Vitaly Bigdash Sukses Mempertahankan Gelar Melawan Aung La N Sang

vitaly 2017 49 1 768x432

Sudah 13 bulan berlalu sejak Vitaly Bigdash merebut gelar Kejuaraan Dunia ONE Middleweight. Namun pada tanggal 14 Januari, ia kembali berjaya di dalam Circle dan tetap tampil impresif.

Atlet Rusia ini menjalani laga pertahanan gelar perdananya di ajang ONE: QUEST FOR POWER dari Jakarta Convention Center, Jakarta, dan dengan meyakinkan menaklukkan “Burmese Python” Aung La N Sang melalui keputusan mutlak untuk mempertahankan sabuk emasnya.

Laga perebutan gelar ini dimulai dengan perhitungan yang cukup jelas. Kedua atlet ini berusaha merasakan kekuatan mereka masing-masing, dengan “Burmese Python” sedikit meningkatkan ritme pertandingan. Ia menyambungkan beberapa pukulan dan sepasang tendangan memutar melalui punggung kaki, dan walau sang Juara Dunia mendaratkan beberapa serangan ke arah tubuh yang solid, ia mengakhiri stanza pembuka dengan sepasang serangan siku dari posisi clinch.

Peperangan teknis ini berlanjut di ronde kedua. Bigdash mendaratkan pukulan keras, segera masuk ke dalam clinch, dan menyarangkan serangan lutut keras ke arah tubuh, tetapi Aung La N Sang membalas dengan serangan siku pendek ke arah kepala. Setelah sebuah serangan ilegal yang tak disengaja ke arah mata sang juara, rangkaian serangan di dalam clinch pun berlanjut.

Walau perwakilan Crazy 88 MMA ini mencetak kerusakan dengan beberapa serangan siku pendek, sang juara melepaskan serangan ke arah tubuh dan meraih keunggulan.

Vitaly Bigdash ADUX3930.jpg

Sejak ronde ketiga, laga ini menjadi milik Bigdash. Perwakilan Akhmat Fight Team ini menggoyahkan pahlawan nasional Myanmar itu dengan sebuah tendangan kiri ke arah kepalanya, membalikkan teknik trip takedown dari sang penantang, serta segera masuk ke dalam posisi guard.

Itulah saat dimana sang juara mencetak kerusakan signifikan dengan serangan siku masif yang tepat sasaran.

Hal serupa terjadi pada ronde keempat. Di satu titik, Aung La N Sang berusaha melakukan roll untuk melepaskan diri, tetapi Bigdash melontarkan serangan lutut keras ke perut lawannya sebelum melontarkannya kembali ke atas kanvas untuk rangkaian ground and pound yang lebih metodik lainnya.

Aung La N Sang sangat membutuhkan sebuah KO atau submission pada ronde kelima untuk merebut emas, tetapi sayangnya itu tidak pernah terjadi. Warga Rostov-on-Don, Rusia ini menjaga laga ini berada di posisi stand-up dan unggul atas “Burmese Python,” sebelum menyeretnya ke atas kanvas sekali lagi dan memastikan hasil laga ini.

Vitaly Bigdash IMG_1965.jpg

Bigdash mempertahankan gelar Kejuaraan Dunia ONE Middleweight dan menjaga rekor tak terkalahkannya menjadi 9-0. Tetapi, ini adalah satu-satunya laga yang tidak mencapai penyelesaian.

Aung La N Sang, yang masuk menggantikan Marcio Prachnio dalam waktu kurang dari dua minggu, memberikan perlawanan luar biasa, tetapi tidak dapat berhasil. Rekornya menjadi 19-10.

Selengkapnya di Berita

Panpayak Jitmuangnon and Lamnamoonlek Torfunfarm face off ahead of The Inner Circle 32
Superlek celebrates his win against Takeru Segawa at ONE 165.
(From left) Nong-O Hama, Rodtang Jitmuangnon, Shimon Yoshinari, and Asadula Imangazaliev will be part of the 2026 ONE Flyweight Muay Thai World Grand Prix.
Panpayak Jitmuangnon connects with a head kick on Anuar Cisneros at The Inner Circle 23 on July 24
Panpayak Jitmuangnon connects with a head kick on Anuar Cisneros at The Inner Circle 23 on July 24
Superbon celebrates after defeating Masaaki Noiri at ONE 173.
Olivia Bahsous (L) vs Malia Weaver (R) is confirmed for The Inner Circle 35
Kiamran Nabati fires a shot at Nontachai's midsection during their main event clash at The Inner Circle 31.
Kiamran Nabati faces off with Nontachai Jitmuangnon ahead of The Inner Circle 31
Jonathan Haggerty celebrates his World Title win over Yuki Yoza at ONE SAMURAI 1.
Nadaka throws a solid right hand on Har Ling Om at ONE SAMURAI 3
Yod-IQ Or Pimolsri celebrates his World Title win at The Inner Circle 30.