Berita

3 Laga Terbaik Giorgio Petrosyan Di ONE Super Series Kickboxing

Juara ONE Featherweight Kickboxing World Grand Prix Giorgio “The Doctor” Petrosyan telah mengalahkan lima dari para striker terbaik di divisinya.

Pada 26 Februari, Petrosyan akan mengincar kemenangan ke enam saat menghadapi rival lama, sang Juara Kickboxing Georgia Davit Kiria, dalam ajang ONE: FISTS OF FURY di Singapore Indoor Stadium.

Sebelum aksi yang didaulat jadi laga pendukung utama ini tercipta, simak kembali tiga performa terbaik dari superstar asal Italia tersebut di ONE Super Series.

#1 Petrosyan Raih Sabuk Perak Dan Satu Juta Dolar

Setelah menyisihkan setiap lawan dalam rute menuju final ONE Featherweight Kickboxing World Grand Prix, Petrosyan memasuki Circle untuk menghadapi finalis lain Samy “AK47” Sana.

Laga grand final tersebut tercipta dalam ajang ONE: CENTURY PART II di Tokyo, Jepang. Pemenangnya, tidak hanya meraih sabuk perak prestisius, tetapi juga uang tunai senilai 1 juta dolar AS (Rp 14 miliar).

Lewat gaya khasnya, “The Doctor” menggunakan keahlian dalam menghindari serangan dan menyerang balik lewat pukulan yang membuat frustrasi sang lawan selama tiga ronde untuk meraih kemenangan lewat putusan mutlak.

Sorotan dari laga tersebut terjadi pada ronde kedua, saat Petrosyan semakin nyaman dengan ritmenya dan berhasil menembus pertahanan Sana.

Secara terus menerus, jab dari posisi southpaw dan pukulan straight kanan membuat atlet asal Perancis tersebut kerepotan hingga serangannya terus-terusan mengenai udara. Tendangan-tendangan rendah dari Petrosyan pun semakin menyulitkan Sana.

Aksi ofensif tersebut ditutup lewat aksi spektakuler pada ronde terakhir yang membuat Sana semakin kesulitan menyerang dan Petrosyan pun mengunci gelar Grand Prix.

#2 Petrosyan Raih Penebusan Atas Rival Dari Thailand

Dua atlet berlaga dua kali dalam sebuah World Grand Prix adalah hal yang langka, tetapi itulah yang terjadi pada 2019 silam.

Petrosyan awalnya berlaga menghadapi Petchmorakot Petchyindee Academy – yang kini menjadi Juara Dunia ONE Featherweight Muay Thai – dalam babak quarter final ONE Featherweight World Grand Prix. Namun, karena banyaknya penggunaan teknik clinch Muay Thai dari atlet Thailand tersebut, laga tersebut berakhir no-contest.
Hasil tersebut membidani terjadinya laga tanding ulang dua bulan kemudian dalam ajang ONE: MASTERS OF DESTINY di Kuala Lumpur, Malaysia.

Pada kesempatan kedua ini, “The Doctor” membuat rivalnya tak berkutik selama tiga ronde dan meraih kemenangan mutlak yang membawanya pada babak semifinal.

Di Axiata Arena, keduanya melanjutkan apa yang telah mereka mulai pada laga sebelumnya. Petchmorakot mendaratkan serangan bersih dan telak pada awal ronde, tapi Petrosyan semakin panas pada stanza kedua dan mulai menyerang lewat pukulan khasnya.

Serangan tersebut berlangsung hampir sepanjang ronde kedua dan pada ronde pamungkas, Petchmorakot dibuat kewalahan. Petrosyan melaju ke babak semifinal dan bertemu dengan lawan di bawah ini.

#3 Petrosyan Dominasi Nattawut Lewat KO Ronde Pertama

Bukan tanpa alasan Petrosyan dikenal sebagai master dalam disiplin kickboxing. Tak ada yang bisa mengalahkannya di ONE meskipun mereka pernah saling berhadapan sebelumnya dan tahu betul apa yang bisa ia tampilkan.

“Smokin” Jo Nattawut adalah satu dari rival tersebut. Ia berhadapan dengan Petrosyan untuk kedua kalinya pada Agustus 2019 dalam babak semifinal ONE Featherweight World Grand Prix. “The Doctor” telah menunjukkan kapasitasnya pada laga pertama, tapi tetap memastikan performa yang lebih ciamik pada pertemuan berikutnya.

Petrosyan membuktikan hal tersebut dengan mendominasi Nattawut lewat TKO pada ronde pertama dalam ajang ONE: DREAMS OF GOLD di Bangkok, Thailand.

Nattawut mampu memberi tekanan pada lawannya dan mereka saling beradu serangan pada ronde pertama. Sekilas, strategi tersebut nampak berjalan, sebelum Petrosyan melayangkan sebuah jab yang memicu reaksi dari atlet Thailand tersebut, dan meluncurkan pukulan kiri yang membuat Nattawut terpental ke belakang.

Petrosyan telah menancapkan nama dalam kickboxing, dan kini bertekad menjaga rekor sempurnanya di ONE Championship saat menghadapi Kiria pada 26 Februari mendatang.

Baca juga: Meng Bo Menyasar Laga Hadapi Zamboanga: ‘Saya Bisa Menyudahi Perlawanan Denice’

Muat Lebih Banyak

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.