Opini

From The Mind Of Miesha Tate: 5 Laga Yang Patut Diikuti Di ONE: CENTURY

12 Okt 2019

Ajang bersejarah ONE: CENTURY diikuti oleh 28 Juara Dunia, dengan empat laga Kejuaraan Dunia, serta dua kartu pertandingan luar biasa dalam satu hari yang epik!

Sangat sulit untuk memilih satu pertandingan dan mengatakan bahwa itulah yang wajib ditonton daripada yang lainnya, namun saya telah melakukan yang terbaik untuk menyoroti beberapa yang saya anggap dapat menarik untuk disimak.

Sebuah laga yang membuat saya sangat tertarik adalah pertemuan antara Bibiano Fernandes dan Kevin Belingon untuk gelar Juara Dunia ONE Bantamweight.

Ini adalah persaingan abad ini — seperti ‘Ali-Frazier’ dalam dunia bela diri campuran. Tiap kali keduanya masuk ke dalam Circle, anda mengetahui bahwa anda akan melihat sesuatu yang sangat bagus.

Ini akan menjadi laga kejuaraan dunia mereka yang keempat dan akan memastikan warisan luar biasa siapapun pemenangnya. Bibiano memenangkan laga pertama melalui kuncian kimura bulan Januari 2016, sementara Kevin memenangkan laga kedua melalui keputusan terbelah, atau split decision, bulan November lalu. Laga berikutnya berakhir dengan sebuah diskualifikasi atas serangan siku yang disarangkan kevin ke belakang kepala Bibiano, yang menjadi Juara Dunia baru.

Bibiano tidak percaya bahwa ia telah benar-benar kalah atas Kevin, dan sebagai Juara Dunia ONE Bantamweight saat ini, ia ingin memastikan bahwa dirinya masih menjadi yang terbaik di dunia. 

Di sisi lain, Kevin seperti mengincar penebusan saat ini karena ia tidak mendapatkan sebuah penyelesaian dalam laga sebelumnya. Ia ingin merebut kembali Gelar Juara ini, dan seperti biasa, para penggemar dapat mengharapkan laga terbaik dari perwakilan Team Lakay ini.

Kevin adalah salah satu atlet favorit saya di dalam ONE Championship. Ia sangat garang, memiliki energi yang sepertinya tidak pernah habis, dan ia tidak dapat ditebak — terlebih dengan semangatnya berlaga.

Melihat dirinya tiba di suatu ajang, anda dapat melihat dalam matanya bahwa ia membawa kebanggaan negara dan timnya, yang memberinya kemampuan luar biasa untuk memukai para pendukungnya. Selalu menyenangkan melihat Kevin berlaga, dan saya yakin ia akan memberikan penampilan spektakuler lainnya pada hari Minggu.

Bibiano juga seorang atlet yang sangat kuat. Ia melemparkan kekuatan liar dan keras dari kakinya, dan ia mengetahui bahwa ia tidak harus khawatir tentang lawan yang akan menjatuhkannya, karena ia adalah seorang pemegang sabuk hitam di atas kanvas dengan berbagai penghargaan dalam dunia grappling.

Ia adalah atlet yang sangat menakutkan, terutama di atas kanvas, dan saya tidak mengira bahwa semua atlet – termasuk Kevin – ingin berada di dalam arena bersamanya. Kedua pria ini yakin bahwa mereka dapat meninggalkan Tokyo dengan kemenangan, namun hanya satu yang akan keluar sebagai pemenang.

Saya juga ingin menambahkan bahwa para keterlibatan para fans dalam laga ini sangatlah besar. Ada cerita yang mengikuti laga ini, kisah persaingan keras, dan keduanya membuktikan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk memukul satu sama lain dengan cara yang berbeda. Ini adalah sebuah laga yang dapat membuat para fans berdiri dari tempat duduk mereka. Hasilnya tidak dapat ditebak.

Berikutnya dalam daftar saya adalah Demetrious Johnson melawan Danny Kingad. Ini akan menjadi sebuah laga yang luar biasa.

Danny adalah lawan yang sempurna untuk membuat Demetrious mengeluarkan kemampuan terbaiknya, dan ia hanya mengetahui satu arah – maju! Ia adalah atlet yang luar biasa, dan ia akan memaksa Demetrious untuk berada dalam kondisi terbaiknya. Kedua pria ini sangat ahli dalam tiap lini, dan kecepatan serta trik yang mereka miliki dapat menjadi penentu dalam laga ini.

Saya masih menantikan pertandingan ulang antara Angela Lee melawan Xiong Jing Nan, yang saya sempat tuangkan secara mendetail dalam kolom saya sebelumnya.

Ini dapat dengan mudah menjadi laga wanita yang terbaik sepanjang masa – dan para fans tidak akan dapat melewatkan hal ini, terutama setelah melihat laga mereka yang sangat menghibur sebelumnya. 

Terlepas dari skala ajang ini, serta ke-28 Juara Dunia yang akan berlaga di ONE: CENTURY akhir minggu ini, terdapat pula babak Final Kejuaraan ONE Featherweight Kickboxing World Grand Prix berhadiah satu juta dolar AS.

