Fitur

3 Laga Pencuri Perhatian Di ONE: A NEW BREED

ONE Championship siap meluncurkan rangkaian gelaran utama berikutnya dengan cara luar biasa.

Hari Jumat, 28 Agustus, organisasi bela diri terbesar di dunia ini membawa ONE: A NEW BREED ke Bangkok, Thailand, dimana kartu pertandingan itu akan menampilkan laga menarik dari awal sampai akhir.

Gelaran ini akan ditutup dengan perebutan gelar Juara Dunia ONE Atomweight Muay Thai dan babak Final Turnamen ONE Bantamweight Muay Thai, tetapi beberapa kontes yang akan terjadi malam itu dapat saja menjadi pembicaraan publik.

Berdasarkan itu, berikut adalah ketiga laga yang dapat mencuri perhatian hari Jumat nanti.

Wondergirl Fairtex Vs. KC Carlos

Wondergirl Fairtex fights Brooke Farrell in a Muay Thai bout at ONE: NO SURRENDER III

Salah satu pertemuan paling menarik malam itu adalah laga divisi strawweight Muay Thai antara salah satu atlet idaman baru bernama Wondergirl Fairtex dan pendatang baru KC “Pinay Fight” Carlos.

Minggu lalu, di ajang ONE: NO SURRENDER III, perwakilan Fairtex itu menjalani salah satu debut yang tak terlupakan pada tahun 2020 saat dirinya mencetak KO atas Brooke Farrell dalam waktu 81 detik dengan rangkaian pukulan eksplosif – dan itu hanyalah sebuah contoh dari kemampuan luar biasa yang dimiliki bintang baru ini.

Jelang penampilan keduanya di atas panggung dunia, Wondergirl menjanjikan laga yang menarik dan akan menunjukkan seluruh permainan menyeluruh – terutama serangan lutut dan sikunya. Namun, ia juga berencana menggunakan jangkauan dan pukulan cross kanannya yang terkenal itu.

Berhadapan dengannya adalah Carlos, atlet Filipina yang lahir di Amerika Serikat dan kini berlatih di Thailand dan meraih gelar Kejuaraan Chalong Boxing Stadium. Walau ia memiliki pukulan kuat dan dapat menyarangkan serangan siku yang tajam, ia juga gemar memadukan latar belakangnya di dalam taekwondo dengan variasi tendangan.

Tak ada keraguan bahwa kedua wanita ini akan tampil penuh energi, maka para penggemar akan dapat mengharapkan sebuah laga yang dinamis dari awal sampai akhir.



Huang Ding Vs. Sok Thy

Kun Khmer World Champion Sok Thy punches Mongkolpetch Petchyindee Academy

Laga divisi flyweight antara Huang Ding dan Sok Thy dapat memberi ketegangan baru. Kedua pria ini akan ingin kembali ke jalur kemenangan setelah masing-masing mengalami kekalahan dalam rangkaian ajang NO SURRENDER.

Walau Huang harus mengakui keunggulan lawannya dalam debut melawan Fahdi “The Gladiator” Khaled, atlet berusia 22 tahun lulusan ONE Hero Series itu menunjukkan kemampuan menjanjikan saat dirinya menyerang kaki lawannya dengan tendangan rendah. Ia juga cukup tinggi bagi seorang atlet flyweight. Faktanya, perwakilan XMAX Gym di Tiongkok itu akan memiliki keunggulan 11 sentimeter atas Thy.

Karena tendangan rendah dan tinggi badan Huang – dua atribut yang memberikan masalah besar bagi Thy di masa lampau – ia jelas unggul secara fisik dalam laga mereka.

Namun, Thy mungkin memiliki keunggulan mental. Dalam laga terakhirnya melawan Mongkolpetch Petchyindee Academy, ia sangat jarang mundur dan seringkali memancing rivalnya yang lebih tinggi itu. Walau ia menjadi sasaran di luar jarak serangnya, Juara Dunia Kun Khmer itu tidak sedikitpun mundur.

Faktanya, atlet Kamboja itu berjaya dalam berbagai situasi dimana ia harus menggunakan semangat juangnya. Maka, jika Huang mengandalkan jangkauannya, kita mungkin akan melihat Thy mengeluarkan seluruh kemampuannya – fakta yang menjadikan laga ini sangat menarik.

Yodkaikaew Fairtex Vs. Alex Schild

Mixed martial artist Yodkaikaew Fairtex cracks John Shink with an uppercut

Gelaran ini akan diawali oleh laga bela diri campuran antara bintang baru tuan rumah, Yodkaikaew “Y2K” Fairtex, melawan alumni dari rangkaian ONE Warrior Series, Alex Schild.

Laga divisi flyweight ini akan menjadi pertandingan klasik antara striker-melawan-grappler, dengan Juara Max Muay Thai Stadium Yodkaikaew ingin menggunakan arsenal stand-up miliknya melawan pelatih BJJ dan No-Gi dari Tiger Muay Thai itu.

Perwakilan Fairtex itu menunjukkan kemampuan striking luar biasa dalam debut promosionalnya di ajang ONE: NO SURRENDER II beberapa minggu lalu, saat ia mengalahkan perwakilan Tiger Muay Thai lainnya, John Shink, dengan pukulan. Walau “Y2K” sempat terseret ke bawah di laga itu, ia dapat melakukan scramble dan kembali berdiri sebelum akhirnya menjatuhkan Shink dengan sebuah cross kiri.

Yodkaikaew akan ingin mencetak rekor 2-0 atas perwakilan Tiger Muay Thai kedua itu pada hari Jumat, namun rivalnya asal AS itu akan mencoba mendapatkan penebusan bagi sasananya dan rekan latihannya yang terkalahkan, sementara juga ingin mendapatkan kemenangan perdana di atas panggung dunia.

Schild jelas memiliki kemampuan untuk menyelesaikan tugasnya, karena ia adalah seorang teknisi berprestasi di ranah ground daripada atlet Thailand lawannya itu.

Lagipula, atlet AS itu adalah seorang Juara Grappler’s Quest dan pemegang sabuk coklat BJJ, maka jika ia dapat menyeret ”Y2K” ke atas kanvas, ia mungkin akan menyelesaikan laga di sana – terutama jika ia meraih punggung lawannya. Sampai saat ini, Schild memiliki tiga kemenangan melalui kuncian rear-naked choke dalam catatan kemenangannya.

Baca juga: 5 Alasan Mengapa Anda Wajib Menyaksikan ONE: A NEW BREED

Muat Lebih Banyak

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.