3 Alasan Untuk Bersemangat Jelang Kembalinya Shannon Wiratchai Di ONE Friday Fights 3

Shannon Wiratchai DC 4587

Shannon Wiratchai kembali beraksi di ONE Friday Fights 3 pada 3 Februari ini, dan ia akan mengincar sebuah penampilan mengesankan lainnya di hadapan para penggemar tuan rumah di Bangkok, Thailand.

Dikenal sebagai “OneShin,” spesialis striking ini menjadi petarung favorit di ONE Championship, dan ia akan kembali dalam sebuah laga featherweight bela diri campuran (MMA) melawan petarung kuat asal Iran Poriya Golpour.

Sederhananya, pionir MMA Thailand ini akan memberi hiburan yang menarik setiap kali ia tampil.

Namun, bagi mereka yang tidak familiar dengan aksinya, berikut adalah tiga alasan untuk menjadi sangat bersemangat tentang aksi Wiratchai di Lumpinee Boxing Stadium yang sangat ikonik itu.

#1 Cara Masuk Yang Epik

Wiratchai biasanya memulai aksinya bahkan sebelum bel pertandingan dimulai.

Pria berusia 34 tahun ini menyukai kecakapan dari pertunjukkan gulat profesional dan tidak menjadi terlalu serius, yang membuatnya dapat mengeksplorasi berbagai ide untuk memanaskan penonton melalui walkout-nya ke dalam ring.

Seluruh penampilan tersebut termasuk cosplay sebagai Pokemon sampai Iron Man – serta banyak lagi di antaranya – dan memang tidak pernah mudah untuk memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya.

Para penonton selalu dapat melihat lebih dari wajah yang terfokus saat “OneShin” memulai perjalanannya ke medan perang.

#2 Membawa KO Besar

Sementara Wiratchai selalu membuat segala sesuatunya nampak ringan saat berjalan memasuki ring atau Circle, ia tetap mampu beraksi keras – dan ia dikenal atas berbagai KO luar biasa yang dicetaknya.

Striker southpaw ini memiliki kekuatan besar di kedua tangannya, serta dapat mengakhiri laga dengan bagian bawah tubuhnya juga. Hal ini membawanya meraih lima KO dalam delapan kemenangannya bersama ONE Championship. 

Baik jika itu menjadi penyelesaian satu pukulan, atau akumulasi dari kerusakan besar, “OneShin” memiliki berbagai cara untuk menunaikan tugasnya dalam jarak dekat.

#3 Gaya Uniknya

Sementara sebagian besar kompatriotnya tiba dari latar belakang Muay Thai, Wiratchai memulai perjalanan seni bela dirinya dalam judo sebelum masuk ke berbagai disiplin striking berbeda.

Ia mempelajari kung fu, seni bela diri khas Tiongkok, tinju dan kickboxing – serta memadukan semua itu ke dalam permainan menyeluruhnya dalam MMA.

Singkat cerita, Wiratchai mengambil prinsip dari Bruce Lee: “Serap apa yang berguna. Buang yang tidak. Tambahkan sesuatu yang unik dari dirimu.”

Hal ini berarti bahwa kemampuan stand-up warga Bangkok itu tidak nampak seperti apa yang diterapkan oleh lawan-lawannya, dan ia menyebutnya “OneShin Striking System.”

Yang terutama adalah bahwa semua itu memang efektif. Dan, dipadukan dengan pembelajarannya dalam BJJ dan wrestling, Wiratchai telah berusaha menjadi salah satu petarung terlengkap yang pernah ada.

Selengkapnya di Fitur

Nico Carrillo Saemapetch Fairtex ONE Fight Night 23 40
Muangthai PK Saenchai Nico Carrillo ONE Friday Fights 22 38
Ok Rae Yoon Lowen Tynanes ONE Fight Night 10 68
Alibeg Rasulov
Luke Lessei Eddie Abasolo ONE Fight Night 19 49
Jonathan Di Bella Danial Williams ONE Fight Night 15 16 scaled
Liam Superlek
Superlek and Kongthoranee Smiling ONE Championship
Jonathan Di Bella Danial Williams ONE Fight Night 15 38 scaled
Luke Lessei Eddie Abasolo ONE Fight Night 19 6 scaled
Reinier de Ridder Anatoly Malykhin ONE 166 14 scaled
Rodtang Jitmuangnon Denis Puric ONE 167 137