juara Dunia BJJ dan pencetak KO yang mengincar sabuk emas ONE selama bertahun-tahun. Ia mengetahui bahwa sebuah kemenangan atas mantan penguasa divisi itu akan menempatkannya dalam laga melawan De Ridder demi sabuk emas middleweight itu.

Laga ini membawa pertaruhan luar biasa bagi kedua pria ini, dan itu seharusnya mampu membangkitkan versi terbaik dari diri mereka.



#3 Dua Kickboxer Elite Incar Perebutan Gelar

Sitthichai in his southpaw kickboxing stance

Sitthichai “Killer Kid” Sitsongpeenong memasuki rangkaian ONE Super Series dengan sebuah reputasi sebagai kickboxer ‘pound-for-pound’ terhebat, dan walau ia mengalami kekalahan debut dari rival lamanya Superbon, ia masih menjadi salah satu penantang teratas untuk gelar Juara Dunia ONE Featherweight Kickboxing yang masih lowong.

Namun, takkan mudah untuk mendapatkan kesempatan itu dalam divisi olahraga tarung terpadat dalam sejarah ini, dan Tayfun “Turbine” Ozcan adalah atlet lain yang menginginkan sabuk emas itu.

Bintang keturunan Belanda-Turki itu telah menunggu kesempatan melawan nama besar seperti Sitthichai, serta ingin membuktikan bahwa ia dapat mengalahkan siapa pun di muka bumi ini.

Walau mereka sangat berbeda secara gaya bertarung, keduanya membawa aksi dan intensitas luar biasa ke dalam Circle, dan dengan incaran gelar Juara Dunia ONE – dan laga potensial melawan atlet terbaik sepanjang masa Giorgio “The Doctor” Petrosyan – mereka akan menempatkan penampilan dominan di Singapura.

#4 Dapatkah Ritu Phogat Bangkit Kembali?

Scenes from the atomweight bout between MMA stars Ritu Phogat and Bi Nguyen at ONE: DANGAL on 15 May

Masih banyak hal yang dapat diharapkan dari Ritu “The Indian Tigress” Phogat, dan ia akan mampu menjawab berbagai pertanyaan akan seberapa jauh dirinya dapat melangkah ke dalam bela diri campuran saat melawan “MMA Sister” Lin Heqin.

Phogat kembali setelah kekalahan profesional pertamanya – yang memaksanya kehilangan posisi di Turnamen ONE Women’s Atomweight World Grand Prix. Kemampuannya untuk kembali bangkit akan menjadi ukuran besar bagi karakter dan kemampuannya untuk meraih puncak.

Pegulat sensasional India itu masih relatif baru dalam kariernya bersama ONE, tetapi kegemparan dan ‘hype’ dari ketenaran keluarganya meningkatkan seluruh ekspektasi itu sejak hari pertama. Jika Phogat dapat kembali meraih kemenangan dari Lin yang lebih berpengalaman, ia akan berada pada jalur yang tepat.

Namun, “MMA Sister” adalah seorang lawan yang kuat, dan ia memiliki ambisi besar di atas panggung dunia. Dengan catatan rekor 14-2-1 dan serangkaian penyelesaian KO atas namanya, spesialis sanda asal Tiongkok ini dapat mengalihkan perhatian dari Phogat ke kariernya sendiri.

Selalu menarik untuk melihat pegulat dan striker bertemu, dimana hal itu akan memanas dalam laga yang sangat penting bagi karier kedua wanita dalam divisi atomweight ini.

#5 Para Bintang Yang Sedang Naik Daun

Victoria “The Prodigy” Lee melewati ujian pertamanya dengan kemenangan submission dalam debutnya atas Sunisa “Thunderstorm” Srisen, tetapi itu hanya menambah ekspektasi besar di pundaknya.

Dengan acuan kedua kakaknya yang menjadi Juara Dunia, “Unstoppable” Angela Lee dan Christian “The Warrior” Lee, Victoria masih harus melalui jalan yang panjang. Tetapi, remaja pendiam berusia 17 tahun ini ingin membiarkan seluruh aksinya berbicara saat melawan atlet Tiongkok “Little Sprouts” Wang Luping.

Dua kemenangan dalam sepasang penampilan awalnya akan terus membangun ‘hype’ dari “The Prodigy,” walau Wang adalah veteran yang akan ingin mencuri sorotan itu.

Debutan dari Team Lakay, Jeremy “The Juggernaut” Pacatiw, mungkin jauh lebih tua dari Lee, namun kapan pun seorang pendatang baru dari sasana di Baguio ini tampil perdana di “The Home Of Martial Arts,” para penggemar biasanya dapat mengharapkan aksi keras.

Pacatiw memiliki tugas berat untuk melawan “The Ghost” Chen Rui, saat kedua atlet berusia 25 tahun ini ingin memastikan posisi mereka dalam divisi bantamweight bela diri campuran.

Baca juga: Aung La N Sang Yakin Jalani Laga Krusial Kontra Ataides

Muat Lebih Banyak

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.