Fitur

3 KO Terbaik Dari Shannon Wiratchai Di Panggung Dunia

Saat pionir bela diri campuran Thailand Shannon “OneShin” Wiratchai kembali tampil pada hari Jumat, 21 Agustus, ia akan berdiri di hadapan salah satu striker terbaik yang pernah dihadapinya.

Malam itu, atlet featherweight berusia 31 tahun ini akan menyambut kehadiran Juara Dunia Muay Thai berkali-kali, Fabio Pinca, ke dalam kompetisi bela diri campuran pada ajang ONE: NO SURRENDER III di Bangkok, Thailand.

Walau Wiratchai bukanlah petarung stand-up berprestasi seperti atlet Perancis lawannya, ia adalah seorang penyerang balik berkemampuan tinggi – dan juga seorang pencetak KO.

Sebelum laga ini disiarkan, mari kita simak tiga pencapaian KO terbaik dari bintang Thailand ini bersama ONE Championship.

“The ONE-Punch Man”

Pada bulan Maret 2018, Wiratchai membuktikan bahwa ia hanya membutuhkan satu pukulan untuk menutup laga.

Pria Thailand ini menghadapi pendatang baru Rahul “The Kerala Krusher” Raju di ajang ONE: IRON WILL, dan walau “OneShin” tetap terdesak mundur, pergerakan itu menjadi krusial bagi kesuksesannya.

Setelah keduanya melakukan tos di awal laga, atlet India lawannya segera mendesak maju. Lalu, Raju melayangkan pukulan overhand kanan, yang menyebabkan atlet berkuda-kuda southpaw ini menghindari dan merespon dengan hook kanan yang tidak mengenai sasaran.

“The Kerala Krusher” segera memposisikan diri kembali, berdiri tepat di hadapan Wiratchai, serta mendesak maju dengan agresif melalui sebuah pukulan overhand kanan lain yang membuat Wiratchai kembali menghindar dan membalas dengan hook kanan.

Raju berlanjut mendesak maju dengan pukulan, namun sebuah hook kanan balasan lain dari Wiratchai mendarat di perutnya dan segera menjatuhkan atlet India ini ke atas kanvas.

Laga ini berakhir hanya dalam waktu 21 detik.



‘OneKnee’ Wiratchai

Wiratchai telah menghentikan banyak lawan dengan pukulannya, namun ia juga dapat melakukan itu dengan salah satu lututnya.

Pada bulan Agustus 2017, pria Thailand ini menghadapi Juara SFL Lightweight Rajinder Singh “Knockout” Meena dalam ajang ONE: KINGS & CONQUERORS di Makau – dan aksi itu tidak berlangsung lama.

Wiratchai melontarkan beberapa serangan untuk menemukan jarak sebelum mendaratkan sebuah tendangan ke arah kaki, namun Meena menangkap paha kanannya dan menyerang dengan pukulan kanan ke arah rahang rivalnya ini sebelum mencoba menjatuhkannya dengan takedown.

Namun, “OneShin” memperlihatkan pertahanan takedown luar biasa dengan menarik kaki kanannya keluar dari cengkeraman atlet India itu, menyelipkan lengan kanannya di bawah lengan kiri Meena, serta menyarangkan uppercut ke arah torso lawannya.

Lalu, Wiratchai dengan mudah menempatkan tangan kirinya di belakang leher Meena, melangkah mundur dan meluncurkan serangan lutut ke arah kepala lawannya itu.

Serangan tersebut segera menghilangkan kesadaran sang Juara SFL Lightweight dan menjatuhkannya ke atas kanvas, dimana wasit segera menghentikan kontes di detik ke-29.

Hujan Pukulan Keras

Sementara Wiratchai memiliki kekuatan pencetak KO luar biasa dalam serangannya, ia juga mampu menghujani lawan dengan rangkaian pukulan.

Ia melakukan itu dalam ajang ONE: WARRIOR KINGDOM di bulan Maret 2017, saat ia mengalahkan atlet Filipina yang berbasis di Malaysia Richard “Notorious” Corminal sebelum ronde pertama berakhir.

Praktisi Muay Thai itu sebenarnya membuka laga dengan baik pada menit pembuka, saat ia membalas tendangan ke arah kaki dan menjatuhkan “OneShin” dengan straight kanannya. Namun, warga Bangkok itu kembali berdiri dan meningkatkan tekanan.

Wiratchai meningkatkan agresinya, mendesak atlet Filipina itu dan mengincar kepala lawan di dinding Circle. Dengan hanya 90 detik tersisa pada stanza itu, Corminal bergerak maju dengan kedua tangan di atas, sebelum atlet Thailand ini menyarangkan hook kanan yang menjatuhkan lawannya ke atas kanvas.

Walau “Notorious” segera bangkit, “OneShin” tidak memberinya waktu untuk bernafas. Ia kembali mengikuti Corminal ke arah dinding Circle, menyambungkan kombinasi cross-hook-hook, sebelum melontarkan sebuah tendangan lutut di udara. A

Atlet Filipina itu mampu menghindari rangkaian serangan itu, tetapi sebuah pukulan kanan pendek ke arah dagunya mengakhiri penampilannya.

Baca juga: 5 Alasan Mengapa Anda Wajib Menyaksikan ONE: NO SURRENDER III