Fitur

4 Striker Legendaris Yang Bertarung Bersama ONE Championship

Sejak tahun 2018, ONE Championship melihat berbagai striker legendaris yang memasuki Circle dan menampilkan kemampuan mereka.

Dari para kickboxer ikonik sampai atlet Muay Thai terhebat, mereka semua datang untuk menguji diri mereka di panggung bela diri dunia ini.

Dengan itu, inilah empat petarung yang terus membangun warisan mereka bersama ONE Championship.

Nong-O Gaiyanghadao

Nong-O Gaiyanghadao successfully defends the Bantamweight Muay Thai World Championship against Felipe Lobo at ONE X

Juara Dunia ONE Bantamweight Muay Thai Nong-O Gaiyanghadao adalah seorang legenda sejati.

Superstar Thailand ini menjaga rekor tak terkalahkan di ONE, dengan catatan 8-0 dalam organisasi ini serta catatan rekor keseluruhan dalam striking sebesar 262-54-10.

Terlebih lagi, ketiga pertahanan gelar Juara Dunia atas kickboxer #5 bantamweight Felipe “Demolition Man” Lobo, penantang #3 Muay Thai “The Steel Locomotive” Rodlek PK.Saenchai, serta penantang teratas Saemapetch Fairtex, seluruhnya diakhiri via KO.

Namun, bahkan sebelum ia bergabung dengan organisasi ini, Nong-O telah mencetak nama besar dalam sirkuit Muay Thai di Thailand.

Atlet Evolve ini empat kali menjadi Juara Dunia Lumpinee Stadium dan mantan Juara Dunia Rajadamnern Lightweight Stadium. Beberapa petarung besar yang pernah dilawannya adalah Sam-A Gaiyanghadao, Lerdsila Phuket Top Team dan Saenchai.

Namun, ada seorang legenda lainnya yang belum dihadapinya – Liam “Hitman” Harrison. Namun, semua itu akan berubah. Setelah mencetak sebuah TKO dari posisi tertinggal atas Muangthai “Elbow Zombie” PK.Saenchai dalam laga terakhirnya, pria Inggris ini mengamankan kesempatan melawan Nong-O.

Jika Nong-O mengalahkan Harrison, itu akan menjadi kesuksesan keenam dalam pertahanan gelar Juara Dunia sejak ia meraih sabuk emas itu setelah menaklukkan Han Zi Hao di ONE: CLASH OF LEGENDS pada tahun 2019 lalu.

Liam Harrison

Liam Harrison is pleased after his win at ONE 156

Dalam dunia Muay Thai, Harrison di Inggris itu seperti Nong-O di Thailand: legendaris.

“Hitman” mengawali karier profesionalnya dengan berlaga secara lokal di Inggris Raya, namun ia segera menjadi nama besar dalam dunia Muay Thai.

Sepanjang karier gemilangnya, ia menghadapi nama-nama besar seperti Saenchai dan Anuwat Kaewsamrit, bahkan mengalahkan yang terakhir via keputusan mutlak.

Terlebih lagi, Harrison juga tiga kali menjadi Juara Dunia Muay Thai, dan selama 12 tahun pertama dalam karier profesionalnya, ia belum pernah merasakan kekalahan dalam “seni delapan tungkai” saat melawan atlet yang bukan berasal dari Thailand.

Ia bergabung bersama ONE pada tahun 2018, dan setelah awalan sulit ketika melawan Juara Dunia ONE Featherweight Muay Thai Petchmorakot Petchyindee dan Rodlek, ia membalikkan keadaan dengan melawan dua lawan berikutnya, Mohammed “Jordan Boy” Bin Mahmoud dan Muangthai.

Dengan catatan rekor 89-24-2 dalam Muay Thai, tak heran jika penantang #5 bantamweight ini dianggap sebagai salah satu atlet terhebat sepanjang masa. Dan, jika ia mengalahkan Nong-O, ia jelas akan membawa status legendarisnya pada tingkatan yang lebih tinggi lagi.

Anissa Meksen

Anissa Meksen concentrates before her fight at ONE 156

Anissa “C18” Meksen membawa aura yang membuatnya seperti tak tersentuh karena ia hanya lima kali kalah dalam karier kickboxing dan Muay Thai selama 106 laga.

Catatan rekornya yang nyaris sempurna itu membantunya menjadi Juara Dunia Kickboxing dan Muay Thai sebanyak tujuh kali. Selain itu, ia juga menjadi kickboxer pound-for-pound wanita terbaik di muka bumi.

Kompetitor berusia 34 tahun ini bergabung bersama ONE Championship tahun lalu, dan belum pernah mengalami kekalahan di dalam Circle.

Ia mencetak KO atas Cristina Morales dalam debutnya, lalu mendominasi Marie “Snow Leopard” Ruumet sebelum mencetak kemenangan mutlak di ONE 156 pada April lalu.

Setelah mengalahkan Ruumet, Meksen menantang Juara Dunia ONE Atomweight Kickboxing Janet “JT” Todd. Laga itu akan menciptakan aksi keras jika terjadi, dan jika Meksen mengalahkan petarung AS itu, dirinya akan berada di puncak karier legendarisnya.

Giorgio Petrosyan

Giorgio Petrosyan stares down Superbon before their meeting at ONE: FIRST STRIKE.

Giorgio “The Doctor” Petrosyan melawan siapa pun dengan presisi seperti dokter bedah. Sebagai fakta, pergerakan sia-sia memang sangat jarang terlihat dari kickboxer ikonik berusia 36 tahun ini.

Selama dua dekade dalam kariernya, Petrosyan mengumpulkan 104 kemenangan dan berbagai gelar Juara Dunia K-1.  

Terlebih lagi, setelah sebuah karier yang solid, Petrosyan memenangkan debutnya di ONE Championship pada 2018 saat melawan “Smokin'” Jo Nattawut. Satu tahun kemudian, Petrosyan berpartisipasi dalam ONE Featherweight Kickboxing World Grand Prix.

Dalam turnamen prestisius tersebut, ia mengalahkan Petchmorakot dan Samy “AK47” Sana untuk memenangkan Kejuaraan ONE Featherweight Kickboxing World Grand Prix dan hadiah sebesar satu juta dolar AS.

Jika pencapaian tersebut tak dapat dikatakan legendaris, maka tak ada lagi yang bisa.

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.