Berita

Setelah KO Atas Sangmanee, Kulabdam Inginkan Dominasi Penuh

“Left Meteorite” Kulabdam Sor. Jor. Piek Uthai hanya berada dua langkah sebelum meraih tujuan utamanya, dimana ia dapat mengambil langkah yang signifikan akhir minggu ini.

Pada hari Jumat, 28 Agustus, atlet pencetak KO Thailand ini akan berlaga melawan Rodlek PK.Saenchai Muaythaigym dalam babak Final Turnamen ONE Bantamweight Muay Thai. 

Penampilan ini menjadi laga pendukung utama ajang ONE: A NEW BREED di Bangkok, Thailand, dimana sang pemenang akan berkesempatan menantang penguasa divisi legendaris, Nong-O Gaiyanghadao.

“Jika laga saya dengan Rodlek berjalan dengan baik, saya akan dapat bertemu dengan Nong-O,” kata Kulabdam. “Saya akan harus mempersiapkan diri dan berlatih keras. Karena saya menginginkan sebuah Kejuaraan Dunia, saya harus dapat melewati ini.”

Kulabdam telah nampak tajam sejak menjalani debutnya bersama ONE Championship tahun lalu.

Pada bulan September, warga asli provinsi Surin menaklukkan penantang peringkat kedua divisi bantamweight Muay Thai Bobo “The Panther” Sacko dengan sebuah kemenangan mutlak.

Lalu, dalam ajang ONE: NO SURRENDER III akhir minggu lalu, ia mengejutkan dunia dengan mencetak KO atas penantang teratas dalam divisinya, “The Million Dollar Baby” Sangmanee Klong SuanPluResort, pada ronde pertama untuk meraih babak final turnamen tersebut.

Kemenangan KO luar biasa itu – yang dihasilkan dari pukulan cross kiri andalannya – bahkan juga mengejutkan Kulabdam sendiri.

“Saya senang dan bangga atas laga terbaru saya dengan Sangmanee,” kata atlet berusia 21 tahun itu. “Saya tidak merasa saya akan dapat menjatuhkannya begitu cepat. Ia adalah salah satu striker tercepat dengan siku kirinya.”



Dalam babak semifinal, Kulabdam – yang adalah penantang peringkat ketiga dalam divisinya – dengan cepat menemukan jarak dengan tendangan ke arah kaki sementara membendung tendangan tinggi dari Sangmanee dan secara metodikal mendaratkan pukulan melawan lawannya yang sebenarnya sangat terbiasa menghindar itu.

Lalu, dengan hanya 15 detik tersisa pada stanza terbuka, “Left Meteorite” pun menyerang keras.

Perwakilan Sor. Jor. Piek Uthai ini melontarkan sebuah jab dan hook kiri, meleset dengan pukulan uppercut-nya, kemudian menjatuhkan Sangmanee dengan sebuah cross kiri keras.

“Game plan kami adalah untuk menyerang maju, karena ini hanya tiga ronde. Saya terfokus untuk hanya menggunakan pukulan saya dalam laga, dan itu sukses,” jelas Kulabdam.

“Ada saat dimana penjagaannya terbuka. Seperti yang saya katakan, saya terfokus pada pukulan saya, maka saat penjagaannya turun, pukulan saya masuk. Kami menggunakan sarung tangan bela diri campuran [yang kecil], maka ia pun terjatuh.”

Di babak final turnamen Jumat ini, lawan yang dihadapi Kulabdam akan sama berbahayanya.

Rodlek, yang juga dikenal sebagai “The Steel Locomotive,” seringkali tampil secara spektakuler – dan sangat menghibur – selama perjalanannya di atas panggung dunia.

Pria berusia 30 tahun ini mencetak KO atas Andrew “Maddog Fairtex” Miller dan menang melalui knockdown atas Liam “Hitman” Harrison dan Chris Shaw dengan pukulannya, sebelum meraih sepasang kemenangan mutlak.

Walau Rodlek kalah melalui keputusan mayoritas saat melawan Saemapetch Fairtex di ajang ONE: NO SURRENDER II, perwakilan Fairtex itu terpaksa mundur dari babak final karena cedera yang dideritanya.

Hal ini memberi “The Steel Locomotive” kesempatan kedua, dan Kulabdam mengetahui pria itu tak akan ingin membuangnya. Faktanya, “Left Meteorite” yakin ia akan menghadapi lawan yang mirip dengannya.

“Karena kami memiliki gaya striking yang sangat mirip dengan pukulan dan tendangan kami, itu sangat bergantung pada siapa yang akan melakukan langkah yang salah terlebih dahulu,” katanya terkait dengan Rodlek. “Ini akan menjadi sangat menyenangkan, karena kami berdua adalah striker yang keras.”

Muay Thai fighter Kulabdam delivers an uppercut to Sangmanee's head

Pendapat Kulabdam mungkin sangat tepat.

Keduanya sangat gemar untuk bergerak maju, melontarkan tendangan rendah, melepaskan kombinasi tinju mereka, serta menyerang dengan rangkaian pukulan cross dari kuda-kuda mereka; Kulabdam dengan kuda-kuda southpaw dan Rodlek dari kuda-kuda ortodoks.

Dengan arsenal yang eksplosif itu, sarung tangan bela diri campuran 4-ons, serta gaya berintensitas tinggi dan menegangkan dari tiap petarung ini, laga tersebut mungkin tak akan mencapai keputusan juri – sebuah pernyataan yang diamini oleh perwakilan Sor. Jor. Piek Uthai ini.

“Rodlek juga seorang petinju yang menyerang maju dengan tendangan dan pukulannya,” katanya.

Senjatanya yang berbahaya adalah tendangan ke arah kaki, pukulan dan sikutannya. Itu adalah senjata yang harus saya waspadai.”

“Saya kira ini akan menjadi laga yang sangat menghibur. Siapapun yang salah melangkah pertama kali mungkin akan terjatuh. Mungkin ini tak akan lebih dari satu ronde.”

Muay Thai fighter Kulabdam hits the left cross

Dengan gelar juara turnamen dan kesempatan merebut gelar Juara Dunia ONE Bantamweight Muay Thai dipertaruhkan, jelas bahwa Kulabdam terfokus untuk melontarkan serangan kiri sesuai julukannya, “Left Meteorite,” serta menghentikan rivalnya secepat mungkin.

Baca juga: Laga Stamp Fairtex, Final Turnamen Muay Thai Jadi Puncak Ajang ONE: A NEW BREED