Fitur

4 Laga MMA Terbaik Dalam Kuartal Kedua 2019

29 Jun 2019

Sepanjang bulan April sampai Juni, para bintang dunia telah menunjukkan kebolehan mereka dalam striking, grappling dan submission untuk menorehkan kemenangan penting bagi perjalanan karir masing-masing individu ini.

Saat ini, setelah memasuki kuartal ketiga, para editor di ONE merangkum empat laga MMA terbaik selama tiga bulan terakhir.

Edward Kelly vs. Sung Jong Lee

Aksi yang ditampilkan Edward “The Ferocious” Kelly saat menghadapi atlet Korea Selatan Sung Jong Lee dalam laga divisi featherweight dalam gelaran ONE: ROOTS OF HONOR di bulan April berlangsung cepat dan berapi-api.

Sung nampak menunjukan keahlian grappling yang ia miliki sejak awal laga dan sempat mengancam dengan kuncian rear-naked choke, sebelum rivalnya dari Filipina itu berhasil lolos dan mengambil alih kendali.

Duel ini menjadi sebuah pertunjukan seru, dimana keduanya silih berganti dengan serangan mereka. Saat Lee menerapkan kuncian, Edward dengan sigap bertahan dan merespon lewat serangkaian pukulan di area ground.

Memasuki beberapa menit awal ronde kedua, Sung berjuang tanpa henti untuk melancarkan heel hook, namun Kelly tetap tenang dan berada pada posisi yang ideal untuk melayangkan pukulan bertubi-tubi pada lawannya sebelum wasit menghentikan pertandingan.

Kemenangan Kelly malam itu menandai awal kesuksesan Team Lakay dalam ajang di Manila ini, dimana Joshua “The Passion” Pacio berhasil merebut kembali gelarnya di divisi strawweight dari Yosuke Saruta.

Christian Lee vs. Shinya Aoki

Saat Shinya “Tobikan Judan” Aoki merebut kembali sabuk Juara Dunia ONE Lightweight bulan Maret lalu, dia menyatakan keinginannya untuk melawan Christian “The Warrior” Lee, yang saat itu bertanding di divisi featherweight, dan mempertaruhkan gelarnya.

Akhirnya, atlet muda asal Singapura ini membuktikan apa yang diucapkan Shinya. Ia naik ke divisi lightweight untuk menantang legenda MMA Jepang ini, dan akhirnya pertandingan keduanya menjadi atraksi utama dalam gelaran ONE: ENTER THE DRAGON di Singapura bulan Mei lalu.

Shinya menunjukan dominasi grappling-nya dalam duel ground sejak awal laga. Christian beberapa kali berhasil mematahkan serangan Shinya, namun rekan satu tim Christian di Evolve ini berhasil melancarkan sebuah kuncian armbar, yang hampir saja mengubur mimpi Christian untuk meraih gelar juara dunia.

Meskipun rasa sakit nampak jelas terlihat di wajah petarung muda ini, “The Warrior” mampu mengatasinya dan melepaskan diri, yang segera disambut oleh para penggemar tuan rumah di dalam Indoor Stadium Singapura. Teriakan histeris memenuhi stadion tersebut dalam ronde pertama, untuk memberikan dukungan sekaligus pengakuan pada potensi yang dimiliki atlet muda Negeri Singa ini.

Pada ronde kedua, Christian berhasil memanfaatkan situasi pada sebuah duel atas. Ia menggagalkan upaya Shinya untuk menarik dirinya ke duel bawah, dan seketika mengirim sang legenda ke pojok ring melalui serangkaian pukulan sebelum wasit menghentikan pertandingan.

Kemenangan tersebut mengantarkan Christian menjadi juara dunia termuda sepanjang sejarah MMA.

Rahul Raju vs. Richard Corminal

Di laga pembuka ONE: ENTER THE DRAGON, atlet Singapura keturunan India  Rahul “The Kerala Krusher” Raju akhirnya berhasil mencatat kemenangan setelah hampir saja dikalahkan.

Menghadapi atlet asal Filipina Richard “Notorious” Corminal, keduanya nampak berimbang di sepanjang ronde pertama. Namun ketika laga berlanjut, Rahul terlihat memiliki keunggulan dalam striking. 

Rahul semakin tampil lebih baik dalam adu serangan stand-up, dimana ia akhirnya mengejutkan bintang asal Filipina itu melalui dua pukulan telak di akhir ronde pertama.

Richard membalikan keadaan ketika dia memperagakan tinju tipuan Superman dan mengagetkan lawan dengan pukulan tangan kanannya. Beberapa saat kemudian, “Notorious” menjatuhkan lawannya lewat hook kanan.

“The Kerala Krusher” jelas berada dalam masalah besar, namun bukan berarti ia selesai berjuang. Ia merangsek maju, menjatuhkan Richard keatas kanvas dan melayangkan beberapa pukulan. Ia kemudian bertransisi ke belakang lawannya untuk sebuah kuncian rear-naked choke dan memaksanya untuk menyerah.

Agilan Thani vs. Yoshihiro Akiyama

Semua mata tertuju pada ikon MMA Asia Yoshihiro “Sexy Yama” Akiyama ketika dia menjalani debut yang telah ditunggu-tunggu pada bulan Juni, dalam gelaran ONE: LEGENDARY QUEST.

Namun, lawannya Agilan “Alligator” Thani tidak ingin berada di dalam ring hanya untuk menjadi partner berdansa bagi atlet berdarah Korea-Jepang ini.

Agilan berhasil menaklukkan sang legenda melalui keputusan mutlak juri, dalam sebuah duel yang digadang-gadang sebagai penampilan terbaiknya di sepanjang karir atlet asal Malaysia ini.

Agilan menyadari bahwa Yoshihiro masih memiliki amunisi lengkap ketika sang ikon berhasil mengeksekusi sebuah bantingan judo secara sempurna, yang membuat dirinya terbang dan terpelanting ke atas kanvas.

Momen spektakuler tersebut seolah memberi tanda pada atlet berusia 23 tahun ini untuk mempertajam fokusnya dalam sisa waktu pertandingan divisi welterweight tersebut.

Setelah itu, Agilan dan Yoshihiro terlibat pertukaran serangan atas, dimana Agilan mencoba melancarkan sebuah serangan ke arah kaki. Ia memaksa sang veteran bertahan di sisa laga dengan menggabungkan pukulan dan bantingan, demi memastikan Yoshihiro kehilangan ritme bertanding.

Saat duel mendekati akhir, kedua petarung melancarkan serangan habis-habisan demi mengincar sebuah penutup. Ketangguhan keduanya memaksa juri untuk menentukan pemenang melalui angka setelah tiga ronde yang penuh aksi.

Ketiga juri akhirnya memberikan kemenangan bagi Agilan, yang malam itu berhasil menambah salah satu nama besar dunia MMA ke dalam daftar atlet yang berhasil dikalahkannya.