Belum pernah ada hadiah sebesar ini dalam sejarah olahraga kickboxing, dan hal ini menampilkan dua striker terbaik di dunia, Giorgio Petrosyan dan Samy Sana.

Pilihan terakhir (tetapi bukanlah yang terburuk) saya adalah laga final dari ke-44 atlet yang akan berlaga, dimana hal ini akan menampilkan sebuah klimaks bagi dua kartu pertandingan luar biasa dalam satu hari. Laga tersebut tidak lain adalah pertemuan antara Aung La N Sang melawan Brandon Vera.

Pemenang dari laga ini mungkin saja adalah atlet yang mampu bertahan, atau ia yang mampu mencari celah untuk pertama kali dan masih memiliki energi untuk melakukan itu dalam ronde berikutnya.

Saya mengetahui bahwa Brandon telah mencetak empat kemenangan KO pada ronde pertama dalam seluruh laganya bersama ONE Championship, namun Aung La adalah seseorang yang berbeda. Ia menampilkan sebuah tantangan yang sungguh berbeda bagi Brandon.

Saya tidak merasa bahwa ia akan jatuh terkena KO pada ronde pertama. Penentunya adalah seseorang yang dapat menyarangkan pukulan penghabisan terlebih dahulu. Kedua pria ini memiliki kekuatan pencetak KO luar biasa – Brandon dan Aung La telah membuktikannya beberapa kali. Namun keuntungan bagi Aung La adalah bahwa ia dapat mencetak KO pada ronde kelima.

Kekuatan Brandon adalah bahwa ia memang pria yang lebih besar, yang berarti ia memiliki kekuatan yang lebih besar. Ia juga mampu menerima kerusakan lebih banyak dari para lawan yang telah dihadapi Aung La dalam karirnya.

Jangan salah mengira – Aung La memukul dengan keras, namun Brandon terbiasa dipukul oleh para atlet divisi heavyweight. Ia juga memiliki rahang yang sangat kuat dan dapat menerima berbagai serangan dari Aung La sebelum ia terjatuh.

Laga ini akan menjadi sebuah peperangan besar. Jika kita melihat sebuah penyelesaian, ini akan terjadi setelah ronde ketiga.

Kedua pria ini mengerti bahwa mereka memiliki kekuatan besar, dan mereka harus menghormati kemampuan lawannya. Mereka akan masuk ke dalam ronde-ronde awal untuk menguji kekuatan lawan, namun itu hanya akan berarti bahwa mereka ingin mencari celah dalam permainan lawan tanpa terkena pukulan sedikitpun.

Ini akan menjadi hari yang luar biasa dalam dunia bela diri, yang juga akan menciptakan berbagai rekor baru di seluruh dunia. Terdapat sangat banyak hal yang belum pernah dilakukan, layaknya apa yang akan dihelat ONE Championship saat ini, tanggal 13 Oktober. Saya sangat bangga menjadi bagian dari sesuatu yang sangat bersejarah seperti ini. Saya dapat janjikan bahwa tidak ada penggemar bela diri yang ingin melewatkan ajang ini.

Miesha Tate adalah Wakil Presiden dari ONE Championship. Ia juga beberapa kali menjadi Juara Dunia bela diri campuran, serta pionir seni bela diri campuran wanita. Kunjungi laman kami tiap minggu untuk kolom opini baru bertajuk “From The Mind Of Miesha Tate.”

Tokyo | CENTURY | Pergelaran Ke-100 ONE Championship | Tiket: Dapatkan disini

  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Indonesia, tanggal 13 Oktober pukul 7:00 WIB – serta BAGIAN II, tanggal 13 Oktober pukul 15:00 WIB
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Amerika Serikat, tanggal 12 Oktober pukul 20:00 EST – serta BAGIAN II, tanggal 13 Oktober pukul 4:00 EST
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di India, tanggal 13 Oktober pukul 5:30 IST – serta BAGIAN II pukul 13:30 IST
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Singapura on 13 October pukul 8:00 SGT – serta BAGIAN II pukul 16:00 SGT
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Filipina on 13 October pukul 8:00 PHT – serta BAGIAN II pukul at 16:00 PHT
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Jepang on 13 October pukul 9:00 JST – serta BAGIAN II pukul 17:00 JST

ONE: CENTURY adalah ajang Kejuaraan Dunia bela diri terbesar dalam sejarah dengan 28 Juara Dunia yang tampil dalam berbagai disiplin bela diri. Belum ada organisasi dalam sejarah yang pernah mempromosikan dua ajang Kejuaraan Dunia di hari yang sama.

“The Home Of Martial Arts” kembali membuka babak baru dengan menyajikan beberapa laga perebutan gelar Juara Dunia, tiga babak final Kejuaraan World Grand Prix, serta serangkaian Juara Dunia yang akan melawan Juara Dunia lainnya di lokasi ikonik Ryugoku Kokugikan, Tokyo, Jepang, tanggal 13 Oktober.