Fitur

3 Submission Penuh Gaya Dari Para Bintang ONE: FISTS OF FURY III

Sementara ONE: FISTS OF FURY III akan dipuncaki oleh laga perebutan gelar Juara Dunia ONE Lightweight Kickboxing antara Regian “The Immortal” Eersel dan Mustapha “Dynamite” Haida, spesialis grappling ini siap mencetak warisan mereka.

Kartu pertandingan dengan enam laga ini, yang akan tayang pada Jumat, 19 Maret, juga menyertakan para pegulat dan atlet Brazilian Jiu-Jitsu kuat yang akan memburu penyelesaian hebat.

Faktaknya, seluruh praktisi ground yang lihai ini telah mencetak beberapa submission mengejutkan di atas panggung dunia. Sebelum mereka memasuki Circle sekali lagi di Singapore Indoor Stadium, mari simak kembali tiga dari laga terbaik mereka sampai saat ini.

Kuncian Armbar Milik Alex Silva

Alex “Little Rock” Silva menunjukkan kemampuan yang menjadikannya Juara Dunia Brazilian Jiu-Jitsu saat melawan grappler elit lainnya di ONE: LEGENDS OF THE WORLD, November 2017.

Bintang Evolve ini menghadapi Hayato Suzuki dan mematahkan kemenangan beruntun sebanyak 19 kali milik atlet Jepang itu dengan kuncian armbar andalannya di stanza pembuka.

Saat itu, Suzuki mengambil langkah pertama dengan menyeret Silva ke bawah dan bergulat demi posisi atas. Namun, ia tak pernah mendapatkan waktu bernafas, saat “Little Rock” menggunakan posisi butterfly guard untuk mulai menyerang.

Atlet asal Brasil ini mengangkat Suzuki untuk mencoba meraih tangan kirinya, namun ia beralih ke posisi mount saat atlet asal Takahagi City ini berusaha bertahan.

Saat transisi itu, “Little Rock” dengan mulus mengalihkan fokus ke arah tangan kanan rivalnya. Ia menjatuhkan tulang kering kirinya ke arah kepala Suzuki – memaksa lawannya untuk melakukan roll – lalu mengamankan kuncian ke arah siku yang memaksa lawan yang sebelumnya tak terkalahkan itu panik dan tap-out.

Berikutnya, Silva berharap melakukan penampilan yang sama saat ia melawan grappler kuat asal Jepang lainnya, Hiroba Minowa, di ONE: FISTS OF FURY III.



Roshan Mainam Tak Terkalahkan Dengan Kuncian Licin

Tiap atlet yang masuk ke dalam bela diri campuran dari satu disiplin tertentu harus mengadaptasi kemampuan mereka pada format yang baru, dan “The Indian Notorious” Roshan Mainam telah menampilkan kemampuan itu dengan luar biasa.

Juara Gulat India itu menghadapi Liu Peng Shuai di ONE: REIGN OF DYNASTIES bulan Oktober lalu dan memaksa rival asal Tiongkok itu tap-out pada ronde kedua dan meraih kemenangan submission kedua berturut-turut di atas panggung dunia.

Mainam menyeret Liu ke atas kanvas setelah sebuah tendangan dan melewati pertahanan lawan (pass guard) untuk meraih posisi side control. Dari posisi itu, ia segera beralih ke mount, dimana ia menjatuhkan serangkaian pukulan dan siku keras ke arah lawannya.

Serangan itu memaksa Juara Turnamen ONE Hefei Flyweight ini untuk memutar punggungnya, dan “The Indian Notorious” tak membutuhkan undangan lainnya. Ia memaksa lawannya terbaring dan menyerang dengan beberapa pukulan, sebelum menyelipkan lengan kanannya di bawah dagu Liu untuk memastikan kemenangan lewat rear-naked choke.

Di Singapura, ia akan menguji kemampuan grappling miliknya melawan pria berikut yang menjadi kebanggaan Indonesia.

Aziz Calim Mendominasi, Kunci Adi Paryanto

Aziz “The Krauser” Calim meraih kemenangan perdananya bersama ONE secara dominan saat melawan kompatriotnya “Zenwalk” Adi Paryanto di ONE: ETERNAL GLORY, Januari 2019 lalu.

Atlet kebanggaan Indonesia ini menjatuhkan Paryanto dengan pukulan kanan pada awal laga divisi strawweight mereka dan mendikte laga sejak itu. Keduanya berjuang demi posisi menguntungkan, namun “The Krauser” akhirnya mampu meraih posisi mount di ground.

Warga Solo ini menyerang dengan pukulan dan meraih punggungnya, dimana ia secara konstan mengincar submission. Dengan hanya 30 detik tersisa, “Zenwalk” mengambil posisi kura-kura (turtle) dan mencoba merenggut kaki Aziz dalam usahanya menahan serangan, namun sebaliknya, ia mendapatkan kesulitan yang lebih dalam lagi.

“The Krauser” menjebak tangan kanan Adi dengan kaki kanannya dan menjatuhkan diri ke belakang untuk meraih posisi back control sekali lagi. Dengan keunggulan dua-satu (two-on-one advantage), Aziz segera menyarangkan rear-naked choke dan menekan keras demi mendapatkan tap-out itu.

Atlet Indonesia yang sangat dinamis ini wajib menggunakan seluruh kemampuannya untuk melewati Mainam saat mereka berhadapan dalam laga yang menarik pada 19 Maret.

Baca juga: 5 KO Luar Biasa Para Bintang Di ONE: FISTS OF FURY III

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.